Fenomena Pilot Gemar Eksis di TikTok, Ada Risiko Bahayakan Penerbangan

CNN Indonesia
Rabu, 09 Jul 2025 09:45 WIB
Fenomena Pilot Gemar Eksis di TikTok, Ada Risiko Bahayakan Penerbangan
Ilustrasi pilot. (iStockphoto/ViktorCap)

"Kami mengakui bahwa mayoritas pilot berperilaku profesional dan bertanggung jawab, serta memahami risiko penggunaan perangkat pribadi yang tidak tepat selama bertugas," kata Waites.

"Namun, industri penerbangan tidak kebal terhadap popularitas konten media sosial, dan risiko konsekuensi yang tidak diinginkan sangat nyata," tambahnya.

Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (UK Civil Aviation Authority) menegaskan, sebagai regulator keselamatan penerbangan Inggris, tugas mereka adalah memastikan operator maskapai mengelola risiko dengan tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada tanggung jawab pada operator untuk mengelola risiko yang dapat mereka cegah, dan kami mengharapkan aturan 'kokpit aman' ditegakkan, yang menghilangkan gangguan bagi pilot selama fase penerbangan kritis," terangnya.

Meski beberapa maskapai melihat penggunaan media sosial oleh pilot sebagai bentuk promosi positif, laporan ini menekankan perlunya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keselamatan.

CHIRP menyarankan pilot mempertimbangkan dengan cermat kapan mereka menggunakan ponsel pribadi di sisi udara atau saat pesawat mengudara, memastikan tidak melanggar aturan dan bahwa video yang diunggah dapat terhindari dari sorotan opini publik.

Mengambil foto atau merekam video dari kokpit tidak melanggar hukum, namun membahayakan operasi pesawat merupakan tindakan kriminal. Dengan semakin maraknya tren ini, industri penerbangan dihadapkan pada tantangan untuk menjaga profesionalisme pilot di era media sosial tanpa mengorbankan keselamatan penumpang.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pilot maskapai penerbangan yang mengambil selfie atau merekam video di dalam kokpit selama penerbangan atau di area sisi udara (airside) dinilai berisiko membahayakan keselamatan penumpang.

Peringatan itu disampaikan oleh sejumlah asosiasi industri penerbangan. Penggunaan kamera dan ponsel di kokpit telah dikaitkan dengan beberapa insiden serius yang berdampak pada keselamatan penerbangan.

Sejumlah pilot kini menjadi sensasi di media sosial seperti Instagram dan TikTok, mengumpulkan ribuan pengikut dengan mengunggah foto dan video diri mereka saat menerbangkan atau mengendalikan pesawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski beberapa maskapai menoleransi penggunaan media sosial oleh pilot, laporan terbaru menyoroti bagaimana penggunaan ponsel untuk membuat konten daring dapat menimbulkan risiko nyata, termasuk mengungkap informasi sensitif terkait keamanan di sisi udara.

Salah satu insiden yang dilaporkan menyebutkan sebuah kamera yang tersangkut di dekat alat kontrol penerbangan menyebabkan pesawat menukik tajam, melukai penumpang. Dalam kasus lain, seorang pilot Inggris yang tak disebutkan namanya merekam video bergaya selfie di landasan saat melakukan inspeksi keselamatan.

Laporan anonim yang dikirim ke Confidential Human Factors Incident Reporting Programme (CHIRP) menyebutkan bahwa pilot tersebut mengunggah beberapa video yang direkam selama fase penerbangan kritis, seperti saat taxiing, memasuki landasan pacu, dan mendarat. Aktivitas ini dianggap "tak pelak menyebabkan gangguan" pada operasi pesawat.

Insiden ketiga melibatkan ponsel yang digunakan pilot untuk keperluan pribadi selama penerbangan. Ponsel tersebut terjatuh di antara kursi dan pedestal, lalu mulai mengeluarkan asap di dalam kokpit.

CHIRP, organisasi yang berupaya meningkatkan keselamatan di udara dan laut, menyatakan, "Aktivitas 'selfie' seperti ini sangat umum sekarang, dan ada keseimbangan sulit antara mempromosikan maskapai atau industri secara positif dan berdampak negatif pada keselamatan."

"Beberapa pilot memiliki ego begitu besar hingga hampir tak ada ruang bagi kru lain di pesawat," ujar seorang sumber yang tak disebutkan namanya, seperti dilansir Stuff.

"Mereka seharusnya fokus penuh pada menerbangkan pesawat, tapi malah gemar memakai kacamata aviator dan merekam diri mereka di depan kontrol. Ini seperti anak kecil di dalam diri mereka yang berbicara," lanjutnya.

Joji Waites, Direktur Keselamatan Penerbangan di BALPA, serikat pilot Inggris, mendukung laporan dari Federasi Asosiasi Pilot Maskapai Internasional (IFALPA).

Pilot Harus Paham Risiko Penggunaan Perangkat Pribadi Saat Bertugas di Kokpit

Ilustrasi pilot di kokpit pesawat. (Picjumbo/Viktor Hanacek)

"Kami mengakui bahwa mayoritas pilot berperilaku profesional dan bertanggung jawab, serta memahami risiko penggunaan perangkat pribadi yang tidak tepat selama bertugas," kata Waites.

"Namun, industri penerbangan tidak kebal terhadap popularitas konten media sosial, dan risiko konsekuensi yang tidak diinginkan sangat nyata," tambahnya.

Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (UK Civil Aviation Authority) menegaskan, sebagai regulator keselamatan penerbangan Inggris, tugas mereka adalah memastikan operator maskapai mengelola risiko dengan tepat.

"Ada tanggung jawab pada operator untuk mengelola risiko yang dapat mereka cegah, dan kami mengharapkan aturan 'kokpit aman' ditegakkan, yang menghilangkan gangguan bagi pilot selama fase penerbangan kritis," terangnya.

Meski beberapa maskapai melihat penggunaan media sosial oleh pilot sebagai bentuk promosi positif, laporan ini menekankan perlunya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keselamatan.

CHIRP menyarankan pilot mempertimbangkan dengan cermat kapan mereka menggunakan ponsel pribadi di sisi udara atau saat pesawat mengudara, memastikan tidak melanggar aturan dan bahwa video yang diunggah dapat terhindari dari sorotan opini publik.

Mengambil foto atau merekam video dari kokpit tidak melanggar hukum, namun membahayakan operasi pesawat merupakan tindakan kriminal. Dengan semakin maraknya tren ini, industri penerbangan dihadapkan pada tantangan untuk menjaga profesionalisme pilot di era media sosial tanpa mengorbankan keselamatan penumpang.


HALAMAN:
1 2