Kapal Pinisi, Warisan Bahari Indonesia dari Tanah Bira

CNN Indonesia
Senin, 29 Des 2025 13:00 WIB
Ilustrasi. Kapal Pinisi jadi salah satu kekayaan warisan budaya bahari Indonesia, tepatnya dari Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dahulu kala, ada sebuah suku di Indonesia yang terkenal pawai dalam menaklukkan ombak lautan. Mereka berlayar di laut menggunakan Kapal Pinisi yang legendaris.

Termasuk kekayaan warisan budaya bahari Indonesia, tepatnya dari Sulawesi Selatan, kapal tradisional ini digunakan oleh Suku Bugis untuk mengarungi lautan. Cerita mengenai Kapal Pinisi yang mewah sudah diwariskan secara turun-temurun, mengukir sejarah di atas maritim Tanah Air.

Dalam naskah La Galigo, pada abad ke-14, Sawerigading yang pada saat itu merupakan Putra Mahkota Kerajaan Luwu adalah sosok pertama yang membuat Kapal Pinisi, seperti yang dilansir dari situs Kemendikbudristek.

Dengan menggunakan pohon dewata Welengreng, ia membangun kapal ini. Kayu dari pohon Welengreng terkenal kokoh, cukup kuat untuk dijadikan sebuah kapal layar yang akan mengantarkan Sawerigading berlabuh di China.

Perantauannya ke Negeri Tirai Bambu ini membawa sebuah niat baik, Sawerigading hendak mempersunting pujaan hatinya yang bernama We Cudai.

Sesampainya di China, ia memutuskan untuk menetap selama beberapa waktu, setelah rencana Sang Putra Mahkota mempersunting We Cudai berhasil terwujud.

Namun sayang, ketika hendak kembali ke tanah air, perahu yang ia tumpangi ini diterjang badai besar. Ombak yang tak berhasil dikendalikan itu mampu membuat Kapal Pinisi tersebut terbelah menjadi tiga bagian. Bagian kapal ditemukan terdampar di sekitar daerah Ara, Tanah Beru dan Lemo-lemo di Kabupaten Bulukumba.

Masyarakat yang menemukan bagian kapal yang sudah terpisah-pisah kemudian merakitnya kembali. Kapal Pinisi kemudian dibangun ulang menjadi sebuah kapal yang jauh lebih mewah.

Selain dua tiang utamanya yang mencolok, Kapal Pinisi memiliki tujuh buah layar yang ikonik dan menjadi karakteristiknya. Tiga layar di bagian depan kapal, dua layar untuk bagian tengah, serta sisanya untuk bagian belakang kapal.

Hingga hari ini, Kapal Pinisi menjadi simbol budaya dari generasi ke generasi. Bahkan di jantung Sulawesi Selatan, tepatnya di Bira dan Bulukumba, kesenian membangun kapal kayu menjadi warisan leluhur yang diturunkan untuk anak cucu.

s South Sulawesi island.The iconic schooners, known as Pinisi, have given builders on Sulawesi island -- the heart of the industry -- their reputation as master craftsmen and some of the best sailors around. / AFP PHOTO / YUSUF WAHIL" title="Pembuatan Kapal Pinisi" />Kapal Pinisi jadi salah satu kekayaan warisan budaya bahari Indonesia, tepatnya dari Sulawesi Selatan. (AFP PHOTO / YUSUF WAHIL)

Di sana, para pengrajin kapal membangun dengan sepenuh hati dan ketekunan, demi menghasilkan kapal kayu yang indah dan kokoh. Terhimpit oleh perubahan tren global yang sekarang didominasi oleh kapal berbahan komposit, dunia mulai merindukan kehangatan kapal kayu yang justru sekarang dicari-cari oleh pelancong.

(ana/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK