Kapal Wisata Dilarang Berlayar di Labuan Bajo Sampai 15 Januari 2026

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 10:45 WIB
Ilustrasi aktivitas kapal di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (CNN Indonesia/Anugerah Perkasa)
Manggarai Barat, CNN Indonesia --

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo telah resmi memberlakukan larangan berlayar bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat, menyusul potensi cuaca ekstrem di perairan Manggarai Barat.

Kebijakan terkait larangan berlayar ini tertuang dalam Maklumat Pelayaran No: 05/MP-I/2026 yang diterbitkan pada Senin (12/01/2026).

"Penutupan layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) berlaku efektif mulai tanggal 12 hingga 15 Januari 2026, atau hingga kondisi cuaca dinyatakan membaik oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," demikian tertulis dalam maklumat yang diperoleh CNNIndonesia.com, Senin, (12/01) di Labuan Bajo.

Sebanyak tujuh lokasi wisata bahari unggulan menjadi perhatian khusus berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG Direktorat Meteorologi Maritim periode 12-14 Januari 2026, yaitu Manta Point, Gililawa Laut Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Papagarang, Pulau Rinca, dan Pulau Sabolo.

Prediksi Kondisi Cuaca per Destinasi

- Manta Point: 12 Januari berawan hingga cerah berawan dengan gelombang 0,6 meter; 13 Januari hujan ringan hingga sedang dengan potensi hujan petir dan arus hingga 150 cm/s; 14 Januari hujan ringan pagi kemudian membaik.

- Gili Lawalaut: 12 Januari cerah berawan hingga cerah dengan gelombang 0,8 meter; 13 Januari hujan dengan petir malam hari; 14 Januari hujan ringan pagi kemudian berawan.

- Pulau Kanawa: 12 Januari cerah berawan dengan gelombang 1,5 meter; 13 Januari hujan dengan petir malam hari dan gelombang hingga 1,1 meter; 14 Januari kembali cerah berawan.

- Pulau Padar: 12 Januari berawan hingga cerah dengan arus konstan 150 cm/s; 13 Januari hujan dengan petir sore hingga malam; 14 Januari cerah berawan dengan gelombang hingga 0,6 meter.

- Pulau Papagarang: 12 Januari hujan ringan pagi kemudian cerah berawan dengan gelombang 1,3 meter; 13 Januari hujan dengan petir malam hari; 14 Januari kondisi mirip tanggal 12.

- Pulau Rinca: 12 Januari cerah berawan dengan gelombang 0,7 meter; 13 Januari hujan dengan petir sore hingga malam; 14 Januari kembali cerah berawan.

- Pulau Sabolo: 12 Januari berawan sepanjang hari dengan gelombang 1,6 meter; 13 Januari hujan ringan dengan petir malam hari; 14 Januari tetap berawan dengan gelombang hingga 1,6 meter.

Keputusan larangan berlayar diambil setelah menindaklanjuti data tinggi gelombang dari BMKG Stamar Tenau per 11 Januari 2026, serta pemantauan langsung dari pos darat dan laporan kapal di lapangan yang mengonfirmasi risiko keselamatan.

Poin Krusial untuk Keselamatan

Pihak Syahbandar menekankan empat hal penting:

-Kelaikan Kapal: Nakhoda wajib memastikan kapal dalam kondisi prima dan segera mencari tempat berlindung jika cuaca memburuk.

-Komunikasi Antar Kapal: Saling berbagi informasi bahaya cuaca dengan kapal lain di sekitarnya.

-Prosedur Berlabuh: Berlabuh di area terlindung, mesin standby, dan kapal dijaga awak.

-Koordinasi Darurat: Segera hubungi Syahbandar dan BASARNAS jika situasi mengancam.

Langkah preventif ini bertujuan meminimalisasi risiko kecelakaan di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo. Para pelaku usaha wisata dan calon wisatawan diimbau untuk menjadwalkan ulang perjalanan demi keamanan dan keselamatan bersama.

(lou/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK