Kepanasan, Nasib Malang Harimau Siberia di Kebun Binatang Baghdad
CNN Indonesia
Rabu, 16 Agu 2023 17:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Harimau Siberia kepanasan di Kebun Binatang Baghdad, Irak. (AFP/Ahmad AL-Rubaye)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sepasang Harimau Siberia tidak henti-hentinya terengah-engah di samping kolam di kandang kebun binatang mereka pada musim panas yang terik di Baghdad, ibu kota Irak.
Suhu pada Senin (14/8) menembus 50 derajat Celcius di Baghdad untuk dua hari berturut-turut. Kondisi itu membuat kehidupan di luar ruangan menjadi tak tertahankan bagi manusia dan hewan.
Dokter hewan Kebun Binatang di Baghdad, Wassim Sarih, menjelaskan, Harimau Siberia jauh lebih cocok untuk hidup di mana suhu turun hingga minus 20 derajat Celcius, daripada di salah satu kota terpanas di dunia.
Kebun binatang Baghdad kekurangan dana dan rusak karena kerusuhan dan salah urus selama bertahun-tahun. Fasilitas kebun binatang yang bobrok memperburuk keadaan bagi sekitar 900 koleksi hewannya termasuk singa, burung eksotis, beruang, dan monyet.
Sebagian besar kandang di kebun binatang ini terbuka dan cocok untuk hewan yang hidup di iklim panas. "Kami tidak punya satu pun untuk hewan yang terbiasa dengan hawa dingin," ucap Sarih, seperti dilansir AFP.
Dalam upaya untuk menurunkan suhu, pendingin udara dipasang di depan kandang singa, dan kolam disediakan untuk beruang dan harimau.
Irak tidak dapat menyediakan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan akibatnya kebun binatang terganggu oleh pemadaman listrik yang dapat bertahan hingga 10 jam sehari.
Direktur Kebun Binatang Baghdad, Haider Al-Zamili, mengungkapkan, tempat konservasi itu belum pernah melakukan renovasi besar sejak tahun 1970-an. Dia terpaksa puas dengan sedikit dana yang dialokasikan untuk kebun binatang dari pihak berwenang.
"Dalam kondisi seperti itu, umur hidup satwa kami lebih pendek dibandingkan dengan kebun binatang lain," katanya.
Dia menerangkan, Harimau Siberia di kebun binatang itu hidup selama 17 atau 18 tahun, sementara rekan-rekan mereka di kebun binatang lain memiliki harapan hidup 20 hingga 25 tahun, dengan panas yang membuat perbedaan.
Dokter hewan mengatakan Kebun Binatang Baghdad telah kehilangan beruang, singa, dan burung dalam beberapa tahun terakhir, beberapa di antaranya karena suhu yang melonjak akibat perubahan iklim.
PBB mengatakan Irak adalah salah satu dari lima negara di dunia yang paling tersentuh oleh dampak perubahan iklim. Saat ini negara ini menghadapi tahun keempat berturut-turut kekeringan.
Tidak ada satu pun pengunjung yang terlihat di kebun binatang ini, karena terlalu panas untuk keluar rumah. Hanya teriakan monyet dan nyanyian burung yang terdengar di Kebun Binatang Baghdad.
Seorang pegawai Kebun Binatang Baghdad, Karrar Jasse, merupakan salah satu dari sedikit orang yang terlihat berkeliaran di sekitar kebun binatang di bawah terik matahari sambil memberi makan hewan.
Seperti banyak pekerja luar ruangan di Irak yang terpapar panas, pria berusia 32 tahun itu mengatakan dia harus menafkahi keluarganya. Dia hanya menghasilkan 250.000 dinar Irak sebulan atau sekitar Rp2,9 juta.
"Gaji karyawan sangat rendah dan tidak sesuai dengan bahaya yang mereka hadapi, seperti potensi cedera atau nyeri sendi," tutur Dokter Hewan Wassim Sarih.
Sarih mengungkapkan, dia telah menghubungi pihak berwenang, termasuk pemerintah Kota Baghdad, yang bertanggung jawab atas kebun binatang, tetapi belum menemukan pejabat yang mau menerima laporannya.
