Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika naik pesawat, mungkin saja kamu dapat kursi (seat) yang barisannya penuh, sementara saat kamu menoleh ke sekitar masih banyak kursi lain yang kosong. Pernahkah kamu tergoda untuk tukar kursi ke tempat yang lebih lowong?
Jangan asal pindah, karena ternyata hal kecil ini bisa membahayakan satu pesawat jika prosedurnya kurang tepat. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh mantan kapten Virgin Atlantic yang viral di media sosial, "Pete the Irish Pilot".
Pete mengingatkan, jika penumpang berpindah atau tukar kursi ke tempat lain merupakan tindakan berbahaya, karena akibatnya tidak dapat diprediksi sepanjang perjalanan udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika penumpang mulai berpindah kursi terutama dalam jumlah banyak ke area lain di luar penempatan awal, dapat secara signifikan memengaruhi keseimbangan pesawat," ujar Pete, seperti dilansir Independent.
Mantan pilot veteran yang bernama lengkap Pete Hutchison ini kemudian menjelaskan, posisi penumpang di dalam pesawat sebaiknya tidak menumpuk di satu sisi yang menyebabkan ketimpangan berat pesawat.
Apabila semua penumpang duduk di bagian depan pesawat, maka saat turun dari dek akan lebih sulit dari yang biasanya.
Sementara jika semua penumpang duduk di bagian ujung belakang pesawat, bisa menyebabkan ekor pesawat miring saat lepas landas atau bahkan tergores saat mendarat.
Artinya, kursi penumpang termasuk bagian yang diperhitungkan saat lepas landas dan pendaratan pesawat. Bila diibaratkan, badan pesawat itu seperti jungkat-jungkit, harus diseimbangkan sedemikian rupa agar tidak ada ujung yang terlalu naik atau terlalu turun.
"Penerbangan yang aman intinya menjaga keseimbangan pesawat dengan benar, yaitu tetap di dalam pusat gravitasi operasional pesawat. Sangat penting pusat gravitasi berada dalam batasnya," beber Pete.
Dia juga memaparkan, agar pusat gravitasi tetap terkendali maka sangat penting untuk awak kabin, penumpang, bagasi, kargo, bahan bakar, katering, dan semua muatan berat di pesawat didistribusikan dengan tepat, dalam istilah dunia penerbangan disebut 'in trim'.
"Ini juga termasuk, efek penumpang berada di atas pesawat atau di mana mereka duduk, merupakan bagian dari perhitungan keseimbangan pesawat," tambahnya.
Demi keselamatan bersama, petugas perencana beban dan operator bertugas untuk mencatat data trim pesawat ke dalam catatan beban, nantinya ini akan diperiksa kembali oleh staf darat dan kapten pesawat.
Posisi Duduk Penumpang di Pesawat
Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (Dok. Freeuse)
Posisi duduk penumpang yang spesifik merupakan salah satu variabel dari perhitungan trim pesawat tersebut. Jadi, apakah tukar kursi di pesawat sama sekali tidak diperbolehkan?
Pete menjawab, selama penerbangan penumpang tetap bisa bergerak termasuk berpindah kursi, tetapi dengan catatan harus mendapatkan izin dan pindah ke kursi yang dialokasikan.
Sebenarnya, ada pula maskapai penerbangan yang mengizinkan penumpang memilih tempat duduk mereka sendiri ketika menaiki pesawat, seperti Southwest (meskipun kabarnya maskapai ini akan mengakhiri sistem tersebut pada tahun 2026.
Lantas, apakah maskapai itu tidak aman beroperasi? Tidak serta merta begitu. Menurut Pete, tukar kursi di pesawat bisa menyebabkan masalah yang signifikan apabila kepadatan pesawat kurang dari 80 persen.
Jika isi pesawatnya kurang penuh, awak pesawat akan mendistribusikan penumpang untuk menjaga pusat gravitasi pesawat. Misalnya, menyeimbangkan posisi kursi penumpang hingga memastikan ada awak yang berjaga di pintu darurat.
Hal yang sama mengenai keselamatan dan layanan penerbangan juga disorot oleh Jay Robert, anggota awak kabin senior dari maskapai Emirates serta menjalankan jaringan Fly Guy's Cabin Crew Lounge yang terkenal.
"Sistem kami dirancang agar kursi penumpang yang sudah ditetapkan memiliki informasi pribadi terkait penumpang tersebut. Jadi jika kami perlu menemukan Anda, kami mencari perangkat atau daftar penumpang kami berdasarkan nama," ucap Robert kepada The Independent.
Berdasarkan pengalamannya, sering sekali ia menerima pesan penting dari darat mengenai koneksi penumpang atau ada situasi darurat yang membutuhkan komunikasi segera. Saat mendapati situasi tersebut, tim bisa langsung menuju ke nomor kursi penumpang yang tercantum di dalam sistem.
Robert menyimpulkan, jika penumpang tukar kursi tanpa konfirmasi, awak kabin akan kesulitan untuk menemukan penumpang tersebut.
"Selain itu, tukar kursi tanpa memberitahu kru dapat menghambat pelayanan. Misalnya, jika penumpang memesan makanan secara khusus, pindah tempat duduk tanpa izin memungkinkan makanan yang dipesan tidak terantar karena ketidaktahuan awak kabin," tambahnya.
Robert mengingatkan agar penumpang menanyakan terlebih dahulu kepada awak kabin terlebih dahulu jika ingin pindah tempat duduk.