Stelvio Pass, Jalanan Mahakarya Menaklukkan 48 Tikungan Super Tajam
CNN Indonesia
Kamis, 31 Jul 2025 16:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Stelvio Pass jalanan ekstrem dengan 48 tikungan tajam. (iStockphoto/michaklootwijk)
Jakarta, CNN Indonesia --
Stelvio Pass atau yang dikenal dengan Passo dello Stelvio dalam bahasa Italia dan Stilfser Joch dalam bahasa Jerman adalah salah satu jalur pegunungan tertinggi dan paling ikonik di Pegunungan Alpen Timur.
Terletak di Italia utara, jalanan ekstrem ini bukan hanya sekadar jalan, melainkan sebuah mahakarya teknik, daya tarik wisata yang memukau, dan ujian sejati bagi setiap pengendara yang berani menaklukkannya.
Dengan keunikan, sejarah panjang, dan tantangan yang tiada henti, Stelvio Pass telah mengukuhkan dirinya sebagai legenda di kalangan para penggemar otomotif, sepeda motor, dan pesepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang membuat Stelvio Pass begitu istimewa? Jawabannya terletak pada desainnya yang luar biasa. Jalan ini memiliki 48 tikungan sangat tajam (hairpin turns) di sisi timur (dari Prato allo Stelvio) dan 36 di sisi barat (dari Bormio).
Sisi timur, dengan deretan tikungan tajam yang terlihat seperti untaian pita di lereng gunung, adalah pemandangan paling terkenal dan sering diabadikan dalam foto. Setiap tikungan diberi nomor, menghitung mundur dari atas, menambah sensasi pencapaian saat Anda melaju melewatinya.
Pemandangan dari puncaknya, pada ketinggian 2.757 meter di atas permukaan laut, sungguh menakjubkan, menawarkan panorama pegunungan Alpen yang luas dan gletser yang berkilauan.
Stelvio Pass terletak di Provinsi Sondrio, Lombardy, dan Provinsi Bolzano, Tyrol Selatan, Italia. Jalan ini menghubungkan Lembah Adda dengan Lembah Trafoi, melintasi taman nasional Stelvio yang menakjubkan. Lokasinya yang terpencil, namun dapat diakses, menjadikannya destinasi impian bagi mereka yang mencari petualangan di tengah alam liar.
Pembangunan Stelvio Pass adalah sebuah prestasi teknik yang luar biasa untuk masanya. Dibangun antara tahun 1820 dan 1825 atas perintah Kaisar Franz I dari Austria untuk menghubungkan provinsi Lombardy yang baru dengan Austria, jalan ini dirancang oleh insinyur Carlo Donegani.
Tujuannya bukan hanya militer, tetapi juga untuk memfasilitasi perdagangan. Mengingat medan yang sulit dan teknologi yang terbatas saat itu, pembangunan jalan sepanjang sekitar 24 kilometer dengan begitu banyak tikungan tajam adalah bukti ketekunan dan keahlian para pekerja.
Melansir Merano-Suedtirol, sejak pembangunannya, Stelvio Pass telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah, termasuk pertempuran selama Perang Dunia I.
Meskipun keindahannya, Stelvio Pass tidak luput dari masalah. Salah satu masalah utamanya adalah kemacetan, terutama selama musim puncak (musim panas). Ribuan mobil, sepeda motor, dan sepeda berebut ruang di jalan yang sempit dan berliku, mengurangi kenikmatan berkendara.
Selain itu, kondisi cuaca di ketinggian ini bisa sangat tidak terduga. Salju bisa turun bahkan di bulan-bulan musim panas, dan kabut tebal bisa mengurangi jarak pandang secara drastis, meningkatkan risiko kecelakaan. Perawatan jalan juga menjadi tantangan, mengingat kerusakan yang sering terjadi akibat cuaca ekstrem dan lalu lintas padat.
Bagi para pengendara, Stelvio Pass adalah sebuah panggilan. Cerita-cerita tentang menaklukkan tikungan demi tikungan, merasakan adrenalin memompa di setiap tanjakan, dan akhirnya mencapai puncak dengan pemandangan yang tak terlupakan, selalu menjadi topik hangat.
Banyak pesepeda profesional dan amatir menganggapnya sebagai salah satu jalanan mendaki paling menantang di dunia. Bagi pengendara motor, suara mesin yang meraung di antara pegunungan dan sensasi menikung tajam adalah pengalaman yang tak tertandingi.
Selain sensasi berkendara, di puncak Stelvio Pass Anda akan menemukan beberapa toko suvenir, restoran, dan hotel kecil. Ini adalah tempat yang sempurna untuk beristirahat, mengisi perut, dan membeli kenang-kenangan.
Selama musim dingin, jalan ini biasanya ditutup karena salju tebal, menjadikannya surga bagi para pemain ski dan snowboarder yang menggunakan fasilitas di dekatnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah antara bulan Juni dan Oktober, meskipun selalu disarankan untuk memeriksa kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Stelvio Pass dapat predikat "Jalan Terbaik di Dunia" dari acara televisi populer Inggris, Top Gear. Ajang balap sepeda legendaris Giro d'Italia juga berlangsung di jalanan ini.
