Ia juga membandingkan transportasi Indonesia lebih aman dan nyaman, dibandingkan dengan pengalamannya saat naik transum di Chicago. Pasalnya Evan kurang nyaman ketika naik transum di Chicago, sedangkan ketika naik kereta di Indonesia tak ada rasa cemas yang ia rasakan.
Satu lagi yang Evan bandingkan, yaitu perilaku menyentuh masyarakat Indonesia yang bermurah hati memberikan tempat duduk ketika naik transportasi umum. Ia melihat seorang pemuda yang langsung sukarela berdiri memberikan kursinya kepada seorang wanita.
"Oh, oh oh, saya baru saja menyaksikan sesuatu yang luar biasa, dan ini adalah bagian dari budaya Indonesia. Pemuda ini duduk di sini, ketika wanita ini datang, ia langsung berdiri untuknya, sungguh pengalaman yang luar biasa. Membuka mata saya," antusiasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video yang sama, ia sekalian memberikan kritik kepada pemerintah Amerika. Setelah melihat kondisi transportasi umum di Indonesia, menurutnya Amerika perlu berinvestasi lebih banyak lagi dalam infrastruktur.
"Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Amerika itu buruk, kami punya orang-orang yang luar biasa, hanya saja menyedihkan melihat pemerintahnya tidak berinvestasi pada apa pun, lihat saja," dengan nada kecewa Evan memberikan tanggapan.
Setelah terkagum-kagum dengan KRL di Jakarta, akhirnya Evan memberikan skor 9 dari 10 untuk transportasi umum di Indonesia khususnya Jakarta. Penilaiannya ini cukup menggambarkan kepuasan Evan terhadap kemajuan kota Jakarta.
Video yang ia unggah ini sempat hangat diperbincangkan pada waktu itu, bukan hanya ditonton oleh masyarakat Indonesia tapi juga penonton internasional.
"Saya senang untuk Indonesia tetapi sebagai orang Amerika saya marah," pungkasnya.
(ana/wiw)