9 Kebiasaan Ini Bisa Rusak Pendengaran, Ada yang Sering Kamu Lakukan
5. Membersihkan telinga dengan cotton bud
Cotton bud sering kali justru mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam, berisiko menyebabkan sumbatan, infeksi, hingga luka pada gendang telinga. Secara alami, telinga memiliki mekanisme pembersihan sendiri tanpa perlu alat tambahan.
Hindari memasukkan apapun yang kecil ke dalam telinga. Sebaiknya, gunakan obat tetes telinga yang dijual bebas untuk melunakan kotoran yang ada di telinga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6. Merokok
Zat beracun dalam rokok dapat mengganggu aliran darah ke telinga bagian dalam dan merusak saraf pendengaran. Kandungan nikotin dan karbon monoksida pada rokok membatasi aliran darah serta mengurangi peredaran oksigen ke sel-sel rambut kecil dan sensitif di telinga bagian dalam.
Merokok juga bisa mengiritasi tuba eustachius, yang berpotensi menyebabkan peradangan atau infeksi pada telinga. Perokok memiliki risiko gangguan pendengaran yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok.
7. Pola makan tidak seimbang
Kekurangan nutrisi seperti magnesium, asam folat, vitamin B12 dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap gangguan pendengaran terkait usia. Dehidrasi juga dapat mengubah keseimbangan cairan di telinga bagian dalam untuk sementara waktu
Terapkan pola makan yang kaya akan sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Minum air yang cukup juga mendukung aliran darah yang lebih baik secara keseluruhan, termasuk ke telinga.
8. Menunda pemeriksaan pendengaran
Gangguan pendengaran sering berkembang perlahan tanpa disadari. Menunda pemeriksaan membuat masalah telat terdeteksi.
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan sejak dini dan mencegah dampak jangka panjang, termasuk penurunan fungsi kognitif.
Jadwalkan tes pendengaran tahunan, terutama pada usia 40 tahun atau memiliki riwayat paparan kebisingan.
9. Membiarkan infeksi telinga dan tidak diobati
Infeksi pada telinga sebaiknya tidak diabaikan. Infeksi kronis atau berulang dapat menyebabkan penumpukan cairan yang memberi tekanan pada gendang telinga dan akhirnya merusak struktur telinga tengah secara permanen.
Jika dirasa mengalami gejala seperti nyeri terus-menerus, keluarnya cairan, atau kehilangan pendengaran mendadak dan sementara, segera konsultasikan ke dokter THT.
Hindari beberapa kebiasaan buruk yang merusak pendengaran di atas agar telinga tetap sehat terjaga.
(nga/asr)[Gambas:Video CNN]

