Perempuan Ini Gunakan Sperma Suami sebagai Skincare, Apa Risikonya?
Seorang perempuan asal Amerika Serikat (AS), Brandy Benjamin, berbagi soal kebiasaan anehnya dalam merawat wajah. Ia kerap menjadikan sperma suami sebagai skincare.
Cerita ini hadir dalam reality show My Strange Addiction teranyar. Dalam acara itu, Brandy bercerita secara rinci upayanya untuk mendapatkan kulit wajah sempurna dengan sperma suami.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi TLC, Brandy mengaku kerap mengumpulkan air mani suaminya. Ia lalu mengoleskan air mani ke wajahnya menggunakan jarum suntik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video tersebut merekam aksi Brandy saat melakukan rutinitas skincare-nya. Ia mengoleskan air mani yang telah dikumpulkan ke seluruh kulitnya, sambil mengagumi pipinya di cermin.
"Di pagi hari, saya akan mendapatkan kiriman segar, yang biasanya berarti langsung dari suami saya," ujar Brandy, mengutip The Sun US.
"Lalu, di tengah malam, saya sangat menyukai sensasinya, terutama saat udaranya segar dan hangat," tambah dia.
Brandy mengaku menjalankan rutinitas mengoleskan air mani suami ke wajahnya sebanyak dua kali sehari.
Unggahan itu pun mendapatkan banyak respons dari warganet. Banyak orang mempertanyakan kebiasaan ganjil Brandy.
"Sayang, periksalah ke dokter kulit," ujar salah seorang netizen.
"Saya tidak perlu melihat ini secara langsung," keluh netizen lainnya.
Air mani sendiri memang diketahui mengandung beberapa nutrisi. Mengutip Medical News Today, air mani mengandung protein, zinc, magnesium, dan urea.
Beberapa orang percaya bahwa air mani dapat membantu mengobati dan memperbaiki jerawat. Keyakinan ini bermula dari anggapan bahwa spermin, senyawa organik di dalam air mani, ditemukan bersifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Namun, hingga saat ini tak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan air mani sebagai pengobatan jerawat.
Yang lainnya juga percaya bahwa air mani dapat mencegah penuaan dalam kulit. Khasiat ini dipercaya didapat dari senyawa kimia spermidin yang bertanggung jawab atas bau air mani.
Sebuah studi tahun 2021 mencatat, saat dikeluarkan dari bakteri Streptococcus, spermidin dapat berkontribusi pada pemulihan kulit dengan mendorong sintesis kolagen.
Hanya saja, jumlah spermidin dalam air mani kemungkinan terlalu rendah untuk membantu kulit tampak lebih muda. Alih-alih demikian, konsumsi buah jeruk dan paprika hijau yang dikenal kaya spermidin.
Potensi bahaya skincare dengan air mani
Mengaplikasikan air mani ke kulit wajah bisa menimbulkan sejumlah risiko. Pertama adalah penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore.
Sebagai contoh, sangat mungkin seseorang terjangkit klamidia atau gonore saat air mani masuk ke dalam mata. Namun, kasus ini terbilang jarang.
Seseorang juga bisa saja mengalami reaksi alergi, dari ringan hingga berat. Gejalanya bisa meliputi gatal-gatal, pembengkakan, ruam, hingga syok anafilaksis.
Selain itu, mengoleskan air mani ke kulit juga berpotensi memicu dermatitis.
Tak ada salahnya jika ingin merawat kulit tetap sehat. Tapi, alangkah baiknya jika tetap mengikuti anjuran dokter atau menggunakan bahan-bahan yang umum digunakan.
(asr)
