Jakarta, CNN Indonesia -- Istilah burnout sangat kental dengan dunia kerja. Tapi sebenarnya, burnout tidak melulu soal pekerjaan, hubungan percintaan juga ternyata bisa mengalami burnout.
Setiap hubungan pasti mengalami fase naik turun. Di awal hubungan, pasangan akan mengalami fase bulan madu. Pada tahap ini semua akan terasa dan terlihat indah. Apapun yang dilakukan oleh pasangan akan terlihat menarik bagi Anda.
Kenyataannya, hal ini tak berlangsung lama. Melansir Health Shoot, jatuh cinta memang mudah, tapi mempertahankan kebahagiaan cinta ini butuh usaha yang cukup besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, cinta bukan lagi hal yang membahagiakan dan menyenangkan. Sebaliknya, hubungan malah berbalik arah menjadi hal yang memicu stres hingga rasa lelah.
Dari sinilah istilah burnout atau kelelahan dalam hubungan pun muncul.
Hati-hati fase burnout percintaan
Istilah 'burnout' atau kelelahan sebagian besar digunakan dalam konteks kehidupan kerja. Tapi hal ini ternyata juga dapat diterapkan pada hubungan percintaan.
Alasannya, kemungkinan besar karena burnout muncul saat seseorang berada di bawah tekanan berat untuk jangka waktu yang lama. Tentu saja, hubungan bisa menjadi sumber stres dan jika situasinya tidak membaik, seiring waktu hal ini bisa memicu burnout.
Menukil Psychology Today, sebuah studi yang dilakukan Solaleh Zamani dan rekannya dari Universitas Kharazmi (2023) menemukan bahwa, pasangan yang mengalami "marital burnout" terjadi ketika pasangan menyadari "realitas pernikahan tidak seperti yang mereka harapkan".
Sementara itu, seorang penulis dari Iran menyebut burnout dalam hubungan adalah kondisi yang mencerminkan berbagai faktor. Hal ini termasuk reaksi fisik seperti kelesuan dan sakit kepala, reaksi emosional seperti perasaan putus asa, dan rasa frustrasi dengan pasangannya.
Tanda-tanda hubungan ada di fase burnout
Sama halnya dengan burnout di tempat kerja, saat hubungan mengalami kondisi ini, akan muncul beberapa tanda. Penting untuk segera mengetahuinya agar bisa memperbaiki hubungan tersebut sesegera mungkin dengan pasangan.
Berikut beberapa tanda saat hubungan ada di fase burnout:
1. Perasaan jauh dari pasangan
Saat mengalami burnout dalam hubungan, perasaan berjarak dengan pasangan pun bisa muncul. Melansir berbagai sumber, saat melakukan kegiatan bersama dengan pasangan, justru terasa membosankan.
Pada satu titik, Anda bahkan bisa merasa jengkel, hingga stres. Anda mungkin juga mulai jarang memikirkan pasangan dan semakin menjauhkan diri.
2. Sering bertengkar
Pertengkaran terus-menerus menciptakan lingkungan yang beracun bagi pasangan. Hal ini bisa memicu masalah lain yang semakin membebani hubungan.
3. Jarang seks
Bagi banyak pasangan, seks adalah bagian penting dari hubungan mereka. Ketika seseorang kehilangan minat pada keintiman dengan pasangannya, perilakunya bisa menjadi indikasi masalah yang lebih besar.
Tentu saja, frekuensi seks dalam suatu hubungan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk libido dan jadwal yang berbeda. Namun, ketika seseorang menyadari dirinya menghindari seks atau merasa ditolak oleh pasangannya, mereka mungkin berada di ambang kelelahan.
Tanda-tanda lain hubungan ada di fase burnout..
Bukan Hanya Pekerjaan, Hubungan Percintaan Juga Bisa Burnout
Tanda-tanda hubungan percintaan ada di fase burnout. Foto: Takmeomeo/Pixabay
Tanda-tanda hubungan ada di fase burnout
4. Takut menghabiskan waktu bersama pasangan
Tidak ada hubungan yang sempurna dan akan selalu ada penyebab perselisihan di antara pasangan. Terlepas dari itu, jika seseorang menjadi gelisah saat memikirkan akan menghabiskan waktu bersama pasangannya, ini adalah tanda Anda mulai lelah dengan hubungan.
5. Mudah teralihkan
Salah satu tanda khas dari kelelahan adalah perhatian yang mudah teralihkan. Seseorang mungkin memperhatikan bahwa mereka tidak lagi tertarik dengan apa yang dikatakan pasangannya atau mereka keluar sepenuhnya selama percakapan.
Hal ini bisa berbahaya bagi hubungan karena sejumlah alasan. Termasuk fakta bahwa komunikasi yang sehat tidak lagi digunakan untuk menyelesaikan masalah atau mengungkapkan perasaan.
6. Mulai memikirkan perpisahan
Ketika seseorang mulai memikirkan tentang mengakhiri hubungan atau mencari jalan keluar yang mudah, jelas ada alasan untuk khawatir. Seseorang mungkin menemukan bahwa mereka tidak lagi memiliki energi untuk memperbaiki hubungan atau memperbaiki masalah dengan pasangannya. Sebaliknya, pemikiran untuk pergi atau putus justru lebih sering muncul.
7. Tak ada lagi humor
Tawa, humor, dan kesenangan sangat penting dalam hubungan. Semua ini berkontribusi pada kesehatan mental individu dan mempromosikan hubungan yang lebih dekat. Pasangan yang tidak lagi menikmati humor satu sama lain mungkin berisiko mengalami kelelahan, karena mereka lebih sering bentrok.
8. Tertarik dengan orang lain
Mata yang jelalatan bisa menjadi pukulan terakhir untuk suatu hubungan. Saat seseorang mulai merasakan ketertarikan pada orang lain dan membiarkan hal ini mengganggu hubungan mereka, hal ini mungkin merupakan gejala lain dari burnout dalam hubungan percintaan.