Waspada Virus Nipah, Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan dari Makanan

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Kemenkes wanti-wanti bahaya virus Nipah. (iStockphoto/jarun011)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus virus Nipah kembali dilaporkan di India dan memicu peningkatan kewaspadaan di berbagai negara. Taiwan hingga Thailand dilaporkan memperketat skrining kesehatan di pintu kedatangan internasional. Indonesia pun tak luput dari sorotan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai virus Nipah yang dikenal sebagai penyakit zoonosis dengan tingkat kematian tinggi, bahkan bisa mencapai 75 persen.

Penularan virus ini tidak hanya terjadi dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat berasal dari makanan yang terkontaminasi.

Berikut potensi penularan dan gejala virus Nipah yang perlu dikenali sejak dini:

Potensi penularan virus nipah

1. Buah yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar

Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah. Penularan dapat terjadi melalui konsumsi buah yang terpapar air liur atau urine kelelawar, terutama buah dengan bekas gigitan.

2. Makanan yang tidak dicuci dan diolah dengan baik

Virus Nipah dapat bertahan pada makanan yang terkontaminasi jika tidak dibersihkan atau diolah secara higienis sebelum dikonsumsi. Kemenkes pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi buah dan makanan sehari-hari.

3. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi

Risiko penularan juga meningkat saat seseorang melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus Nipah tanpa perlindungan yang memadai.

4. Penularan antarmanusia

Dalam kondisi tertentu, virus Nipah dapat menular dari manusia ke manusia, terutama melalui kontak erat dan paparan cairan tubuh.

Gejala Virus Nipah yang perlu diwaspadai

1. Demam dan gejala pernapasan ringan

Gejala awal virus Nipah kerap menyerupai flu, seperti demam, batuk, dan pilek, sehingga sering kali luput dikenali.

2. Muntah dan gangguan pencernaan

Sebagian penderita mengalami mual dan muntah sebagai tanda awal infeksi.

3. Sesak napas

Infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius jika tidak segera ditangani.

4. Penurunan kesadaran hingga kejang

Virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga ensefalitis atau radang otak.

Kemenkes mengingatkan pentingnya pencegahan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Perkuat imunitas tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin beraktivitas fisik," demikian imbauan Kemenkes, Senin (26/1) mengutip Detik.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar serta selalu mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi.

Bagi masyarakat yang bepergian ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, Kemenkes menyarankan untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh otoritas setempat. Setelah kembali ke Tanah Air, pelaku perjalanan juga diimbau tetap waspada.

Jika dalam waktu hingga 14 hari setelah kepulangan muncul gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, atau kejang, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK