Satu Pasien Super Flu Meninggal di Bandung, Ini Bahaya Komorbid

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 16:30 WIB
Ilustrasi. Salah satu pasien super flu meninggal dunia di RSHS Bandung. (istockphoto/wildpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu pasien influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai 'super flu' meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pihak rumah sakit menegaskan, kematian tersebut belum bisa dipastikan disebabkan langsung oleh infeksi virus, mengingat pasien memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang berat.

RSHS Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien super flu dengan rentang usia luas, mulai dari bayi berusia 9 bulan hingga pasien dewasa berusia 20-60 tahun. Dari jumlah tersebut, dua pasien mengalami kondisi berat dan harus dirawat di ruang high care dan ruang intensif.

Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, dr Yovita Hartantri mengatakan, satu pasien yang dirawat di ruang intensif akhirnya meninggal dunia karena komplikasi penyakit bawaan.

"Kalau kita lihat data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain," kata Yovita, Kamis (8/1), mengutip detikHealth.

Menurutnya, pasien tersebut memiliki sejumlah riwayat penyakit kronis yang memperberat kondisi klinis.

"Ada riwayat stroke, gagal jantung, terakhir karena ada infeksi dan gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan, karena memang dia mungkin komorbid yang banyak," ujarnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung, dr Iwan Abdul Rachman menilai, secara umum 'super flu' memiliki karakteristik yang mirip dengan influenza musiman, namun dapat berkembang lebih berat pada kelompok tertentu.

"Yang kami lakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin tentunya kami siap memberikan pelayanan pada siapapun pasien yang membutuhkan layanan tersebut," kata Iwan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala flu yang memberat.

Efek super flu pada pasien komorbid

Ilustrasi. Penyakit penyerta bisa memperparah super flu. (istockphoto/Andrzej Rostek)

Dokter spesialis paru, Erlang Samoedro menjelaskan, infeksi influenza dapat berakibat fatal pada pasien dengan komorbid karena memicu peradangan sistemik yang memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada.

"Influenza memang bisa berakibat fatal pada orang yang punya komorbid. Hal ini terjadi karena rusaknya pertahanan tubuh akibat virus influenza itu dan terjadi inflamasi. Nah, inflamasi ini yang menyebabkan kambuhnya komorbid," jelas Elang, Jumat (9/1).

Ia menambahkan, anak-anak dan lansia juga termasuk kelompok rentan. Anak-anak memiliki sistem imun yang belum matang, sementara lansia mengalami penurunan daya tahan tubuh dan umumnya memiliki penyakit kronis.

Erlang menekankan pentingnya pencegahan untuk menekan risiko penularan dan keparahan penyakit. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

- menggunakan masker, terutama saat sakit,
- membatasi aktivitas dan tinggal di rumah bila mengalami gejala flu,
- menghindari kerumunan,
- mengonsumsi makanan bergizi, termasuk buah dan sayur,
- melakukan vaksinasi influenza.

Meski subclade K merupakan varian baru, vaksin influenza dinilai tetap bermanfaat untuk mencegah gejala berat bila seseorang tertular.

(nga/asr)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Usai Libur Nataru, Waspada Super Flu

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK