Mengenal Penyakit Astigmatisme yang Dialami Penulis 'One Piece'
CNN Indonesia
Kamis, 08 Jun 2023 08:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Penyakit astigmatisme yang dialami penulis "One Piece" adalah kondisi yang memengaruhi mata. (iStockphoto/Photodjo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manga One Piece akan hiatus selama kurang lebih satu bulan setelah merilis chapter 1086. Penyebabnya, penulis serial Eiichiro Oda akan menjalani operasi setelah didiagnosis menderita penyakit astigmatisme.
Apa itu penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece?
Astigmatisme adalah penyakit yang menyerang mata. Penyakit ini membuat penderitanya mengalami masalah penglihatan kabur meski jarak pandang cukup dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip laman Cleveland Clinic, astigmatisme terjadi ketika beberapa bagian mata, baik kornea atau lensa, lebih melengkung dari seharusnya. Hal ini membuat penglihatan menjadi kabur dari berbagai jarak pandang.
Astigmatisme terjadi karena kesalahan refraksi, yakni kondisi mata yang umumnya menyebabkan penglihatan kabur. Orang yang memiliki penyakit astigmatisme memiliki mata yang berbentuk seperti bola atau bagian belakang sendok.
Kondisi di atas membuat cahaya yang masuk ke mata tertekuk secara tidak merata dan memengaruhi penglihatan di semua jarak pandang.
Penyebab astigmatisme
Penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece terjadi ketika kornea atau lensa melengkung lebih tajam ke satu arah tertentu.
Menukil laman Mayo Clinic, astigmatisme bisa jadi kondisi bawaan yang dimiliki sejak lahir. Selain itu, astigmatisme juga bisa berkembang setelah cedera mata, mengidap penyakit tertentu, atau menjalani prosedur pembedahan.
Yang jelas, astigmatisme tidak disebabkan atau diperparah dengan membaca dalam cahaya redup, duduk terlalu dekat dengan televisi, atau menyipitkan mata.
Gejala astigmatisme
Ada beberapa gejala yang bisa muncul pada pengidap astigmatisme. Berikut beberapa gejalanya:
- penglihatan kabur atau terdistorsi, - mata lelah atau terasa tidak nyaman, - sakit kepala, - sulit melihat di malam hari, - sering menyipitkan mata.
Simak penjelasan soal penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece selengkapnya..
Kelompok berisiko astigmatisme
Siapa saja bisa mengalami penyakit ini, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mengutip Healthline, risiko Anda mengalami astigmatisme juga lebih tinggi jika ada beberapa kondisi berikut:
- riwayat keluarga astigmatisme atau gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea), - jaringan parut atau penipisan kornea, - rabun jauh, - riwayat operasi mata tertentu, seperti operasi katarak.
Cara mengobati astigmatisme
Kasus astigmatisme ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun, dalam kasus yang parah, biasanya dokter akan melakukan beberapa metode berikut untuk mengobati astigmatisme.
Astigmatisme bisa diatasi dengan penggunaan kacamata korektif dan lensa kontak yang diresepkan oleh dokter.
2. Ortokeratologi (Ortho-K)
Orthokeratology (Ortho-K) adalah perawatan yang menggunakan lensa kontak kaku untuk memperbaiki kelengkungan kornea yang tidak teratur sementara.
Anda akan memakai lensa kontak kaku untuk jangka waktu terbatas. Lensa ini dipakai saat tidur dan kemudian melepasnya di siang hari.
3. Operasi refraktif
Dokter mungkin merekomendasikan operasi refraktif jika Anda memiliki kasus yang parah. Jenis operasi ini melibatkan penggunaan laser atau pisau kecil untuk membentuk kembali kornea. Pengobatan ini akan memperbaiki astigmatisme Anda secara permanen.
Demikian informasi seputar penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece.
Manga One Piece akan hiatus selama kurang lebih satu bulan setelah merilis chapter 1086. Penyebabnya, penulis serial Eiichiro Oda akan menjalani operasi setelah didiagnosis menderita penyakit astigmatisme.
Apa itu penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece?
Astigmatisme adalah penyakit yang menyerang mata. Penyakit ini membuat penderitanya mengalami masalah penglihatan kabur meski jarak pandang cukup dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip laman Cleveland Clinic, astigmatisme terjadi ketika beberapa bagian mata, baik kornea atau lensa, lebih melengkung dari seharusnya. Hal ini membuat penglihatan menjadi kabur dari berbagai jarak pandang.
Astigmatisme terjadi karena kesalahan refraksi, yakni kondisi mata yang umumnya menyebabkan penglihatan kabur. Orang yang memiliki penyakit astigmatisme memiliki mata yang berbentuk seperti bola atau bagian belakang sendok.
Kondisi di atas membuat cahaya yang masuk ke mata tertekuk secara tidak merata dan memengaruhi penglihatan di semua jarak pandang.
Penyebab astigmatisme
Penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece terjadi ketika kornea atau lensa melengkung lebih tajam ke satu arah tertentu.
Menukil laman Mayo Clinic, astigmatisme bisa jadi kondisi bawaan yang dimiliki sejak lahir. Selain itu, astigmatisme juga bisa berkembang setelah cedera mata, mengidap penyakit tertentu, atau menjalani prosedur pembedahan.
Yang jelas, astigmatisme tidak disebabkan atau diperparah dengan membaca dalam cahaya redup, duduk terlalu dekat dengan televisi, atau menyipitkan mata.
Gejala astigmatisme
Ada beberapa gejala yang bisa muncul pada pengidap astigmatisme. Berikut beberapa gejalanya:
- penglihatan kabur atau terdistorsi, - mata lelah atau terasa tidak nyaman, - sakit kepala, - sulit melihat di malam hari, - sering menyipitkan mata.
Simak penjelasan soal penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece selengkapnya..
Bagaimana cara mengobati astigmatisme?
Ilustrasi. Penyakit astigmatisme yang dialami penulis "One Piece" memengaruhi mata. (iStockphoto/mady70)
Kelompok berisiko astigmatisme
Siapa saja bisa mengalami penyakit ini, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mengutip Healthline, risiko Anda mengalami astigmatisme juga lebih tinggi jika ada beberapa kondisi berikut:
- riwayat keluarga astigmatisme atau gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea), - jaringan parut atau penipisan kornea, - rabun jauh, - riwayat operasi mata tertentu, seperti operasi katarak.
Cara mengobati astigmatisme
Kasus astigmatisme ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun, dalam kasus yang parah, biasanya dokter akan melakukan beberapa metode berikut untuk mengobati astigmatisme.
Astigmatisme bisa diatasi dengan penggunaan kacamata korektif dan lensa kontak yang diresepkan oleh dokter.
2. Ortokeratologi (Ortho-K)
Orthokeratology (Ortho-K) adalah perawatan yang menggunakan lensa kontak kaku untuk memperbaiki kelengkungan kornea yang tidak teratur sementara.
Anda akan memakai lensa kontak kaku untuk jangka waktu terbatas. Lensa ini dipakai saat tidur dan kemudian melepasnya di siang hari.
3. Operasi refraktif
Dokter mungkin merekomendasikan operasi refraktif jika Anda memiliki kasus yang parah. Jenis operasi ini melibatkan penggunaan laser atau pisau kecil untuk membentuk kembali kornea. Pengobatan ini akan memperbaiki astigmatisme Anda secara permanen.
Demikian informasi seputar penyakit astigmatisme seperti yang dialami penulis One Piece.