5 Kalimat Positif Ini Harus Sering Didengar Anak agar Percaya Diri
CNN Indonesia
Kamis, 24 Jul 2025 16:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Ada beberapa kalimat positif yang harus sering didengar anak. (Istockphoto/ Fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Apa pun yang dilakukan anak tak jauh dari perilaku kita sebagai orang tua.
Jadi, kalau ingin mendidik anak agar tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, termotivasi, dan selalu positif, orang tua wajib memberikan contoh yang baik.
Salah satu cara efektif yaitu dengan sering melontarkan kata-kata positif dan kata-kata afirmasi saat berkomunikasi dengan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat-kalimat ini mampu membentuk karakter anak agar berkembang menjadi pribadi yang kuat dan penuh semangat.
Lalu, apa saja kalimat positif yang sebaiknya didengar anak setiap hari? Berikut ulasannya.
Bagi orang tua, perlu dicatat pula ada kata-kata yang tidak boleh diucapkan. Misalnya, kata-kata yang bernada meremehkan perasaan anak, seperti 'Jangan menangis, gitu saja kok nangis!'.
Ini justru dapat merugikan perkembangan emosional mereka. Menurut psikolog Crystal Saidi, kalimat seperti itu membuat anak merasa emosinya tidak penting.
"Pernyataan semacam ini membuat emosi anak tidak dihargai dan mengajarkan kepada mereka bahwa perasaan mereka salah atau tidak penting. Seiring waktu, anak mungkin kesulitan mengatur emosi, belajar menekan perasaannya, atau percaya bahwa emosinya adalah beban," tutur Saidi, seperti dikutip dari Parade.
Berikut adalah 5 kata-kata afirmasi dan kalimat positif yang wajib sering didengar anak agar rasa percaya dirinya tumbuh dengan baik.
1. "Ayah/Ibu mencintaimu apa adanya."
Ilustrasi. Ada beberapa kalimat positif yang harus sering didengar anak dari orang tua. (iStock/imtmphoto)
Kasih sayang tanpa syarat adalah hadiah terbesar yang bisa diberikan orang tua kepada anak. Ungkapkan rasa sayang ini secara rutin agar anak merasa dicintai dan dihargai tanpa harus sempurna.
Kalimat ini dapat menciptakan ruang emosional yang aman bagi anak untuk menjadi diri sendiri. Dengan begitu, anak tahu bahwa cinta orang tua tidak bergantung pada prestasi atau kesalahan mereka.
2. "Terima kasih."
Menurut Motherly, setiap anak butuh motivasi dan kehangatan dari orang tua. Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas hal-hal kecil yang mereka lakukan, seperti merapikan mainan atau membantu saudaranya.
Contohnya, 'Terima kasih sudah membantu adik memakai sepatu!' atau 'Anak pintar! Kamu sudah menyikat gigi tanpa disuruh'.
Namun, pastikan anak juga tahu kalau mereka lebih dari sekadar prestasi yang mereka raih. Berterima kasih karena anak selalu sehat dan ceria juga penting bagi orang tua.
Simak kalimat positif yang harus didengar anak lainnya di halaman berikutnya..
3. "Kamu pasti bisa melakukannya."
Kata-kata positif ini sangat penting untuk menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri pada anak. Hindari mengatakan, 'Kamu tidak bisa' karena bisa membuat anak merasa rendah diri dan kehilangan semangat.
Kalimat sederhana seperti 'Kamu pasti bisa' dapat memberikan optimisme dan pandangan positif yang akan dibawa anak sepanjang hidupnya. Ini adalah dorongan sederhana yang membangun keyakinan diri anak.
Orang tua yang percaya kepada kemampuan anak tentunya dapat membantu anak mengembangkan identitas dan harga diri. Anak perlu merasakan kepercayaan dari orang tua agar berani mengeksplorasi dunia di sekitarnya.
Melalui pengalaman tersebut, anak belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Kalimat ini menjadi fondasi bagi anak untuk tumbuh mandiri dan yakin pada pilihan mereka.
5. "Tidak apa-apa merasa seperti itu."
Di usia belia, anak-anak masih belum bisa memahami emosinya sendiri. Jika orang tua sudah mengatur kapan boleh menangis atau marah, ke depannya anak-anak akan kesulitan mengelola emosinya.
Jadi, penting bagi orang tua untuk mengakui dan menerima perasaan anak, karena ini sangat penting untuk kesehatan emosional anak.
Misalnya, jika anak merasa marah dan menunjukkan perilaku agresif, orang tua bisa berkata, 'Kamu sedang marah, itu wajar. Kamu boleh marah, tetapi jangan pukul temanmu, pukul bantal ini saja'.
Memberi kata-kata yang tepat, seperti 'sebal' atau 'marah' sekaligus menyediakan cara sehat untuk mengekspresikan emosi, membantu anak mengelola perasaannya.
Memberikan kata-kata positif dan kata-kata afirmasi secara konsisten pada anak bukan hanya membangun rasa percaya diri, tetapi juga membantu mereka mengembangkan kecerdasan emosional yang sehat.
Orang tua adalah cermin bagi anak, jadi berikan contoh yang baik dan dukungan yang hangat setiap hari. Jangan ragu mulai praktekkan kalimat-kalimat positif ini dalam keseharian keluarga sebelum terlambat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Apa pun yang dilakukan anak tak jauh dari perilaku kita sebagai orang tua.
