Waspada Jika Gejala Flu Seperti Ini, Bisa Jadi Super Flu

CNN Indonesia
Rabu, 07 Jan 2026 05:30 WIB
Flu yang tak kunjung membaik lebih dari 3-5 hari disertai gejala berat perlu diwaspada sebagai super flu.
Ilustrasi. Flu yang tak kunjung membaik lebih dari 3-5 hari disertai gejala berat perlu diwaspada sebagai super flu. (istockphoto/staticnak1983)
Jakarta, CNN Indonesia --

Flu yang tak kunjung membaik dalam beberapa hari dan disertai gejala berat perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa jadi tanda infeksi influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu, varian influenza yang belakangan terdeteksi di Indonesia.

Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengatakan mutasi virus subclade K lebih agresif dibanding flu musiman yang biasa dialami masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dikenal sebagai super flu itu memiliki sifat lebih agresif, mudah menular, dan gejalanya lebih berat," ujar Agus, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (2/1).

Salah satu tanda utama yang membedakan flu biasa dan super flu adalah lamanya gejala berlangsung.

"Kalau flu wajar biasanya 3-5 hari. Tapi kalau gejalanya berat, menjadi lebih lama durasinya, bisa jadi itu varian yang baru," jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu hingga berhari-hari jika sejak awal keluhan terasa tidak seperti flu biasa.

Selain durasi, tingkat keparahan gejala juga menjadi pembeda penting. Pada super flu subclade K, keluhan yang muncul umumnya lebih intens.

Dokter Agus menyarankan pemeriksaan medis segera dilakukan jika flu disertai gejala:

- demam tinggi hingga mendekati 39-40 derajat Celcius,
- nyeri otot dan sakit kepala hebat,
- badan sangat lemas,
- batuk kering yang memburuk,
- gejala tidak membaik dalam beberapa hari.

Menurutnya, flu yang biasa dialami masyarakat umumnya ringan dan masih memungkinkan penderita beraktivitas.

"Nah, yang ini [super flu] gejalanya lebih berat dari yang selama ini dirasakan," tambahnya.

Agus menekankan, dengan sifat virus yang lebih agresif, risiko komplikasi pada subclade K juga lebih tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

"Influenza musiman memang bisa menimbulkan komplikasi, tapi subvarian yang baru ini memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibanding flu musiman biasa," jelasnya.

Komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau radang paru, ketika virus menyebar ke saluran pernapasan bawah.

Mendeteksi dan mengobati lebih dini jauh lebih baik untuk menurunkan risiko komplikasi.

(nga/asr)