Sedapnya Menyantap Ayam Pop Langsung di Tempat Kelahirannya
CNN Indonesia
Senin, 08 Apr 2024 13:16 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Menu ayam pop yang diciptakan di Rumah makan Benteng Family Indah, Bukittinggi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hidangan ayam pop sudah termasyhur di tanah air. Menu ayam pop biasanya hadir di restoran atau rumah makan khas Minang atau padang. Cerita sedapnya ayam pop sudah lama sampai ke telinga saya.
Beberapa kali menyantapnya di sejumlah restoran di Jakarta, belum benar-benar memuaskan selera. Ketika saya bersama Tim CNNIndonesia.com melakukan perjalanan Jelajah Jalur Sumatera 2024 dan singgah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, ayam pop adalah yang pertama diingat.
Ayam pop disebut lahir di rumah makan bernama Family Benteng Indah yang terdapat di Bukittinggi. Tak perlu berpikir panjang untuk mendatangi rumah makan legendaris tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi restorannya berada tepat di sebelah objek wisata Benteng Fort de Kock. Rumah makan ini sudah ada tahun 1947, namun baru pindah ke sebelah Benteng Fort de Kock sejak tahun 1950-an.
Ganysa, cucu dari Sutan Mangkuto, pemilik pertama rumah makan Family Benteng Indah, bercerita kepada CNNIndonesia.com bagaimana proses terciptanya ayam pop pertama kali. Menurut dia, awalnya menu rumah makan ini hanya ayam goreng yang biasanya digoreng garing.
"Jadi waktu itu, restoran lagi ramai banget yang beli, lalu ada salah satu tamu atau pelanggan yang menunggu bilang ke kakek untuk mencoba ayam digoreng sebentar saja," kata Ganysa kepada CNNIndonesia.com.
"Dia cuma pengin ayamnya, cuma intinya dimasak setengah matang saja. Dicoba, ternyata itu enak dan pelanggan banyak yang suka. Sampailah sampai sekarang kayak gini," tambahnya.
Ganysa juga mengungkapkan dari mana asal nama ayam pop, yang kini sudah menjadi masakan khas dari Sumatera Barat. "Ayam pop, pop itu berasal dari popular. Jadi kita singkatnya jadi ayam pop sampai sekarang," ucapnya.
Dulu, pertama kali melihat ayam pop di barisan lauk rumah makan minang, jujur saja penampilannya kalah menarik dari masakan-masakan lain seperti rendang, ayam bakar, gulai, dan yang lainnya.
Menu ayam pop di Rumah makan Benteng Family Indah, Bukittinggi yang terkenal lezat dan legendaris. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Ia tampak pucat dan kurang menggugah selera. Yang unik, tidak semua rumah makan Minang menjual menu ayam pop. Saya pun setelah mengetahui bahwa ayam pop adalah hidangan legendaris Minang yang lezat, baru mau mencobanya.
Di Bukittinggi, kami langsung mencicipi ayam pop asli dari rumah makan yang menciptakannya. Ketika disajikan, pelayan Rumah Makan Benteng Family Indah juga meletakkan hidangan lain. Bedanya, jika hidangan lain ditaruh di atas piring putih, ayam pop yang tampak berkilau diletakkan di atas piring cokelat transparan.
Simak video perjalanan CNN Indonesia dalam Jelajah Jalur Sumatera:
Pertama kali memasukkannya ke mulut, tekstur daging ayamnya terasa lembut. Menurut Ganysa, ayam yang digunakan adalah jenis pejantan. Bumbunya terasa ringan, saya memilih menyantapnya simple saja yakni dengan dicocol bareng sambal merahnya.
Sambal merah untuk ayam pop disajikan dalam piring kecil, yang terdapat potongan tomat. Rasa asam dan pedas dari sambal berpadu dengan tekstur lembut ayam pop menghadirkan kenikmatan yang memanjakan lidah.
Dimakan dengan nasi hangat juga cocok. Saya sendiri menyantap tiga potong ayam pop tanpa nasi dan berhasil menahan diri mengambil potongan keempat.
Ganysa membeberkan bahwa tentu saja ayam pop restorannya memiliki resep rahasia. Resep dan proses masaknya itu juga telah diajarkan dari kakek ke papanya, yang kemudian diturunkan ke anak-anaknya, termasuk Ganysa.
Restoran ini hanya memiliki satu cabang, di mana lokasinya sama-sama di Bukittinggi, tepatnya di samping Bioskop Sovia Lama. Dinamai Benteng Family Indah, karena restoran ini lokasinya dekat dengan Benteng Fort de Kock.
Ayam pop memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan, dalam satu hari, restoran Benteng Family Indah pernah menjual seribu ekor untuk menu ayam pop dalam sehari ketika pesanan sedang tinggi-tingginya.
Rumah makan Benteng Family Indah yang pertama kali mengenalkan menu ayam pop di Bukittinggi, Sumatera Barat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Untuk memasak hidangan khusus ayam pop, restoran ini hanya memercayakannya kepada satu orang dari mulai proses potong sampai masak. Yang menarik, koki untuk memasak menu ayam pop juga turun-temurun dari ayah ke anaknya.
"Iya kebetulan, yang tukang masak ayam pop sekarang ini, belajarnya dari ada bapaknya juga, yang dulu jadi koki di sini, dia ngajarin anaknya. Anaknya tukang masak menu lain di sini juga, sebelum bapaknya meninggal, diajarin ke anaknya," tutur Ganysa.