Jadi, kalau ingin mendidik anak agar tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, termotivasi, dan selalu positif, orang tua wajib memberikan contoh yang baik.
Salah satu cara efektif yaitu dengan sering melontarkan kata-kata positif dan kata-kata afirmasi saat berkomunikasi dengan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat-kalimat ini mampu membentuk karakter anak agar berkembang menjadi pribadi yang kuat dan penuh semangat.
Lalu, apa saja kalimat positif yang sebaiknya didengar anak setiap hari? Berikut ulasannya.
Bagi orang tua, perlu dicatat pula ada kata-kata yang tidak boleh diucapkan. Misalnya, kata-kata yang bernada meremehkan perasaan anak, seperti 'Jangan menangis, gitu saja kok nangis!'.
Ini justru dapat merugikan perkembangan emosional mereka. Menurut psikolog Crystal Saidi, kalimat seperti itu membuat anak merasa emosinya tidak penting.
"Pernyataan semacam ini membuat emosi anak tidak dihargai dan mengajarkan kepada mereka bahwa perasaan mereka salah atau tidak penting. Seiring waktu, anak mungkin kesulitan mengatur emosi, belajar menekan perasaannya, atau percaya bahwa emosinya adalah beban," tutur Saidi, seperti dikutip dari Parade.
Berikut adalah 5 kata-kata afirmasi dan kalimat positif yang wajib sering didengar anak agar rasa percaya dirinya tumbuh dengan baik.
1. "Ayah/Ibu mencintaimu apa adanya."
Ilustrasi. Ada beberapa kalimat positif yang harus sering didengar anak dari orang tua. (iStock/imtmphoto)
Kasih sayang tanpa syarat adalah hadiah terbesar yang bisa diberikan orang tua kepada anak. Ungkapkan rasa sayang ini secara rutin agar anak merasa dicintai dan dihargai tanpa harus sempurna.
Kalimat ini dapat menciptakan ruang emosional yang aman bagi anak untuk menjadi diri sendiri. Dengan begitu, anak tahu bahwa cinta orang tua tidak bergantung pada prestasi atau kesalahan mereka.
2. "Terima kasih."
Menurut Motherly, setiap anak butuh motivasi dan kehangatan dari orang tua. Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas hal-hal kecil yang mereka lakukan, seperti merapikan mainan atau membantu saudaranya.
Contohnya, 'Terima kasih sudah membantu adik memakai sepatu!' atau 'Anak pintar! Kamu sudah menyikat gigi tanpa disuruh'.
Namun, pastikan anak juga tahu kalau mereka lebih dari sekadar prestasi yang mereka raih. Berterima kasih karena anak selalu sehat dan ceria juga penting bagi orang tua.
Simak kalimat positif yang harus didengar anak lainnya di halaman berikutnya..
Kalimat Positif yang Harus Sering Didengar Anak
Ilustrasi. Ada beberapa kalimat positif yang harus sering didengar anak. (Istockphoto/ Fizkes)
3. "Kamu pasti bisa melakukannya."
Kata-kata positif ini sangat penting untuk menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri pada anak. Hindari mengatakan, 'Kamu tidak bisa' karena bisa membuat anak merasa rendah diri dan kehilangan semangat.
Kalimat sederhana seperti 'Kamu pasti bisa' dapat memberikan optimisme dan pandangan positif yang akan dibawa anak sepanjang hidupnya. Ini adalah dorongan sederhana yang membangun keyakinan diri anak.
Orang tua yang percaya kepada kemampuan anak tentunya dapat membantu anak mengembangkan identitas dan harga diri. Anak perlu merasakan kepercayaan dari orang tua agar berani mengeksplorasi dunia di sekitarnya.
Melalui pengalaman tersebut, anak belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Kalimat ini menjadi fondasi bagi anak untuk tumbuh mandiri dan yakin pada pilihan mereka.
5. "Tidak apa-apa merasa seperti itu."
Di usia belia, anak-anak masih belum bisa memahami emosinya sendiri. Jika orang tua sudah mengatur kapan boleh menangis atau marah, ke depannya anak-anak akan kesulitan mengelola emosinya.
Jadi, penting bagi orang tua untuk mengakui dan menerima perasaan anak, karena ini sangat penting untuk kesehatan emosional anak.
Misalnya, jika anak merasa marah dan menunjukkan perilaku agresif, orang tua bisa berkata, 'Kamu sedang marah, itu wajar. Kamu boleh marah, tetapi jangan pukul temanmu, pukul bantal ini saja'.
Memberi kata-kata yang tepat, seperti 'sebal' atau 'marah' sekaligus menyediakan cara sehat untuk mengekspresikan emosi, membantu anak mengelola perasaannya.
Memberikan kata-kata positif dan kata-kata afirmasi secara konsisten pada anak bukan hanya membangun rasa percaya diri, tetapi juga membantu mereka mengembangkan kecerdasan emosional yang sehat.
Orang tua adalah cermin bagi anak, jadi berikan contoh yang baik dan dukungan yang hangat setiap hari. Jangan ragu mulai praktekkan kalimat-kalimat positif ini dalam keseharian keluarga sebelum terlambat.