3 Kelompok Orang Ini Paling Rentan Terpapar Super Flu Subclade K

CNN Indonesia
Kamis, 01 Jan 2026 05:30 WIB
Meski belum terbukti super flu menyebabkan penyakit yang lebih parah, tetapi ada kelompok orang yang lebih rentan terpapar dan perlu waspada.
Ilustrasi. Meski belum terbukti super flu menyebabkan penyakit yang lebih parah, tetapi ada kelompok orang yang lebih rentan terpapar dan perlu waspada. (iStockphoto/spawns)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Varian influenza A (H3N2) subclade K, atau yang dijuluki super flu, telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Meski belum terbukti menyebabkan penyakit yang lebih parah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan ada sejumlah kelompok masyarakat yang lebih rentan terpapar varian ini dan perlu meningkatkan kewaspadaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Dokter Prima Yosephine, menyatakan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K menimbulkan keparahan lebih tinggi dibandingkan varian influenza sebelumnya.

Namun, pola penyebaran menunjukkan kelompok tertentu lebih sering terinfeksi.

Kelompok rentan terpapar super flu

Berikut merupakan kelompok yang dinilai paling rentan terpapar super flu.

1. Anak-anak

Anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak terpapar Influenza A (H3N2), termasuk subclade K. Hal ini berkaitan dengan tingginya aktivitas fisik dan interaksi sosial, terutama di sekolah, tempat penitipan anak, dan lingkungan bermain.

"Merujuk publikasi ilmiah terbaru pada Desember 2025,influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus emerging yang pernah menyebabkan pandemi di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan flu pada 2024 hingga 2025, khususnya pada kelompok anak-anak," ujar Dokter Prima, Selasa (30/12) melansir detikcom.

Meski demikian, vaksin influenza masih memberikan perlindungan yang cukup baik. Efektivitas vaksin terhadap subclade K diperkirakan mencapai 64 hingga 78 persen pada anak-anak dalam menurunkan risiko keparahan.

2. Lansia

Lansia tetap menjadi kelompok yang perlu perhatian khusus. Meskipun subclade K tidak terbukti lebih mematikan, influenza pada usia lanjut berisiko menyebabkan komplikasi serius.

Penurunan daya tahan tubuh seiring usia membuat lansia lebih rentan mengalami perburukan kondisi, terutama bila terlambat mendapatkan penanganan medis.

3. Penderita penyakit penyerta (komorbid)

Individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan paru kronis, gangguan ginjal, atau sistem imun lemah juga masuk kelompok berisiko.

"Kelompok dengan komorbid tetap harus waspada. Bukan karena subclade K lebih ganas, tetapi karena influenza pada umumnya dapat berdampak lebih berat pada kelompok ini," tegas Dokter Prima.

Berdasarkan laporan WHO PAHO per 4 Desember 2025, peningkatan subclade K di Eropa dan beberapa wilayah Asia Timur tidak disertai lonjakan angka rawat inap, perawatan intensif, maupun kematian.

"Observasi pada peningkatan proporsi varian ini di Eropa selama Mei hingga November 2025 menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan terhadap efek keparahan, baik dari sisi angka rawat inap, perawatan intensif, maupun kematian," ujar dr Prima.

Kemenkes menegaskan situasi influenza di Indonesia masih relatif terkendali. Namun, masyarakat tetap diimbau tidak lengah.

(nga/fef)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER