Mana yang Lebih Aman, Simpan Telur di Kulkas atau di Luar?

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 19:40 WIB
Simpan telur di kulkas atau di luar masih jadi perdebatan. Mana yang lebih aman dan tepat? Ini penjelasan para ahli pangan.
Ilustrasi. Sebaiknya, menyimpan telur agar aman itu di kulkas atau justru di luar? (iStockphoto/Raywatt Jhantarangura)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menyimpan telur di kulkas atau di luar ternyata masih menjadi perdebatan hingga sekarang, meski terlihat sebagai hal sepele di dapur.

Chef terkenal asal Inggris, James Martin, menyebut telur sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Menurutnya, cangkang telur bersifat berpori sehingga mudah menyerap aroma dari makanan lain yang ada di dalam kulkas.

Hal ini, pada akhirnya, dapat memengaruhi rasa telur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain soal rasa, telur dingin juga dinilai kurang ideal untuk proses memasak. Martin mengatakan telur yang langsung diambil dari kulkas bisa memengaruhi hasil masakan, terutama saat digunakan untuk memanggang kue.

Mengutip HuffPost, perusahaan baking asal Amerika Serikat, King Arthur Baking, menyebut telur dingin membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan dapat membuat tekstur kue menjadi lebih kaku. Bahkan, telur yang masih dingin berisiko retak jika langsung dimasukkan ke air panas saat direbus.

Namun, otoritas keamanan pangan Inggris, Food Standards Agency (FSA), justru menyarankan telur disimpan di tempat sejuk dan kering. Kulkas pun disebut sebagai pilihan paling aman.

Menurut FSA, menyimpan telur pada suhu yang stabil penting untuk menjaga keamanannya. Perubahan suhu yang terlalu sering dapat menimbulkan embun pada cangkang telur, yang berpotensi memudahkan bakteri seperti Salmonella masuk ke dalam telur.

Tak hanya telur utuh, telur yang sudah dipecahkan juga harus disimpan di kulkas. FSA menjelaskan bakteri berbahaya dapat berkembang dengan cepat pada telur cair yang dibiarkan di suhu ruang.

Telur cair yang disimpan di kulkas pun sebaiknya dibuang jika sudah lebih dari 24 jam.

Melansir Martha Stewart, berikut beberapa cara menyimpan telur agar tetap aman:

• Tangani telur dengan hati-hati karena sifatnya mudah rapuh. Penyimpanan yang tidak tepat, penanganan yang salah, dan retakan kecil dapat memicu pertumbuhan bakteri.

• Saat membeli, hindari telur yang retak karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi dari partikel di udara dan memicu penyakit bawaan makanan.

• Jangan mencuci telur karena dapat mendorong bakteri menembus cangkang. Jika telur kotor, cukup bersihkan dengan kain kering atau tisu.

• Cuci tangan sebelum memegang telur untuk mencegah kuman di tangan masuk ke dalam makanan.

• Jauhkan telur dari makanan berbau menyengat karena telur dapat menyerap aroma kuat jika disimpan terlalu lama di dekatnya.

Lalu, mana cara menyimpan telur yang paling tepat?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Menyimpan telur di kulkas memang membuatnya lebih awet dan aman, terutama bagi mereka yang tidak sering menggunakan telur dalam waktu dekat.

Sementara itu, sebagian orang yang gemar memasak berbahan dasar telur lebih memilih menyimpannya di luar kulkas. Telur bersuhu ruang dianggap lebih mudah diolah dan dapat memberikan hasil masakan yang lebih optimal.

Untuk mengetahui apakah telur masih layak konsumsi, banyak orang mengenal tes telur dengan merendamnya di air. Telur yang mengapung dianggap sudah tidak segar, sedangkan telur yang tenggelam dinilai masih aman.

Namun, FSA menegaskan cara paling aman adalah memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan memastikan telur dimasak hingga matang sempurna. Telur bahkan masih bisa dikonsumsi beberapa hari setelah tanggal tersebut, asalkan dimasak dengan benar.

(nga/tis)


[Gambas:Video CNN]