Menyelami Warna-Warni Memori Sang Maestro di Van Gogh Alive Jakarta
CNN Indonesia
Sabtu, 08 Jul 2023 15:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pameran Multisensori Van Gogh Alive di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
"I want to touch people with my art. I want them to say 'he feels deeply, he feels tenderly."
Kalimat itu langsung menyambut kedatangan pengunjung saat memasuki area museum Van Gogh Alive Jakarta yang berlokasi di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. Sketsa wajah Vincent Van Gogh juga tercetak di samping tulisan itu.
Berjalan memasuki area museum, pertama-tama pengunjung akan diajak melihat tempat tidur Van Gogh di Arles. Tempat yang jadi cikal bakal semua karya indah terlahir dari tangannya.
Tempat tidur ini juga merupakan bagian dari lukisan karya Van Gogh yang diberi judul Bedroom in Arles. Penggambarannya cukup lengkap, ada tempat tidur, meja, kursi, meja rias, dan baju serta topi yang menggantung di dinding.
Bedroom in Arles jadi salah satu karya favorit sang maestro. Lukisan kamar tidur itu tercipta saat Van Gogh dikurung di rumah sakit jiwa yang lokasinya di Saint-Remy.
Melangkah ke ruang lain, kamu akan diajak menyelami pemikiran Van Gogh yang lebih dalam. Dimulai dengan kecintaan dia terhadap bunga matahari.
Warna-warni memori sang maestro
Bunga matahari terhampar luas di salah satu lorong pameran. Memang bukan bunga asli, tapi cukup memuaskan secara visual.
'Taman' bunga matahari ini sebenarnya bentuk visualisasi dari salah satu karya Van Gogh yang cukup terkenal. Dia membuat lukisan dengan judul Sunflower yang masih dicintai penggemarnya hingga saat ini.
Setelah puas menikmati visualisasi bunga matahari dari salah satu karya Van Gogh, kamu bisa bergeser ke ruang selanjutnya. Di mana ruangan ini penuh dengan partisi yang menjelaskan semua karya Van Gogh yang akan dipamerkan dalam bentuk visualisasi interaktif di ruangan selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamu bisa mempelajari semua karya Van Gogh di sini. Penjelasannya cukup lengkap, bahkan ada yang berbahasa Inggris untuk pengunjung non lokal.
Melangkah ke ruangan selanjutnya, di sinilah semua karya Van Gogh yang berjumlah 3.000 lebih tersebut dipamerkan. Bisa dibilang, ini adalah ruangan inti dari pameran Van Gogh Alive Jakarta.
Ruangannya cukup luas, dipenuhi dengan dinding-dinding gelap yang tiap beberapa detik akan menampilkan karya Van Gogh dalam bentuk interaktif. Semua lukisan memang ditampilkan dengan teknologi multimedia.
Teknologi ini menampilkan karya dalam bentuk nyata, dalam beberapa waktu bisa bergerak dan membuatnya terlihat lebih hidup. Misalnya, dalam lukisan terdapat burung, burung tersebut bisa terbang, bergerak menembus ruang dan waktu.
Benar-benar menikmati karya secara lebih nyata.
Tak ada larangan apapun bagi pengunjung. Bebas, pengunjung bebas memegang, berfoto atau mengambil video untuk setiap karya yang ditampilkan.
Bukan hanya itu, 'menonton' karya Van Gogh juga terasa lebih nyaman. Sebab, ruangan ini akan terus menyetel musik klasik yang membuat ruangan terasa lebih hidup.
Musiknya menenangkan sekaligus membuat nyaman bagi kamu yang ingin menyelami semua karya Vincent Van Gogh.
Kamu juga tak perlu khawatir, di ruangan ini pengunjung bebas berekspresi, entah itu mau duduk, berdiri, atau bahkan tiduran demi mendapat gambar terbaik dari setiap sisi pameran.
Puas menikmati setiap karya Van Gogh, kamu bisa bergeser ke ruangan berikutnya. Ruangan ini tidak terlalu besar, tapi lorongnya dipenuhi lampu-lampu kecil yang digantung.
Konon, ruangan ini adalah visualisasi dari lukisan paling terkenal milik Van Gogh, yakni Starry Night.
Kamu bebas mengambil foto dan videosaat berada di ruangan ini. Menariknya, bukan hanya lampu, lantai yang digunakan di ruangan ini juga didesain unik, membuat anda serasa berjalan di atas pasir ketika melangkah di ruangan ini.
Setelah selesai, kamu bisa beranjak ke ruangan berikutnya. Di sini tersedia kanvas dan alat lukis bagi pengunjung yang ingin mencoba menggambar dengan contoh lukisan dari Van Gogh.
Tapi, bagi kamu yang tak mau ikut menggambar bisa langsung bergeser ke ruangan berikutnya, tempat segala pernak pernik diperjual-belikan. Mulai dari lukisan Van Gogh, tempelan kulkas, tas jinjing dan berbagai pernak-pernik menarik lainnya.
Museum Van Gogh Alive Jakarta sendiri resmi dibuka untuk umum mulai 7 Juli hingga 9 Oktober di Mal Taman Anggrek. Bagi kamu yang ingin berkunjung bisa membeli tiket di website resmi Van Gogh Alive atau di Tiket.com.
