Ini 6 Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Awet dan Tahan Lama

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 05:30 WIB
Supaya tetap awet dan tahan lama, cara menyimpan bumbu dapur perlu diperhatikan dengan baik. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
Ilustrasi. Supaya tetap awet dan tahan lama, cara menyimpan bumbu dapur perlu diperhatikan dengan baik. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba. (Pixabay/nataliaaggiato)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Bumbu dapur merupakan kunci utama dalam menciptakan masakan yang lezat dan menggugah selera. Namun, sering kali kita mengalami masalah bumbu yang cepat kehilangan aroma dan rasa.

Supaya tetap awet dan tahan lama, cara menyimpan bumbu dapur juga perlu diperhatikan dengan baik. Menyimpan bumbu dengan benar tidak hanya menjaga kualitasnya, tetapi juga menghemat pengeluaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip dari berbagai sumber, berikut beberapa cara menyimpan bumbu dapur agar tetap segar dan tahan lama.

1. Pilih bumbu dapur dalam bentuk utuh

Salah satu cara terbaik agar bumbu dapur tahan lama, yaitu dengan membeli bumbu dalam bentuk utuh, seperti biji lada, cengkih, atau kayu manis batang.

Bumbu utuh cenderung lebih tahan lama dibandingkan yang sudah digiling, karena permukaannya lebih kecil sehingga risiko oksidasi lebih rendah.

Proses penggilingan juga dapat mengurangi aroma dan rasa bumbu akibat panas dan gesekan, sehingga rasa bumbu jadi kurang kuat.

2. Beli bumbu dalam jumlah kecil

Shot of an assortment of spicesIlustrasi. Supaya tetap awet dan tahan lama, cara menyimpan bumbu dapur perlu diperhatikan dengan baik. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba. (istockphoto/Rowan Jordan)

Meskipun membeli bumbu dapur dalam jumlah besar terlihat lebih hemat, sebenarnya hal ini bisa membuat bumbu cepat kehilangan kualitas sebelum habis digunakan.

Menurut Tasting Table, bumbu yang sudah lama disimpan biasanya akan memudar warna dan aromanya, sehingga tidak memberikan rasa yang optimal saat dimasak. Jadi, belilah bumbu dalam jumlah kecil yang sesuai dengan kebutuhan harianmu.

3. Simpan di tempat gelap

Paparan sinar matahari dapat mempercepat kerusakan bumbu dapur, cahaya biasanya membawa panas yang membuat bumbu mengering dan kehilangan minyak esensial yang menjadi sumber aroma dan rasa.

Oleh karena itu, simpan bumbu di tempat yang gelap, seperti lemari dapur. Kalau ingin meletakkan bumbu di tempat terbuka, pastikan lokasinya jauh dari jendela dan sinar matahari langsung.

4. Jauhkan dari sumber panas

Masih terkait dengan menghindari suhu panas, jangan simpan bumbu di dekat kompor atau oven, meskipun kamu menggunakannya setiap hari.

Menurut Better Homes and Gardens, fluktuasi suhu yang tinggi bisa membuat bumbu cepat rusak dan kehilangan kualitas. Setelah digunakan, segera kembalikan bumbu ke tempat penyimpanan aslinya yang sejuk dan kering.

5. Gunakan wadah kaca yang kedap udara

Wadah penyimpanan sangat berpengaruh pada keawetan bumbu dapur. Stoples kaca atau logam yang kedap udara cocok untuk menjaga aroma dan rasa bumbu tetap segar.

Meski wadah plastik juga bisa digunakan, beberapa bumbu seperti cengkih dan bunga lawang yang kaya minyak esensial, bisa merusak plastik jika disimpan terlalu lama.

6. Simpan beberapa bumbu di kulkas dengan benar

Sebenarnya tidak semua bumbu cocok disimpan di kulkas, tetapi untuk bumbu yang mengandung minyak tinggi, seperti biji wijen atau rempah segar, penyimpanan di kulkas bisa membantu mencegah bumbu cepat tengik atau rusak.

Untuk bumbu kering, freezer juga bisa menjadi opsi penyimpanan, terutama jika disimpan dalam kemasan vakum. Namun, hindari menyimpan vanili atau ekstrak vanili di kulkas karena suhu rendah dapat menurunkan kualitasnya.

Dengan menerapkan berbagai cara menyimpan bumbu dapur ini, kamu bisa memastikan bumbu tetap tahan lama tanpa kehilangan aroma dan rasanya. Selamat mencoba!

(rea/juh)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER