Renungan Hari Sabtu Suci 2023, Kebangkitan Tuhan Adalah Keniscayaan
CNN Indonesia
Sabtu, 08 Apr 2023 13:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Perayaan Sabtu Suci jadi jeda waktu untuk merenungkan kisah Yesus sekaligus menanti kebangkitan-Nya. (iStock/Tinnakorn Jorruang)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perayaan Sabtu Suci, setelah wafat-Nya di Jumat Agung jadi jeda waktu untuk merenungkan kisah Yesus sekaligus menanti kebangkitan-Nya.
Meski terdengar tidak relevan, kebangkitan adalah sesuatu yang nyata. Dalam bacaan dan renungan hari ini, umat diyakinkan bahwa penantian akan kebangkitan Tuhan bukan hal sia-sia.
Sabtu Suci biasanya memakai beberapa bacaan, termasuk bacaan Epistola. Namun, renungan kali ini hanya mengambil salah satu, yakni bacaan dari Kitab Barukh.
Dengarkanlah, hai Israel, segala perintah kehidupan, condongkanlah telinga untuk mengenal kearifan.
Apa sebabnya, hai Israel, apa sebabnya maka engkau berada di negeri musuhmu serta menjadi tua di negeri yang asing dan menajiskan dirimu dengan yang mati dan terbilang di antara mereka yang turun ke dunia orang mati?
Engkau telah meninggalkan sumber kebijaksanaan! Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera.
Belajarlah di mana ada kearifan, di mana kekuatan dan di mana pengertian, supaya sekaligus kau ketahui tempat umur panjang dan kehidupan, tempat cahaya mata dan damai sejahtera. Siapakah telah menemukan tempat kebijaksanaan, siapakah telah masuk ke dalam perbendaharaannya?
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Injil
Matius 28: 1-10
Ilustrasi. Perayaan Sabtu Suci jadi jeda waktu untuk merenungkan kisah Yesus sekaligus menanti kebangkitan-Nya. (iStockphoto/pcess609)
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan -Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakan kepadamu."
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu". Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka, kata Yesus, kepada mereka, "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku".
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Simak renungan Hari Sabtu Suci di halaman berikutnya..
Para perempuan yang mengunjungi makam Yesus adalah mereka yang menyaksikan bagaimana Yesus disiksa. Kasih akan Yesus membuat mereka tetap setia dan menemani Yesus hingga akhir.
Dalam bacaan Injil juga disebutkan bahwa mereka mengunjungi makam Yesus pagi-pagi buta, di saat sebagian orang masih tertidur pulas.
Tuhan telah menyiapkan skenario apik. Lewat gempa bumi, Ia seolah meminta perhatian manusia. Baru kemudian malaikat menggulingkan batu besar yang menutupi makam.
Malaikat mencoba menenangkan perempuan yang ketakutan dengan berkata:
"Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan -Nya."
Tahu bahwa manusia adalah makhluk yang memerlukan tanda, malaikat mempersilakan para perempuan untuk melihat makam yang kosong. Hal ini menandakan kebangkitan bukan sekadar omong kosong belaka, melainkan nyata.
Ada rasa takut sekaligus sukacita setelah mengetahui kebangkitan Sang Guru. Berita ini tak boleh disimpan begitu saja. Mereka juga memberitahu para murid Yesus.
Rasa takut kemudian benar-benar terhapus setelah Yesus hadir dan menyapa. Dia tidak meminta para murid untuk menyembunyikan keberadaan-Nya.
Yesus tidak ragu kebangkitan-Nya tersiar. Padahal, kebangkitan dari kematian bisa saja mendatangkan komentar miring, termasuk bisa saja Dia dianggap menggunakan ilmu hitam.
Kalau di zaman sekarang, mungkin Dia sudah viral di media sosial dan banyak diangkat di media massa.
Akan tetapi, Dia malah ingin agar semua tahu apa yang sudah terjadi.
"Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Pikiran kerap meracau apalagi di momen putus asa. Kata-kata penyemangat dari orang lain seolah terpental dan tidak sempat dicerna. Kali ini, Tuhan benar-benar datang dan membuktikan cinta-Nya. Ia telah bangkit dan akan membangkitkan Anda dalam kondisi apa pun itu.
Kitab Barukh meyakinkan bahwa "Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera."
