Cara Aman Cuci Muka dengan Air Beras dan Efek Sampingnya

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 06:15 WIB
Cuci muka dengan air beras tidak bisa dilakukan sembarangan, karena cara penggunaan yang keliru justru berisiko memicu masalah kulit.
Ilustrasi. Ada cara aman cuci muka dengan air beras. (iStockphoto/ThamKC)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Cuci muka dengan air beras tidak bisa dilakukan sembarangan, karena cara penggunaan yang keliru justru berisiko memicu masalah kulit.

Meski dikenal sebagai perawatan alami yang telah lama digunakan di berbagai budaya Asia, air cucian beras tetap memerlukan cara pemakaian yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan secara aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air cucian beras banyak digunakan karena dianggap mampu membantu mencerahkan dan merawat kulit wajah. Di balik kepercayaan tersebut, air beras memang mengandung sejumlah senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan kulit

Dokter spesialis kulit dan kelamin, I Gusti Nyoman Darmaputra, menjelaskan bahwa air beras mengandung inositol, vitamin B, vitamin E, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.

"Kandungan tersebut berfungsi membantu regenerasi sel kulit, menjaga lapisan pelindung kulit, mempertahankan kelembapan, serta memperlambat tanda penuaan," ujar Darma, dikutip dari detikhealth.

Ia menambahkan, antioksidan berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat mempercepat penuaan dini. Sementara efek mencerahkan yang sering dikaitkan dengan air beras berasal dari kandungan niasin dan senyawa aktif lain yang mendukung pergantian sel kulit.

Meski demikian, Darma mengingatkan bahwa manfaat air beras tidak selalu sama pada setiap orang. Kandungan zat aktif di dalam air cucian beras bisa berbeda, tergantung jenis beras dan cara pengolahannya.

"Konsentrasi spesifiknya dalam air cucian beras tidak selalu terukur tinggi," katanya.

Cara aman cuci muka dengan air beras

day timeIlustrasi. Cara aman cuci muka dengan air beras. (iStockphoto/K-Angle)

Penggunaan air beras sebagai perawatan wajah sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat agar manfaatnya optimal dan risiko iritasi bisa dihindari. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Pilih air cucian beras yang bersih

Darma menyarankan untuk tidak menggunakan air cucian pertama karena masih mengandung kotoran dan sisa debu dari proses penggilingan.

"Cucian pertama masih mengandung banyak kotoran dari proses pengolahan beras. Cucian kedua biasanya lebih bersih, tapi masih kaya pati dan sejumlah nutrisi," jelasnya.

2. Pastikan wadah penyimpanan bersih dan tertutup rapat

Air cucian beras sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin dan digunakan maksimal satu hingga dua hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.

Jika air beras berubah bau menjadi asam atau terlihat mengalami fermentasi berlebihan, sebaiknya tidak digunakan.

3. Perhatikan jenis kulit

Meski alami, air beras tidak selalu cocok untuk semua orang. Pemilik kulit sensitif, berjerawat aktif, atau memiliki riwayat alergi disarankan untuk mencoba terlebih dahulu pada area kecil kulit atau berkonsultasi dengan dokter kulit.

Manfaat air cucian beras

Penggunaan air cucian beras dalam perawatan kulit memiliki beberapa manfaat seperti:

- membantu mencerahkan kulit,
- meredakan iritasi ringan,
- menjaga kelembapan,
- membantu kulit tampak lebih kencang.

Mengutip Healthline, air cucian beras juga dapat membantu memperbaiki kondisi kulit yang kering akibat paparan bahan kimia tertentu, seperti sodium lauryl sulfate (SLS).

Namun, Darma menegaskan bahwa air beras sebaiknya diposisikan sebagai perawatan pendukung, bukan pengganti produk medis atau perawatan dermatologis yang telah terbukti secara klinis.

Efek samping air beras pada wajah

Melansir dari Health Shots, selain memiliki berbagai manfaat, mencuci muka dari air cucian beras memiliki efek samping yang perlu diwaspadai meliputi berikut.

1. Kekeringan

Penggunaan terlalu sering dapat mengakibatkan kekeringan berlebihan.

2. Reaksi alergi

Beberapa orang mungkin mengalami kemerahan atau iritasi karena alergi terhadap air beras.

3. Jerawat

Membilas dengan cara yang tidak benar atau menggunakan air beras fermentasi yang terlalu kuat dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

4. Warna kulit tidak merata

Penggunaan bahan ini dalam jangka waktu lama tanpa pembersihan yang tepat dapat mengakibatkan penumpukan yang menyebabkan warna kulit tidak merata.

5. Sensitif terhadap sinar matahari

Mengoleskan air beras langsung dan berjemur di bawah sinar matahari dapat menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet.

Cuci muka dengan air beras dapat menjadi pilihan perawatan alami yang aman selama dilakukan dengan cara yang benar, higienis, dan sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.

(nga/asr)