Selama ini, merebus menjadi cara paling umum memasak telur. Namun, belakangan metode mengukus telur mulai banyak direkomendasikan karena dinilai memberikan hasil yang lebih baik.
Meski sama-sama tanpa minyak dan tetap bergizi, mengukus dan merebus telur menghasilkan perbedaan signifikan, baik dari segi tekstur, rasa, hingga kemudahan saat dikupas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari berbagai sumber, berikut merupakan alasan mengapa telur kukus disebut lebih unggul dibanding telur rebus.
Telur kukus dimasak menggunakan uap panas yang bekerja secara perlahan dan merata. Proses ini membuat putih telur matang lebih empuk, tidak kenyal atau keras, sementara kuning telur terasa lebih creamy.
Sebaliknya, telur rebus kerap terpapar panas tinggi secara langsung dari air mendidih. Jika waktu perebusan sedikit meleset, putih telur bisa menjadi karet dan kuning telur terasa kering.
Tekstur lembut ini membuat telur kukus cocok untuk salad, sandwich, menu diet, dan lauk anak-anak.
Salah satu tantangan merebus telur adalah hasil yang sering tidak konsisten. Tingkat kematangan telur rebus bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti usia telur, suhu awal telur, hingga besar kecil panci.
Mengukus telur cenderung lebih stabil karena suhu uap panas relatif konstan. Selama waktu pengukusan dijaga, telur akan matang lebih merata dari luar hingga ke dalam, sehingga kecil kemungkinan kuning telur masih mentah atau justru terlalu matang.
Mengupas telur rebus sering menjadi pekerjaan yang menjengkelkan karena putih telur menempel pada kulit. Pada telur kukus, masalah ini lebih jarang terjadi.
Uap panas menciptakan lingkungan lembap yang membantu memisahkan membran kulit dari putih telur, sehingga kulit telur lebih mudah dilepaskan tanpa merusak permukaan telur.
Lingkaran kehijauan di sekitar kuning telur biasanya muncul pada telur rebus yang terlalu lama dimasak. Warna ini muncul akibat reaksi kimia antara sulfur dari putih telur dan zat besi dari kuning telur karena paparan suhu tinggi.
Metode mengukus dengan panas yang lebih terkendali mengurangi risiko reaksi ini, sehingga kuning telur tetap berwarna kuning cerah dan tampil lebih menggugah selera.
Baik mengukus maupun merebus sama-sama sehat. Namun, karena telur kukus tidak terendam air, risiko nutrisi larut air terbuang dinilai lebih kecil, meski perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Metode ini sering dianggap lebih ramah nutrisi, terutama bagi mereka yang memperhatikan detail asupan gizi.
Waktu mengukus telur tergantung tingkat kematangan yang diinginkan. Berikut panduan umum yang bisa digunakan di rumah, mengutip The Kitchen Pursuits.
* Setengah matang (kuning masih cair): 6 sampai 7 menit
* Matang sedang: 8 sampai 9 menit
* Matang keras: 10 sampai 12 menit
Setelah dikukus, segera rendam telur dalam air es selama sekitar 10 menit. Langkah ini menghentikan proses pemasakan dan membuat telur semakin mudah dikupas.
Telur rebus dan telur kukus sama-sama bergizi dan mudah dibuat. Namun, dari segi tekstur, konsistensi kematangan, kemudahan mengupas, tampilan, dan rasa, telur kukus menawarkan lebih banyak keunggulan.
Jika menginginkan telur yang lembut, mudah dikupas, matang merata, dan terasa lebih nikmat, mengukus bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibanding merebus.
(nga/asr)