Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh dengan Cuci Darah? Ini Penjelasannya

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 09:45 WIB
Cuci darah jadi salah satu terapi gagal ginjal. Lantas, apakah gagal ginjal bisa sembuh dengan cuci darah?
Ilustrasi. Tak banyak orang yang tahu soal apakah gagal ginjal bisa sembuh dengan cuci darah. (Istockphoto/Semen Salivanchuk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gagal ginjal merupakan kondisi saat organ ginjal kehilangan sebagian atau seluruh kemampuannya dalam menyaring zat sisa metabolisme serta cairan dari darah. Lantas, apakah gagal ginjal bisa sembuh dengan cuci darah?

Menilik dari jenisnya, terdapat dua jenis gagal ginjal yang umum diketahui, yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Menukil buku Keseimbangan Cairan, Elektrolit & Asam Basa, gagal ginjal akut adalah kehilangan fungsi ginjal yang tiba-tiba disertai atau tidak disertai oliguria.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, gagal ginjal kronis merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara perlahan. Beberapa penyebabnya antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, dan lain sebagainya.

Dari laman Cleveland Clinic, disebutkan bahwa dialisis atau cuci darah menjadi salah satu solusi untuk gagal ginjal. Terapi ini berfungsi guna menggantikan fungsi ginjal yang rusak dengan cara menyaring limbah serta kelebihan cairan dari dalam darah.

Apakah gagal ginjal bisa sembuh dengan cuci darah?

Cuci darah sangat umum dilakukan oleh orang yang mengalami gagal ginjal. Dari data Cleveland Clinic, terdapat lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia menjalani dialisis atau transplantasi ginjal untuk menangani penyakit ginjal.

Lalu,apakah gagal ginjal bisa sembuh dengan cuci darah?

Dalam unggahannya di Instagram, dokter spesialis penyakit dalam Leida Ariani Saltian mengatakan, sembuh atau tidaknya gagal ginjal dengan cuci darah tergantung pada beberapa kondisi.

Misalnya, cuci darah bisa tidak dilakukan secara terus menerus pada gagal ginjal yang sifatnya akut. Dalam artian, kerusakan ginjalnya masih kurang dari tiga bulan yang biasanya disebabkan karena infeksi, dehidrasi, atau pun ada sumbatan batu di ginjal. Namun, pastikan bahwa penyebabnya segera ditangani.

Hal ini berbeda pada gagal ginjal kronis yang kerusakan ginjalnya sudah permanen lebih dari tiga bulan dan biasanya disebabkan lantaran penyakit hipertensi maupun diabetes yang tidak terkontrol.

Kesimpulannya, bagi penderita gagal ginjal akut, potensi untuk sembuh dengan metode cuci darah masih relatif besar. Hal ini berbeda dengan penderita gagal ginjal kronis karena pengaruh beberapa penyakit yang diderita sebelumnya.

Langkah mencegah penyakit gagal ginjal kronis

Guna membantu mencegah risiko penyakit ginjal kronis, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya:

- menjaga berat badan ideal lewat olah raga atau pola makan yang baik,
- mengikuti aturan penggunaan obat,
- berhenti merokok,
- mengontrol kondisi medis, misalnya diabetes atau hipertensi,
- berkonsultasi dengan dokter secara berkala.

Dengan demikian, menjawab pertanyaan mengenai apakah gagal ginjal bisa sembuh dengan cuci darah, jawabannya adalah tergantung dari jenis gagal ginjal yang diderita.

Untuk gagal ginjal akut, potensi untuk sembuh dengan cuci darah relatif lebih besar ketimbang pada penderita gagal ginjal kronis. Semoga ulasannya bermanfaat.

(hdr/asr)