Di dekat puncak Stelvio Pass, terdapat area ski gletser bernama Passo dello Stelvio Ski Resort. Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di mana Anda dapat bermain ski bahkan di musim panas, berkat keberadaan gletser. Nah, penasaran bukan untuk singgah ke Stelvio Pass apabila kamu ada kesempatan melancong ke Italia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Stelvio Pass atau yang dikenal dengan Passo dello Stelvio dalam bahasa Italia dan Stilfser Joch dalam bahasa Jerman adalah salah satu jalur pegunungan tertinggi dan paling ikonik di Pegunungan Alpen Timur.
Terletak di Italia utara, jalanan ekstrem ini bukan hanya sekadar jalan, melainkan sebuah mahakarya teknik, daya tarik wisata yang memukau, dan ujian sejati bagi setiap pengendara yang berani menaklukkannya.
Dengan keunikan, sejarah panjang, dan tantangan yang tiada henti, Stelvio Pass telah mengukuhkan dirinya sebagai legenda di kalangan para penggemar otomotif, sepeda motor, dan pesepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang membuat Stelvio Pass begitu istimewa? Jawabannya terletak pada desainnya yang luar biasa. Jalan ini memiliki 48 tikungan sangat tajam (hairpin turns) di sisi timur (dari Prato allo Stelvio) dan 36 di sisi barat (dari Bormio).
Sisi timur, dengan deretan tikungan tajam yang terlihat seperti untaian pita di lereng gunung, adalah pemandangan paling terkenal dan sering diabadikan dalam foto. Setiap tikungan diberi nomor, menghitung mundur dari atas, menambah sensasi pencapaian saat Anda melaju melewatinya.
Pemandangan dari puncaknya, pada ketinggian 2.757 meter di atas permukaan laut, sungguh menakjubkan, menawarkan panorama pegunungan Alpen yang luas dan gletser yang berkilauan.
Stelvio Pass terletak di Provinsi Sondrio, Lombardy, dan Provinsi Bolzano, Tyrol Selatan, Italia. Jalan ini menghubungkan Lembah Adda dengan Lembah Trafoi, melintasi taman nasional Stelvio yang menakjubkan. Lokasinya yang terpencil, namun dapat diakses, menjadikannya destinasi impian bagi mereka yang mencari petualangan di tengah alam liar.
Pembangunan Stelvio Pass adalah sebuah prestasi teknik yang luar biasa untuk masanya. Dibangun antara tahun 1820 dan 1825 atas perintah Kaisar Franz I dari Austria untuk menghubungkan provinsi Lombardy yang baru dengan Austria, jalan ini dirancang oleh insinyur Carlo Donegani.
Tujuannya bukan hanya militer, tetapi juga untuk memfasilitasi perdagangan. Mengingat medan yang sulit dan teknologi yang terbatas saat itu, pembangunan jalan sepanjang sekitar 24 kilometer dengan begitu banyak tikungan tajam adalah bukti ketekunan dan keahlian para pekerja.
Melansir Merano-Suedtirol, sejak pembangunannya, Stelvio Pass telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah, termasuk pertempuran selama Perang Dunia I.
Meskipun keindahannya, Stelvio Pass tidak luput dari masalah. Salah satu masalah utamanya adalah kemacetan, terutama selama musim puncak (musim panas). Ribuan mobil, sepeda motor, dan sepeda berebut ruang di jalan yang sempit dan berliku, mengurangi kenikmatan berkendara.
Tantangan dan Pemandangan Kala Melewati Stelvio Pass
Gletser di Pegunungan Alpen, Italia. (REUTERS/ALPINE RESCUE SERVICES)
Selain itu, kondisi cuaca di ketinggian ini bisa sangat tidak terduga. Salju bisa turun bahkan di bulan-bulan musim panas, dan kabut tebal bisa mengurangi jarak pandang secara drastis, meningkatkan risiko kecelakaan. Perawatan jalan juga menjadi tantangan, mengingat kerusakan yang sering terjadi akibat cuaca ekstrem dan lalu lintas padat.
Bagi para pengendara, Stelvio Pass adalah sebuah panggilan. Cerita-cerita tentang menaklukkan tikungan demi tikungan, merasakan adrenalin memompa di setiap tanjakan, dan akhirnya mencapai puncak dengan pemandangan yang tak terlupakan, selalu menjadi topik hangat.
Banyak pesepeda profesional dan amatir menganggapnya sebagai salah satu jalanan mendaki paling menantang di dunia. Bagi pengendara motor, suara mesin yang meraung di antara pegunungan dan sensasi menikung tajam adalah pengalaman yang tak tertandingi.
Selain sensasi berkendara, di puncak Stelvio Pass Anda akan menemukan beberapa toko suvenir, restoran, dan hotel kecil. Ini adalah tempat yang sempurna untuk beristirahat, mengisi perut, dan membeli kenang-kenangan.
Selama musim dingin, jalan ini biasanya ditutup karena salju tebal, menjadikannya surga bagi para pemain ski dan snowboarder yang menggunakan fasilitas di dekatnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah antara bulan Juni dan Oktober, meskipun selalu disarankan untuk memeriksa kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Stelvio Pass dapat predikat "Jalan Terbaik di Dunia" dari acara televisi populer Inggris, Top Gear. Ajang balap sepeda legendaris Giro d'Italia juga berlangsung di jalanan ini.
Di dekat puncak Stelvio Pass, terdapat area ski gletser bernama Passo dello Stelvio Ski Resort. Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di mana Anda dapat bermain ski bahkan di musim panas, berkat keberadaan gletser. Nah, penasaran bukan untuk singgah ke Stelvio Pass apabila kamu ada kesempatan melancong ke Italia.