Jadi, apa Anda mau menerima tawaran keselamatan ini?
Jakarta, CNN Indonesia --
Perayaan Sabtu Suci, setelah wafat-Nya di Jumat Agung jadi jeda waktu untuk merenungkan kisah Yesus sekaligus menanti kebangkitan-Nya.
Meski terdengar tidak relevan, kebangkitan adalah sesuatu yang nyata. Dalam bacaan dan renungan hari ini, umat diyakinkan bahwa penantian akan kebangkitan Tuhan bukan hal sia-sia.
Sabtu Suci biasanya memakai beberapa bacaan, termasuk bacaan Epistola. Namun, renungan kali ini hanya mengambil salah satu, yakni bacaan dari Kitab Barukh.
Dengarkanlah, hai Israel, segala perintah kehidupan, condongkanlah telinga untuk mengenal kearifan.
Apa sebabnya, hai Israel, apa sebabnya maka engkau berada di negeri musuhmu serta menjadi tua di negeri yang asing dan menajiskan dirimu dengan yang mati dan terbilang di antara mereka yang turun ke dunia orang mati?
Engkau telah meninggalkan sumber kebijaksanaan! Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera.
Belajarlah di mana ada kearifan, di mana kekuatan dan di mana pengertian, supaya sekaligus kau ketahui tempat umur panjang dan kehidupan, tempat cahaya mata dan damai sejahtera. Siapakah telah menemukan tempat kebijaksanaan, siapakah telah masuk ke dalam perbendaharaannya?
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Injil
Matius 28: 1-10
Ilustrasi. Perayaan Sabtu Suci jadi jeda waktu untuk merenungkan kisah Yesus sekaligus menanti kebangkitan-Nya. (iStockphoto/pcess609)
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan -Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakan kepadamu."
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu". Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka, kata Yesus, kepada mereka, "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku".
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Simak renungan Hari Sabtu Suci di halaman berikutnya..
Renungan hari Sabtu Suci 2023
Ilustrasi. Perayaan Sabtu Suci jadi jeda waktu untuk merenungkan kisah Yesus sekaligus menanti kebangkitan-Nya. (iStockphoto/artisteer)
Para perempuan yang mengunjungi makam Yesus adalah mereka yang menyaksikan bagaimana Yesus disiksa. Kasih akan Yesus membuat mereka tetap setia dan menemani Yesus hingga akhir.
Dalam bacaan Injil juga disebutkan bahwa mereka mengunjungi makam Yesus pagi-pagi buta, di saat sebagian orang masih tertidur pulas.
Tuhan telah menyiapkan skenario apik. Lewat gempa bumi, Ia seolah meminta perhatian manusia. Baru kemudian malaikat menggulingkan batu besar yang menutupi makam.
Malaikat mencoba menenangkan perempuan yang ketakutan dengan berkata:
"Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan -Nya."
Tahu bahwa manusia adalah makhluk yang memerlukan tanda, malaikat mempersilakan para perempuan untuk melihat makam yang kosong. Hal ini menandakan kebangkitan bukan sekadar omong kosong belaka, melainkan nyata.
Ada rasa takut sekaligus sukacita setelah mengetahui kebangkitan Sang Guru. Berita ini tak boleh disimpan begitu saja. Mereka juga memberitahu para murid Yesus.
Rasa takut kemudian benar-benar terhapus setelah Yesus hadir dan menyapa. Dia tidak meminta para murid untuk menyembunyikan keberadaan-Nya.
Yesus tidak ragu kebangkitan-Nya tersiar. Padahal, kebangkitan dari kematian bisa saja mendatangkan komentar miring, termasuk bisa saja Dia dianggap menggunakan ilmu hitam.
Kalau di zaman sekarang, mungkin Dia sudah viral di media sosial dan banyak diangkat di media massa.
Akan tetapi, Dia malah ingin agar semua tahu apa yang sudah terjadi.
"Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Pikiran kerap meracau apalagi di momen putus asa. Kata-kata penyemangat dari orang lain seolah terpental dan tidak sempat dicerna. Kali ini, Tuhan benar-benar datang dan membuktikan cinta-Nya. Ia telah bangkit dan akan membangkitkan Anda dalam kondisi apa pun itu.
Kitab Barukh meyakinkan bahwa "Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera."
Jadi, apa Anda mau menerima tawaran keselamatan ini?