BPOM Soal Bahaya Whip Pink Gas, Tabung Cantik yang Ancam Nyawa
Kasus kematian seorang influencer baru-baru ini dikaitkan dengan Whip Pink. Tabung pink ini berisi nitrous oxide (N2O). BPOM ungkap bahaya Whip Pink gas yang perlu kamu waspadai.
Whip Pink di satu sisi jadi kawan akrab pelaku industri kuliner. Di sisi lain, rupanya alat ini bisa jadi sumber petaka jika disalahgunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan Whip Pink jadi buah bibir sebab dikaitkan dengan kematian seorang influencer.
Apa itu Whip Pink?
Tabung-tabung berwarna pink ini berisi nitrous oxide. Melansir dari laman Direktorat Intelijen Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), N2O alias dinitrogen oksida digunakan dalam
bidang medis sebagai agen inhalasi sedasi ringan, analgesik ringan, dan pendamping anestesi umum. Untuk mencegah hipoksia, pemberiannya selalu disertai oksigen berkadar 30-50 persen;
bidang industri pangan sebagai propelan aerosol atau pembentuk busan krim dan sebagai stabilizer tekstur;
bidang otomotif sebagai peningkat tenaga pada beberapa mesin mobil (NOS).
BPOM soal bahaya Whip Pink gas
Di luar tiga bidang tersebut, ternyata Whip Pink juga digunakan sebagai sarana rekreasi. Saat dihirup, dinitrogen oksida akan cepat masuk ke otak atau susunan saraf pusat.
Sensasi yang ditimbulkan antara lain, rasa sakit berkurang, muncul perasaan ringan dan euforia.
Akan tetapi, dampak rekreasi dinitrogen oksida ini bisa mengarah pada bahaya antara lain:
1. Otak
Ilustrasi. Belakangan Whip Pink kerap dibicarakan sebab dikaitkan dengan kematian influencer Lula Lahfah. (Tangkapan layar instagram @lulalahfah) |
Sensasi 'nge-fly' sebenarnya adalah otak yang tercekik akibat tidak mendapatkan oksigen. Pusing dan sensasi melayang sebenarnya sinyal bahwa sel-sel otak sedang sekarat.
Kemudian bisa muncul disorientasi atau kebingungan, gangguan daya ingat, hilang kesadaran atau amnesia sementara, depresi, halusinasi, paranoia, dan inaktivasi vitamin B12. Inaktivasi vitamin B12 berarti kondisi tubuh tidak mampu menggunakan vitamin B12 sehingga memicu kerusakan otak dan sumsum tulang belakang.
Jika penggunaan diteruskan, pengguna bisa pingsan, terkena serangan jantung, hingga kematian.
2. Mulut dan saluran pernapasan
Gas dinitrogen oksida yang terlepas langsung ke hidung atau mulut akan menyebabkan kelumpuhan saluran pernapasan, tenggorokan beku, dan sesak napas.
3. Jantung
Detak jantung tidak beraturan atau lambat, muncul serangan jantung, dan bisa berakibat kematian.
Sarana rekreasi populer
Secara global, penggunaan Whip Pink sebagai sarana rekreasi bukan hal baru. Di Australia, dinitrogen oksida meningkat dari 0,4 persen di 2001 menjadi 1,7 persen di 2019.
Survei Narkoba Global 2021 mencantumkan dinitrogen oksida sebagai salah satu zat untuk mendapat efek rekreasi terpopuler ke-10 di dunia setelah ganja, MDMA, kokain, amfetamin, LSD, magic mushroom, Benzodiazepines, opioid yang diresepkan, dan ketamin.
Ilustrasi. Whip Pink atau dinitrogen oksida masuk deret sarana rekreasi populer selain magic mushroom, ketamin, LSD, dan ganja. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sejumlah negara pun sudah mengambil langkah tegas terhadap penyalahgunaan Whip Pink seperti, Inggris, sebagian negara bagian di AS, Belanda, Australia, Prancis, dan beberapa negara Eropa lain.
Sementara itu, Indonesia mencatat dinitrogen oksida dalam Whip Pink sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan BPOM. Kemudian gas ini juga digunakan dalam bidang medis.
BPOM memperingatkan bahaya Whip Pink gas. Namun hingga kini belum ada regulasi khusus yang menindak tegas penyalahgunaan N2O. Padahal produk ini bebas diakses baik secara daring maupun luring.
(els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Belakangan Whip Pink kerap dibicarakan sebab dikaitkan dengan kematian influencer Lula Lahfah. (Tangkapan layar instagram @lulalahfah)
Ilustrasi. Whip Pink atau dinitrogen oksida masuk deret sarana rekreasi populer selain magic mushroom, ketamin, LSD, dan ganja. (CNN Indonesia/Safir Makki)