Alasan 75% Gen Z Lebih Memilih Sewa Hunian, Bukan Sekadar Tren

Advertorial | CNN Indonesia
Kamis, 28 Agu 2025 14:09 WIB
Bagi banyak Gen Z mimpi membeli rumah tidak lagi realistis mengingat harga properti dan tanah terus naik di kota-kota besar
Foto: Arsip Rukita
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi banyak Gen Z mimpi membeli rumah tidak lagi realistis mengingat harga properti dan tanah terus naik di kota-kota besar, sementara penghasilan mereka tidak mampu mengikutinya.

Berdasarkan artikel Business Insider, hanya 24% pembeli rumah pertama di AS adalah Gen Z dan angka ini turun drastis 50% dari 2010. Sekitar 75% Gen Z menganggap menyewa adalah keputusan finansial lebih cerdas.

Sementara 83% melihat sewa sebagai cara untuk menabung untuk pengalaman hidup, seperti yang dirasakan oleh Jessica Castello dan Varrel Vendira.

Sebagai Product Manager di salah satu bank di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jessica mengaku dirinya lebih nyaman untuk menyewa hunian dibanding membeli rumah karena alasan finansial dan fleksibilitas.Perempuan asal Riau ini sudah tinggal di coliving Rukita Rukosta Jelambar selama dua tahun.

"Apalagi bila mengambil pinjaman ke bank dengan tenor yang panjang, ini tidak fleksibel bagi Gen Z yang mengutamakan kebebasan dan fleksibilitas seperti saya," katanya.

Hal serupa diungkapkan oleh Varrel Vendira, pria berusia 26 tahun yang merupakan penghuni coliving Rukita Askara Tanah Abang. Saat ini dirinya bekerja sebagai HR di salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia.

"Dengan harga sewa bulanan sama seperti cicilan rumah, saya bisa tinggal di pusat kota. Tapi, kalau beli rumah pasti dapatnya di pinggiran Jakarta," tegas dia.

Jessica dan Varrel cukup mewakili survei yang dilakukan oleh Inventure mengenai ketertarikan generasi muda soal kepemilikan hunian di lima kota besar Indonesia, yaitu Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Dikutip dari GoodStats sebanyak 34% Gen Z, memilih untuk menyewa hunian agar tetap fleksibel secara finansial dan mobilitas, sementara 38% lebih tertarik dengan skema rent-to-own untuk memiliki rumah secara bertahap.

Gen Z Anggap Sewa Hunian sebagai Keputusan Finansial Lebih Cerdas

Pergeseran pola pikir soal membeli rumah pertama pada generasi muda yang terdiri atas Gen Z dan Milenial sudah menjadi tren global. Kesiapan finansial menjadi alasan utama turunnya minat Gen Z dalam membeli rumah.

Penghasilan generasi muda memang tidak bisa mengikuti harga properti yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Tidak heran muncul ketakutan pada mereka soal kesanggupan membayar cicilan KPR dalam jangka panjang.

Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan Populix bahwa 66% responden mengaku belum siap secara finansial sehingga pembelian rumah bukan lagi prioritas.

adv rukitaJessica Castello, penghuni coliving Rukita Rukosta Jelambar, Jakarta Barat dan Varrel Vendira, penghuni coliving Rukita Askara Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Arsip Rukita)

"Tinggal di coliving dekat kantor dengan sewa bulanan sudah memenuhi kebutuhan saya akan hunian nyaman dan praktis. Seandainya saya besok pindah kerja ke luar kota atau luar negeri tidak perlu pusing mengurus apa-apa, bisa langsung ditinggal," tutur Varrel.

Hal senada diutarakan oleh Jessica yang memilih hunian sewa agar dapat mengatur keuangan sesuai kebutuhan pribadinya saat ini. Lajang berusia 28 tahun itu menggunakan rumus 40-30-30 untuk mengatur penghasilannya agar bisa hidup nyaman.

"Untuk hidup balance, saya menggunakan 40% penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk sewa hunian. Lalu, 30% untuk investasi yaitu logam mulia dan saham, sementara 30% sisanya untuk lifestyle seperti traveling atau hangout bareng teman. Jadi, ada keseimbangan antara masa kini dan masa depan," ujar dia..

