Rekomendasi 3 Suplemen untuk Usia 50 Tahun ke Atas

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 05:00 WIB
Nutrisi bisa diperoleh dari makanan. Namun jika khawatir kekurangan, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen berikut.
Ilustrasi. Simak rekomendasi suplemen untuk usia 50 tahun ke atas. Awas, jangan sampai dosisnya berlebihan. (Adinda Rizki)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian orang mengonsumsi suplemen untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Namun suplemen apa yang cocok untuk usia 50 tahun ke atas?

Kesadaran akan pentingnya kesehatan meningkat sejak pandemi Covid-19. Selain kebiasaan mengenakan masker dan cuci tangan, orang juga mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada begitu banyak suplemen di pasaran. Namun suplemen apa yang kira-kira penting?

Menurut Lingtak-Neander Chan, seorang profesor farmasi, keputusan mengonsumsi suplemen perlu berdasar kondisi kesehatan, pola makan, akses terhadap makanan, dan faktor individu lainnya.

Suplemen untuk usia 50 tahun ke atas

Mereka yang berusia 50 tahun ke atas bisa memperoleh nutrisi dari makanan. Namun jika khawatir kekurangan nutrisi, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen berikut.

1. Kalsium

Seiring bertambah usia, tubuh tidak bisa menyerap vitamin dan mineral sebanyak dulu. Kalsium merupakan mineral yang sangat penting untuk fungsi tubuh.

Tubuh mengambil kalsium dari tulang agar kebutuhannya tercukupi. Akibatnya, tulang semakin lemah.

Berapa banyak kalsium yang diperlukan? National Health Institute menyarankan kalsium sebanyak:

  • 1.200 mg per hari untuk wanita 51 tahun ke atas
  • 1.000 mg per hari untuk pria usia 51-70 tahun
  • 1.200 mg per hari untuk pria usia 71 tahun ke atas

Jika sedang mengonsumsi obat tertentu, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebab beberapa jenis obat bisa bereaksi dengan suplemen kalsium.

Kemudian suplemen sifatnya hanya melengkapi kebutuhan kalsium. Anda tetap perlu mengonsumsi makanan tinggi kalsium seperti, susu, brokoli, kale, salmon, sarden, dan biji-bijian.

2. Vitamin D

Menjaga tulang sejak muda bisa dilakukan melalui nutrisi seimbang, olahraga, gaya hidup sehat, manajemen stres, dan pemeriksaan rutin untuk mencegah keropos di masa depan.Ilustrasi. Suplemen untuk usia 50 tahun ke atas salah satunya vitamin D. Anda memang bisa berjemur untuk mendapatkan vitamin ini tapi proses penuaan memengaruhi kulit dalam produksi vitamin D. (Nindya Putri Hermansyah)

Kalsium bekerja paling baik saat dikonsumsi bersama vitamin D. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus.

Selain menjaga kesehatan tulang, vitamin D juga mendukung sistem saraf dan menjaga kesehatan jantung. Berjemur memang jadi salah satu cara ampuh mencukupi kebutuhan vitamin ini.

Hanya saja, Anda tidak bisa terus-terusan mengandalkan paparan sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D. Proses penuaan rupanya memengaruhi kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D.

Berikut jumlah vitamin D yang Anda perlukan.

15 mcg (mikrogram) atau 600 IU per hari untuk orang dewasa usia 19-70 tahun
20 mcg atau 800 IU untuk usia 71 tahun ke atas

Sebagai catatan, konsumsi vitamin D sebaiknya bersama dengan makanan atau camilan yang mengandung sedikit lemak. Vitamin D termasuk vitamin larut lemak sehingga perlu lemak untuk bisa dicerna dan diserap tubuh.

3. Vitamin B12

Orang dewasa tua memerlukan vitamin B12. Kenapa? Kekurangan vitamin B12 akan memicu kerusakan saraf (neuropati), masalah keseimbangan, depresi, kebingungan, daya ingat buruk, dan gejala seperti demensia.

Berapa banyak vitamin B12 yang diperlukan? Orang dewasa setidaknya memerlukan 2,4 mcg vitamin B12 per hari.

Di samping konsumsi suplemen, vitamin B12 bisa diperoleh dari ikan, daging, unggas, telur, susu, hati sapi, dan kerang.

(els)


[Gambas:Video CNN]