Sarih memperkirakan kebun binatang itu harus segera ditutup jika tidak ada rencana renovasi yang ambisius. "Maka seluruh masyarakat akan merugi," ujarnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sepasang Harimau Siberia tidak henti-hentinya terengah-engah di samping kolam di kandang kebun binatang mereka pada musim panas yang terik di Baghdad, ibu kota Irak.
Suhu pada Senin (14/8) menembus 50 derajat Celcius di Baghdad untuk dua hari berturut-turut. Kondisi itu membuat kehidupan di luar ruangan menjadi tak tertahankan bagi manusia dan hewan.
Dokter hewan Kebun Binatang di Baghdad, Wassim Sarih, menjelaskan, Harimau Siberia jauh lebih cocok untuk hidup di mana suhu turun hingga minus 20 derajat Celcius, daripada di salah satu kota terpanas di dunia.
Kebun binatang Baghdad kekurangan dana dan rusak karena kerusuhan dan salah urus selama bertahun-tahun. Fasilitas kebun binatang yang bobrok memperburuk keadaan bagi sekitar 900 koleksi hewannya termasuk singa, burung eksotis, beruang, dan monyet.
Sebagian besar kandang di kebun binatang ini terbuka dan cocok untuk hewan yang hidup di iklim panas. "Kami tidak punya satu pun untuk hewan yang terbiasa dengan hawa dingin," ucap Sarih, seperti dilansir AFP.
Dalam upaya untuk menurunkan suhu, pendingin udara dipasang di depan kandang singa, dan kolam disediakan untuk beruang dan harimau.
Irak tidak dapat menyediakan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan akibatnya kebun binatang terganggu oleh pemadaman listrik yang dapat bertahan hingga 10 jam sehari.
Direktur Kebun Binatang Baghdad, Haider Al-Zamili, mengungkapkan, tempat konservasi itu belum pernah melakukan renovasi besar sejak tahun 1970-an. Dia terpaksa puas dengan sedikit dana yang dialokasikan untuk kebun binatang dari pihak berwenang.
"Dalam kondisi seperti itu, umur hidup satwa kami lebih pendek dibandingkan dengan kebun binatang lain," katanya.
Gara-gara Suhu Panas Irak, Harapan Hidup Satwa Jadi Lebih Pendek
Ilustrasi Harimau. (Pixabay/fmlk4u0)
Dia menerangkan, Harimau Siberia di kebun binatang itu hidup selama 17 atau 18 tahun, sementara rekan-rekan mereka di kebun binatang lain memiliki harapan hidup 20 hingga 25 tahun, dengan panas yang membuat perbedaan.
Dokter hewan mengatakan Kebun Binatang Baghdad telah kehilangan beruang, singa, dan burung dalam beberapa tahun terakhir, beberapa di antaranya karena suhu yang melonjak akibat perubahan iklim.
PBB mengatakan Irak adalah salah satu dari lima negara di dunia yang paling tersentuh oleh dampak perubahan iklim. Saat ini negara ini menghadapi tahun keempat berturut-turut kekeringan.
Tidak ada satu pun pengunjung yang terlihat di kebun binatang ini, karena terlalu panas untuk keluar rumah. Hanya teriakan monyet dan nyanyian burung yang terdengar di Kebun Binatang Baghdad.
Seorang pegawai Kebun Binatang Baghdad, Karrar Jasse, merupakan salah satu dari sedikit orang yang terlihat berkeliaran di sekitar kebun binatang di bawah terik matahari sambil memberi makan hewan.
Seperti banyak pekerja luar ruangan di Irak yang terpapar panas, pria berusia 32 tahun itu mengatakan dia harus menafkahi keluarganya. Dia hanya menghasilkan 250.000 dinar Irak sebulan atau sekitar Rp2,9 juta.
"Gaji karyawan sangat rendah dan tidak sesuai dengan bahaya yang mereka hadapi, seperti potensi cedera atau nyeri sendi," tutur Dokter Hewan Wassim Sarih.
Sarih mengungkapkan, dia telah menghubungi pihak berwenang, termasuk pemerintah Kota Baghdad, yang bertanggung jawab atas kebun binatang, tetapi belum menemukan pejabat yang mau menerima laporannya.
Sarih memperkirakan kebun binatang itu harus segera ditutup jika tidak ada rencana renovasi yang ambisius. "Maka seluruh masyarakat akan merugi," ujarnya.