Coliving Jadi Solusi Hunian Praktis dan Rumah 'Kedua' Gen Z

Meski coliving yang sudah Jessica tempati selama dua tahun terakhir ini berjarak 30-45 menit dari tempat kerjanya, ia mengaku sudah betah.

"Semua yang saya butuhkan ada di sini, kamar nyaman dengan kamar mandi dalam, mau santai bisa ke rooftop di lantai lima, stafnya ramah, kalau pulang malam jamnya fleksibel, dan ada security, jadi saya merasa aman," ceritanya.

Merantau bukan lagi hal yang menakutkan jika tinggal di Rukita seperti cerita Varrel yang menemukan rumah dan keluarga baru setelah menghuni Rukita Askara Tanah Abang selama enam bulan.

"Mungkin karena usia penghuninya sama, jadi kami nyambung. Makan malam pesan bareng, kadang saya masak agak banyak untuk sharing ke teman-teman," ujarnya.

"Kalau weekend bisa jalan-jalan di mall atau nyoba tempat kopi baru bersama penghuni di sini. Saking akrabnya, kami bisa inisiatif untuk menghibur teman yang baru putus cinta," imbuh dia.

Varrel bahkan sering mengundang teman-temannya main ke Rukita Askara Tanah Abang yang menyediakan area komunal dan rooftop untuk hangout bareng.

"Teman-teman kantor tahu di sini nyaman dan internetnya kencang, jadi mereka sering mampir dan kita bisa 'laptopan' sambil ngobrol. Kalau weekend malas ke luar, saya juga suka ngajak teman ke sini sambil saya buatkan matcha atau kopi. Beneran seperti di rumah sendiri," lanjutnya.

Jessica pun mengaku tidak pernah kesepian karena merasa punya support system dan bertemu komunitas yang sefrekuensi selama tinggal di coliving Rukita Rukosta Jelambar.

"Saya berteman dengan penghuni lain, walaupun ada yang sudah pindah tapi kami tetap sering main bareng. Salah satu kunci buat anak rantau bisa survive kita harus aktif memperbanyak teman dan networking sebagai support system supaya kalau ada apa-apa bisa saling bantu," sebut dia.

"Baru-baru ini saya dapat teman-teman baru dari unit Rukita lain karena ikutan acara komunitas seperti tenant gathering atau olahraga bareng. Saya sudah ikut badminton dan poundfit, fun banget! Bukan sekadar ngekost, tapi ada rasa komunitasnya jadi enjoy banget," tegasnya.

Lebih dari Hunian: Rukita Bagian dari Gaya Hidup Generasi Muda

adv rukita

Rukita Gondangdia Cikini. (Foto: Arsip Rukita)

Rukita menjawab kebutuhan hunian sewa berkualitas jangka panjang bagi generasi muda. Sebagai pionir coliving di Indonesia, lebih dari separuh penghuninya adalah Gen Z yang berusia di bawah 27 tahun, sementara sisanya adalah Milenial berusia 28 tahun ke atas dengan rata-rata masa tinggalnya mencapai 12 bulan.

Rukita sudah menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z dan Milenial yang membutuhkan fleksibilitas, kenyamanan, dan kepraktisan bagi mahasiswa, karyawan, maupun pasutri muda dengan mobilitas tinggi di kota besar.

Kost coliving dan apartemen yang ditawarkan Rukita sudah fully furnished dengan layanan laundry hingga room cleaning yang memungkinkan penghuninya semakin fokus dalam mengejar karier atau menyelesaikan studi.

Tidak ketinggalan acara komunitas dan lokasi strategis unit Rukita ke berbagai tempat hiburan turut menunjang work-life balance bagi para profesional.

Untuk tinggal di salah satu unit Rukita dan bergabung dalam komunitas yang hangat, Gen Z bisa langsung booking via www.rukita.co atau aplikasi Rukita di App Store dan Google Play. Pilih unit favoritmu, cek tipe kamarnya, dan booking via online dengan mudah. Semua itu ada di Rukita, home that grows with you.

(adv/adv)
TOPIK TERKAIT
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER