Desa Berpenduduk 14 Orang Ini Minta Cabut Status Warisan Dunia UNESCO

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 17:45 WIB
Sebuah desa terpencil di pegunungan Slovakia Tengah kini tengah berjuang untuk melepaskan diri dari predikat status warisan dunia UNESCO.
Ilustrasi desa di Eropa. (istockphoto/James Sullivan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah desa terpencil di pegunungan Slovakia Tengah kini tengah berjuang untuk melepaskan diri dari predikat prestisius internasional. Warga Desa Vlkolínec secara resmi meminta agar status Situs Warisan Dunia UNESCO yang mereka sandang sejak 1993 segera dicabut.

Desa ini sejatinya merupakan magnet wisata yang sangat populer dengan rata-rata kunjungan mencapai 100 ribu turis setiap tahunnya. Namun, bagi penduduk lokal, popularitas tersebut justru menjadi beban yang membuat kehidupan mereka sengsara.

Daya tarik utama Vlkolínec terletak pada keindahan bangunan tradisional kayu yang merepresentasikan arsitektur khas pegunungan Carpathian utara. Meski dikagumi dunia, warga Lokal merasa aturan pelestarian yang ditetapkan UNESCO terlalu mengekang ruang gerak mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UNESCO melindungi rumah-rumahnya, tetapi sama sekali tidak melindungi orang-orang yang tinggal di dalamnya," tegas Anton Sabucha (67), penduduk tetap tertua di desa tersebut, seperti dikutip dari TVP World pada Rabu (28/1).

Warga mengungkapkan bahwa regulasi ketat demi menjaga keaslian situs telah merampas gaya hidup agraris mereka. Saat ini, penduduk dilarang memelihara hewan ternak atau bercocok tanam di lahan kecil mereka, aktivitas yang dahulu menjadi napas kehidupan desa tersebut.

Masalah lain yang memicu kemarahan warga adalah perilaku buruk para pelancong. Penduduk lokal merasa seperti tinggal di dalam akuarium karena privasi mereka kerap dilanggar.

Banyak turis yang dilaporkan nekat masuk ke halaman rumah pribadi, mengintip melalui jendela, hingga pesepeda yang menerobos zona terlarang.

Sabucha mengaku sudah berupaya memasang papan peringatan bertuliskan "Properti Pribadi" dan "Dilarang Memotret", namun instruksi tersebut sering kali diabaikan oleh para wisatawan.

"Kami yakin hidup kami akan jauh lebih tenang dan baik jika nama desa ini dihapus dari daftar situs warisan dunia," tambahnya.

Milos Dudas, seorang pakar warisan budaya Slovakia, memberikan analisis mendalam mengenai situasi ini. Ia menjelaskan bahwa Vlkolínec awalnya terpilih sebagai situs UNESCO bukan hanya karena keunikan bangunannya, melainkan karena statusnya sebagai pemukiman yang masih berfungsi secara aktif.

Namun, ia mengakui bahwa status tersebut membawa dampak ganda. "Pencantuman ini memang memberikan kehormatan dan gengsi, namun di sisi lain menciptakan masalah besar seperti hilangnya privasi dan transformasi rumah tinggal menjadi sekadar pondok sewa akhir pekan," ujar Dudas.

Ia memperingatkan bahwa lingkungan Vlkolínec sangat rentan. Alih-alih menjadi desa yang lestari, Vlkolínec kini perlahan berubah menjadi "museum terbuka" yang terasa kosong dan tidak bernyawa.

Tekanan pariwisata dan aturan yang kaku berdampak langsung pada demografi desa. Data menunjukkan penurunan populasi yang sangat tajam. Pada tahun 1993, desa ini dihuni oleh 27 orang dari 7 keluarga. Namun, pada 2026, hanya tersisa 14 orang dari 4 keluarga yang bertahan.

Meskipun aspirasi warga sangat kuat, proses penghapusan status UNESCO bukanlah hal yang mudah. Vlkolínec merupakan satu dari hanya tiga pemukiman pedesaan tradisional di Eropa Tengah yang masih terpelihara dengan baik, selain situs di Hongaria dan Republik Ceko.

Upaya pembatalan status warisan dunia memerlukan keputusan diplomatik yang rumit antara pemerintah nasional dan UNESCO, sebuah langkah yang sangat jarang terjadi dan sangat sensitif secara politik.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]