Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa.
Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib.
Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Demikianlah sabda Tuhan. U: Syukur kepada Allah.
Injil
Yohanes 20:1-9
Ilustrasi. Hari Raya Paskah mengajak umat untuk merayakan kebangkitan Kristus sekaligus memaknai kebangkitan-Nya. (falco/Pixabay)
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.
Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan". Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung.
Maka masuklah juga murid lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah sabda Tuhan. U: Terpujilah Kristus.
Simak renungan Hari Raya Paskah 2023 di halaman berikutnya..
Sukacita akan kebangkitan-Nya dulu belum dirasakan para murid. Meski Kitab Suci sudah menyuratkan bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati, para murid baru percaya saat melihat makam kosong.
Kebangkitan memang jadi perhatian utama dalam perayaan Paskah. Namun, ada satu hal yang menarik di sini, yakni makam kosong.
Jika ada skenario lain perihal kebangkitan Tuhan, bakal lebih praktis dan efektif kalau momen kebangkitan itu benar-benar disaksikan para murid secara langsung.
Gempa bumi yang dirasakan para perempuan mungkin bisa dipadukan dengan adegan malaikat membuka kubur batu lalu Yesus muncul di hadapan mereka. Yesus pun muncul dalam kondisi berbalut kafan yang perlahan terbuka seiring wajah takjub nan takut mereka.
Akan tetapi, eksekusinya tidak demikian. Mengapa begitu?
Sekarang, mari memaknai tentang kebangkitan Kristus. Setiap orang pasti punya pemahaman berbeda dan relevan dengan kondisi mereka sekarang.
Ada yang memaknainya sebagai kebangkitan dari kebiasaan lama yang kurang baik ke kebiasaan baru yang lebih baik. Ada juga yang memaknai kebangkitan sebagai suntikan semangat baru.
Nah, apabila tidak ada makam kosong, apakah pemahaman akan kebangkitan Kristus bisa seluas ini?
Tuhan membebaskan manusia dengan segala akal budi untuk memahami ajaran-Nya. Namun, hendaknya pemahaman itu tetap dalam bimbingan Tuhan.
Oleh karenanya, makam kosong juga bisa dimaknai sebagai pengosongan diri, menurunkan ego pribadi dan mulai menerima tanda yang Dia berikan.
Semoga kebangkitan-Nya turut membawa kebangkitan yang relevan dan diperlukan dalam hidup tiap insan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hari Raya Paskahmengajak umat untuk merayakan kebangkitan Kristus sekaligus memaknai kebangkitan-Nya.
Makna kebangkitan seperti apa yang dimaksud? Tentu kebangkitan yang relevan dengan situasi umat.
Bacaan kali ini ingin memberikan gambaran pengalaman para murid dalam menanggapi makam kosong dan bukti nyata kebangkitan Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada renungan Hari Raya Paskah 2023, umat diajak untuk melihat ke dalam diri. Kebangkitan seperti apa yang relevan dan diperlukan saat ini?
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa.
Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib.
Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Demikianlah sabda Tuhan. U: Syukur kepada Allah.
Injil
Yohanes 20:1-9
Ilustrasi. Hari Raya Paskah mengajak umat untuk merayakan kebangkitan Kristus sekaligus memaknai kebangkitan-Nya. (falco/Pixabay)
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.
Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan". Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung.
Maka masuklah juga murid lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah sabda Tuhan. U: Terpujilah Kristus.
Simak renungan Hari Raya Paskah 2023 di halaman berikutnya..
Renungan Hari Raya Paskah 2023
Ilustrasi. Hari Raya Paskah mengajak umat untuk merayakan kebangkitan Kristus sekaligus memaknai kebangkitan-Nya. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Sukacita akan kebangkitan-Nya dulu belum dirasakan para murid. Meski Kitab Suci sudah menyuratkan bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati, para murid baru percaya saat melihat makam kosong.
Kebangkitan memang jadi perhatian utama dalam perayaan Paskah. Namun, ada satu hal yang menarik di sini, yakni makam kosong.
Jika ada skenario lain perihal kebangkitan Tuhan, bakal lebih praktis dan efektif kalau momen kebangkitan itu benar-benar disaksikan para murid secara langsung.
Gempa bumi yang dirasakan para perempuan mungkin bisa dipadukan dengan adegan malaikat membuka kubur batu lalu Yesus muncul di hadapan mereka. Yesus pun muncul dalam kondisi berbalut kafan yang perlahan terbuka seiring wajah takjub nan takut mereka.
Akan tetapi, eksekusinya tidak demikian. Mengapa begitu?
Sekarang, mari memaknai tentang kebangkitan Kristus. Setiap orang pasti punya pemahaman berbeda dan relevan dengan kondisi mereka sekarang.
Ada yang memaknainya sebagai kebangkitan dari kebiasaan lama yang kurang baik ke kebiasaan baru yang lebih baik. Ada juga yang memaknai kebangkitan sebagai suntikan semangat baru.
Nah, apabila tidak ada makam kosong, apakah pemahaman akan kebangkitan Kristus bisa seluas ini?
Tuhan membebaskan manusia dengan segala akal budi untuk memahami ajaran-Nya. Namun, hendaknya pemahaman itu tetap dalam bimbingan Tuhan.
Oleh karenanya, makam kosong juga bisa dimaknai sebagai pengosongan diri, menurunkan ego pribadi dan mulai menerima tanda yang Dia berikan.
Semoga kebangkitan-Nya turut membawa kebangkitan yang relevan dan diperlukan dalam hidup tiap insan.