Bagi kalian yang penasaran ingin mencoba makan ayam pop di rumah makan yang menciptakannya, jangan ragu untuk mampir dan mencicipnya. Sedapnya ayam pop Benteng Family Indah membuat kami ingin segera kembali ke Bukittinggi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hidangan ayam pop sudah termasyhur di tanah air. Menu ayam pop biasanya hadir di restoran atau rumah makan khas Minang atau padang. Cerita sedapnya ayam pop sudah lama sampai ke telinga saya.
Beberapa kali menyantapnya di sejumlah restoran di Jakarta, belum benar-benar memuaskan selera. Ketika saya bersama Tim CNNIndonesia.com melakukan perjalanan Jelajah Jalur Sumatera 2024 dan singgah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, ayam pop adalah yang pertama diingat.
Ayam pop disebut lahir di rumah makan bernama Family Benteng Indah yang terdapat di Bukittinggi. Tak perlu berpikir panjang untuk mendatangi rumah makan legendaris tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi restorannya berada tepat di sebelah objek wisata Benteng Fort de Kock. Rumah makan ini sudah ada tahun 1947, namun baru pindah ke sebelah Benteng Fort de Kock sejak tahun 1950-an.
Ganysa, cucu dari Sutan Mangkuto, pemilik pertama rumah makan Family Benteng Indah, bercerita kepada CNNIndonesia.com bagaimana proses terciptanya ayam pop pertama kali. Menurut dia, awalnya menu rumah makan ini hanya ayam goreng yang biasanya digoreng garing.
"Jadi waktu itu, restoran lagi ramai banget yang beli, lalu ada salah satu tamu atau pelanggan yang menunggu bilang ke kakek untuk mencoba ayam digoreng sebentar saja," kata Ganysa kepada CNNIndonesia.com.
"Dia cuma pengin ayamnya, cuma intinya dimasak setengah matang saja. Dicoba, ternyata itu enak dan pelanggan banyak yang suka. Sampailah sampai sekarang kayak gini," tambahnya.
Ganysa juga mengungkapkan dari mana asal nama ayam pop, yang kini sudah menjadi masakan khas dari Sumatera Barat. "Ayam pop, pop itu berasal dari popular. Jadi kita singkatnya jadi ayam pop sampai sekarang," ucapnya.
Dulu, pertama kali melihat ayam pop di barisan lauk rumah makan minang, jujur saja penampilannya kalah menarik dari masakan-masakan lain seperti rendang, ayam bakar, gulai, dan yang lainnya.
Menu ayam pop di Rumah makan Benteng Family Indah, Bukittinggi yang terkenal lezat dan legendaris. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Ia tampak pucat dan kurang menggugah selera. Yang unik, tidak semua rumah makan Minang menjual menu ayam pop. Saya pun setelah mengetahui bahwa ayam pop adalah hidangan legendaris Minang yang lezat, baru mau mencobanya.
Di Bukittinggi, kami langsung mencicipi ayam pop asli dari rumah makan yang menciptakannya. Ketika disajikan, pelayan Rumah Makan Benteng Family Indah juga meletakkan hidangan lain. Bedanya, jika hidangan lain ditaruh di atas piring putih, ayam pop yang tampak berkilau diletakkan di atas piring cokelat transparan.
Simak video perjalanan CNN Indonesia dalam Jelajah Jalur Sumatera:
Tekstur Lembut Ayam Pop Bercampur Sambal Merah Asam Pedas
Rumah Makan Benteng Family Indah di Bukitinggi tinggi yang melahirkan menu ayam pop. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pertama kali memasukkannya ke mulut, tekstur daging ayamnya terasa lembut. Menurut Ganysa, ayam yang digunakan adalah jenis pejantan. Bumbunya terasa ringan, saya memilih menyantapnya simple saja yakni dengan dicocol bareng sambal merahnya.
Sambal merah untuk ayam pop disajikan dalam piring kecil, yang terdapat potongan tomat. Rasa asam dan pedas dari sambal berpadu dengan tekstur lembut ayam pop menghadirkan kenikmatan yang memanjakan lidah.
Dimakan dengan nasi hangat juga cocok. Saya sendiri menyantap tiga potong ayam pop tanpa nasi dan berhasil menahan diri mengambil potongan keempat.
Ganysa membeberkan bahwa tentu saja ayam pop restorannya memiliki resep rahasia. Resep dan proses masaknya itu juga telah diajarkan dari kakek ke papanya, yang kemudian diturunkan ke anak-anaknya, termasuk Ganysa.
Restoran ini hanya memiliki satu cabang, di mana lokasinya sama-sama di Bukittinggi, tepatnya di samping Bioskop Sovia Lama. Dinamai Benteng Family Indah, karena restoran ini lokasinya dekat dengan Benteng Fort de Kock.
Ayam pop memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan, dalam satu hari, restoran Benteng Family Indah pernah menjual seribu ekor untuk menu ayam pop dalam sehari ketika pesanan sedang tinggi-tingginya.
Rumah makan Benteng Family Indah yang pertama kali mengenalkan menu ayam pop di Bukittinggi, Sumatera Barat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Untuk memasak hidangan khusus ayam pop, restoran ini hanya memercayakannya kepada satu orang dari mulai proses potong sampai masak. Yang menarik, koki untuk memasak menu ayam pop juga turun-temurun dari ayah ke anaknya.
"Iya kebetulan, yang tukang masak ayam pop sekarang ini, belajarnya dari ada bapaknya juga, yang dulu jadi koki di sini, dia ngajarin anaknya. Anaknya tukang masak menu lain di sini juga, sebelum bapaknya meninggal, diajarin ke anaknya," tutur Ganysa.
Bagi kalian yang penasaran ingin mencoba makan ayam pop di rumah makan yang menciptakannya, jangan ragu untuk mampir dan mencicipnya. Sedapnya ayam pop Benteng Family Indah membuat kami ingin segera kembali ke Bukittinggi.