Jakarta, CNN Indonesia --
"I want to touch people with my art. I want them to say 'he feels deeply, he feels tenderly."
Kalimat itu langsung menyambut kedatangan pengunjung saat memasuki area museum Van Gogh Alive Jakarta yang berlokasi di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. Sketsa wajah Vincent Van Gogh juga tercetak di samping tulisan itu.
Berjalan memasuki area museum, pertama-tama pengunjung akan diajak melihat tempat tidur Van Gogh di Arles. Tempat yang jadi cikal bakal semua karya indah terlahir dari tangannya.
Tempat tidur ini juga merupakan bagian dari lukisan karya Van Gogh yang diberi judul Bedroom in Arles. Penggambarannya cukup lengkap, ada tempat tidur, meja, kursi, meja rias, dan baju serta topi yang menggantung di dinding.
Bedroom in Arles jadi salah satu karya favorit sang maestro. Lukisan kamar tidur itu tercipta saat Van Gogh dikurung di rumah sakit jiwa yang lokasinya di Saint-Remy.
Melangkah ke ruang lain, kamu akan diajak menyelami pemikiran Van Gogh yang lebih dalam. Dimulai dengan kecintaan dia terhadap bunga matahari.
Warna-warni memori sang maestro
Bunga matahari terhampar luas di salah satu lorong pameran. Memang bukan bunga asli, tapi cukup memuaskan secara visual.
'Taman' bunga matahari ini sebenarnya bentuk visualisasi dari salah satu karya Van Gogh yang cukup terkenal. Dia membuat lukisan dengan judul Sunflower yang masih dicintai penggemarnya hingga saat ini.
Setelah puas menikmati visualisasi bunga matahari dari salah satu karya Van Gogh, kamu bisa bergeser ke ruang selanjutnya. Di mana ruangan ini penuh dengan partisi yang menjelaskan semua karya Van Gogh yang akan dipamerkan dalam bentuk visualisasi interaktif di ruangan selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamu bisa mempelajari semua karya Van Gogh di sini. Penjelasannya cukup lengkap, bahkan ada yang berbahasa Inggris untuk pengunjung non lokal.
Melangkah ke ruangan selanjutnya, di sinilah semua karya Van Gogh yang berjumlah 3.000 lebih tersebut dipamerkan. Bisa dibilang, ini adalah ruangan inti dari pameran Van Gogh Alive Jakarta.
Ruangannya cukup luas, dipenuhi dengan dinding-dinding gelap yang tiap beberapa detik akan menampilkan karya Van Gogh dalam bentuk interaktif. Semua lukisan memang ditampilkan dengan teknologi multimedia.
Menikmati Karya Van Gogh dengan Teknologi Multimedia
Pengunjung menikmati pameran multisensori Van Gogh Alive di Jakarta. Kamis, 6 Juli 2023. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Teknologi ini menampilkan karya dalam bentuk nyata, dalam beberapa waktu bisa bergerak dan membuatnya terlihat lebih hidup. Misalnya, dalam lukisan terdapat burung, burung tersebut bisa terbang, bergerak menembus ruang dan waktu.
Benar-benar menikmati karya secara lebih nyata.
Tak ada larangan apapun bagi pengunjung. Bebas, pengunjung bebas memegang, berfoto atau mengambil video untuk setiap karya yang ditampilkan.
Bukan hanya itu, 'menonton' karya Van Gogh juga terasa lebih nyaman. Sebab, ruangan ini akan terus menyetel musik klasik yang membuat ruangan terasa lebih hidup.
Musiknya menenangkan sekaligus membuat nyaman bagi kamu yang ingin menyelami semua karya Vincent Van Gogh.
Kamu juga tak perlu khawatir, di ruangan ini pengunjung bebas berekspresi, entah itu mau duduk, berdiri, atau bahkan tiduran demi mendapat gambar terbaik dari setiap sisi pameran.
Puas menikmati setiap karya Van Gogh, kamu bisa bergeser ke ruangan berikutnya. Ruangan ini tidak terlalu besar, tapi lorongnya dipenuhi lampu-lampu kecil yang digantung.
Konon, ruangan ini adalah visualisasi dari lukisan paling terkenal milik Van Gogh, yakni Starry Night.
Kamu bebas mengambil foto dan videosaat berada di ruangan ini. Menariknya, bukan hanya lampu, lantai yang digunakan di ruangan ini juga didesain unik, membuat anda serasa berjalan di atas pasir ketika melangkah di ruangan ini.
Setelah selesai, kamu bisa beranjak ke ruangan berikutnya. Di sini tersedia kanvas dan alat lukis bagi pengunjung yang ingin mencoba menggambar dengan contoh lukisan dari Van Gogh.
Tapi, bagi kamu yang tak mau ikut menggambar bisa langsung bergeser ke ruangan berikutnya, tempat segala pernak pernik diperjual-belikan. Mulai dari lukisan Van Gogh, tempelan kulkas, tas jinjing dan berbagai pernak-pernik menarik lainnya.
Museum Van Gogh Alive Jakarta sendiri resmi dibuka untuk umum mulai 7 Juli hingga 9 Oktober di Mal Taman Anggrek. Bagi kamu yang ingin berkunjung bisa membeli tiket di website resmi Van Gogh Alive atau di Tiket.com.