Insiden Roda Depan Pesawat Lepas Saat Mendarat Gegerkan Bandara AS
Satu roda depan pesawat United Airlines dilaporkan terlepas saat melakukan pendaratan keras (hard landing) di bandara utama Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS), akhir pekan lalu.
Insiden tersebut menimpa penerbangan United 2323 yang baru saja menempuh perjalanan udara selama dua jam dari Bandara O'Hare Chicago menuju Florida pada Minggu (18/1) pagi waktu setempat.
Dalam video yang viral di media sosial X (dulu Twitter), terlihat bagian roda belakang pesawat menyentuh landasan terlebih dahulu, disusul oleh roda pendaratan depan. Namun, tepat saat bersentuhan dengan aspal, salah satu roda depan tampak patah dan menggelinding ke arah rerumputan di pinggir landasan.
Pihak United Airlines mengonfirmasi kepada The Independent bahwa insiden ini disebabkan oleh masalah mekanis saat proses pendaratan.
Maskapai tersebut menyatakan seluruh penumpang dievakuasi menggunakan bus menuju terminal, sementara petugas bekerja memindahkan pesawat dari landasan pacu. Dipastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) dalam pernyataan awalnya menyebut bahwa pesawat tersebut mengalami kerusakan fatal setelah melakukan pendaratan keras.
Akibat insiden roda lepas ini, operasional Bandara Orlando sempat dihentikan sementara (ground stop), meski larangan terbang tersebut segera dicabut tak lama kemudian. Otoritas Penerbangan Greater Orlando mengakui sempat terjadi penundaan jadwal penerbangan selama proses pemindahan badan pesawat.
Hingga kini, FAA menyatakan bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa yang menimpa United Airlines ini menambah daftar panjang insiden penerbangan dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, sebuah jet Boeing 767 milik maskapai Latam juga mengalami pecah ban saat mendarat di Bandara Hartsfield-Jackson Atlanta, AS, pada Selasa (6/1).
Dalam insiden Latam tersebut, seluruh ban pada roda pendaratan belakang pecah saat menyentuh landasan. Sebanyak delapan dari total sepuluh ban pesawat diduga meledak atau meleleh akibat gesekan ekstrem.
Sejumlah penumpang melaporkan bahwa guncangan saat pendaratan keras tersebut sangat hebat hingga menyebabkan bagasi kabin terbuka dan pintu toilet terlepas dari engselnya.
(wiw)