Kapan Waktu Terbaik Minum Air Putih untuk Meningkatkan Metabolisme?

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 05:00 WIB
Rupanya untuk meningkatkan metabolisme, ahli gizi menyarankan minum air putih di waktu tertentu.
Ilustrasi. Air putih jadi salah satu cairan terbaik buat tubuh. Ahli menyarankan waktu terbaik minum air putih untuk meningkatkan metabolisme. (Nisrina Salsabila)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cukup minum air putih mampu mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Rupanya untuk meningkatkan metabolisme, ahli gizi menyarankan minum air putih di waktu tertentu. Kapan?

Sudah minum berapa banyak air putih hari ini? Tak bisa dimungkiri, air jadi elemen asupan yang sangat penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air membantu mengatur suhu tubuh, membawa nutrisi dan oksigen ke sel, dan menjaga persendian tetap terlumasi dan bergerak. Selain itu, air juga memengaruhi metabolisme.

Lantas, kapan waktu terbaik minum air putih untuk meningkatkan metabolisme?

Secara teknis, waktu terbaik minum air putih adalah sepanjang hari. Konsumsinya pun harus konsisten agar tidak kekurangan.

Akan tetapi, jika tujuannya untuk meningkatkan metabolisme, ahli gizi Anar Allidina punya preferensi waktu tersendiri.

"Waktu terbaik untuk minum air adalah saat Anda bangun tidur, karena Anda berada dalam kondisi dehidrasi saat tidur," kata Allidina mengutip dari Prevention.

Dia menyarankan minum air putih sebanyak 350-600 ml dalam waktu 30-60 menit setelah bangun tidur. Air putih akan membantu menghidrasi sel dan mendukung kesehatan usus.

Air hangat atau air dingin? Dia berkata air dingin akan memicu termogenesis. Metabolisme akan meningkat sebentar hingga suhu air sama dengan suhu tubuh.

Artinya, minum air dingin di pagi hari sama dengan upaya pembakaran kalori.

Selain pagi hari, minum air putih sangat penting sebelum olahraga. Olahraga akan menguras energi dan cairan tubuh sehingga air putih berfungsi menjaga kadar cairan tubuh.

"Setiap reaksi metabolisme dalam tubuh Anda membutuhkan air. Bahkan dehidrasi ringan dapat memperlambat produksi energi seluler, oksidasi lemak, dan transportasi nutrisi," jelas Allidina.

(els)


[Gambas:Video CNN]