Sering Disebut Mata Ngantuk, Apa Itu Ptosis?

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Mata terlihat mengantuk ternyata bisa jadi berkaitan dengan kondisi medis yang disebut ptosis. Apa itu? (Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan topik ptosis sedang ramai dibicarakan berkat komentar Tompi, musisi sekaligus dokter bedah. Apa itu ptosis?

Di media sosial, Tompi melontarkan kritik terhadap komika Pandji Pragiwaksono berkaitan dengan materi stand up comedy yang dibawakannya. Menurut Tompi, kondisi mata sayu atau mata mengantuk tidak bisa begitu saja dijadikan bahan bercanda.

Dia menjelaskan mata yang terlihat mengantuk bisa mengacu pada kondisi medis yang disebut ptosis.

Apa itu ptosis?

Melansir dari Cleveland Clinic, ptosis adalah kondisi kelopak mata atas terkulai, melorot, atau jatuh menutupi mata. Ptosis biasanya disebabkan otot levator atau otot yang mengangkat kelopak mata tidak berfungsi normal.

Seorang dengan ptosis mengalami keterbatasan penglihatan atau bahkan terhalang sepenuhnya. Ptosis dapat memengaruhi salah satu kelopak mata atas atau keduanya.

Ptosis dapat memengaruhi anak-anak atau orang dewasa. Umumnya ada dua tipe ptosis yakni,

Gejala ptosis

Gejala ptosis terlihat dari penampilan kelopak mata seseorang. Kelopak mata mungkin hanya menutupi bagian atas mara atau seluruh pupil. Kemudian terdapat beberapa gejala lain seperti,

Penyebab ptosis

Seperti yang disebutkan Tompi, ptosis bisa merupakan kondisi bawaan (kongenital). Ptosis pada orang dewasa bisa disebabkan otot atau ligamen yang biasa mengangkat kelopak mata melemah akibat cedera atau penyakit.

Penyakit atau kondisi penyebab ptosis antara lain:

Apa ptosis bisa diobati?

Seperti dilansir dari WebMD, ptosis pada anak-anak biasanya tidak diberikan pengobatan khusus. Mata anak akan dicek secara rutin dan mungkin diberi tetes mata, koyo atau plester, atau kacamata. Ptosis terus dicek untuk kemudian diputuskan perlu operasi atau tidak.

Sementara pada orang dewasa, biasanya ptosis ditangani dengan pembedahan. Dokter akan mengangkat kelebihan jaringan kulit dan mengencangkan otot yang mengangkat kelopak mata. Opsi lain bisa juga dokter akan memasang kembali dan memperkuat otot tersebut atau menggunakan kacamata khusus.

(els)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK