9 Makanan Ini Bantu Redakan Diare dan Cegah Dehidrasi
Pemilihan makanan yang tepat menjadi salah satu kunci penting untuk membantu meredakan diare sekaligus mencegah tubuh kehilangan terlalu banyak cairan.
Saat diare, tubuh biasanya kehilangan banyak cairan dan elektrolit penting, seperti natrium dan kalium, yang berperan menjaga fungsi organ tetap optimal. Jika tidak ditangani dengan baik, diare dapat memicu dehidrasi, tubuh terasa lemas, hingga gangguan keseimbangan elektrolit, terutama pada anak-anak dan lansia.
Melansir Natural Remedy Ideas, berikut sejumlah makanan yang relatif aman dan bisa membantu meredakan diare:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pisang
Pisang dikenal sebagai makanan yang paling sering dianjurkan saat diare. Kandungan pektin di dalamnya merupakan serat larut yang membantu menyerap kelebihan cairan di usus sehingga feses menjadi lebih padat.
Selain itu, pisang kaya kalium, elektrolit yang banyak hilang saat diare. Teksturnya yang lembut juga membuat pisang mudah dicerna dan tidak membebani saluran cerna yang sedang sensitif.
2. Nasi putih
Nasi putih merupakan sumber karbohidrat sederhana yang mudah dicerna tubuh. Kandungan seratnya yang rendah membuat nasi putih relatif aman dikonsumsi saat diare.
Pati dalam nasi putih juga dapat melapisi dinding lambung dan usus, sehingga membantu mengurangi iritasi pada saluran cerna.
3. Roti tawar
Roti tawar putih termasuk makanan rendah serat yang aman untuk pencernaan saat diare. Proses pemanggangan membuat roti lebih mudah dicerna dan dapat membantu menyerap kelebihan cairan di saluran cerna.
Roti tawar juga menjadi sumber energi tanpa memicu iritasi. Sebaiknya hindari roti gandum, roti berbiji, atau roti dengan tambahan mentega dan selai tinggi gula.
4. Sup atau kaldu ayam
Kaldu ayam hangat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang selama diare. Teksturnya yang ringan juga tidak membebani kerja lambung dan usus.
Kandungan mineral dalam kaldu membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Pilih kaldu rendah lemak dan tidak terlalu asin agar lebih aman bagi pencernaan.
5. Wortel rebus
Wortel yang direbus hingga lunak lebih mudah dicerna dan tetap mengandung serat larut yang membantu menyerap cairan di usus. Sayuran ini juga kaya vitamin A yang mendukung proses pemulihan tubuh.
Teksturnya yang lembut membuat wortel cocok dikonsumsi saat saluran cerna sedang sensitif, baik dimakan langsung maupun dijadikan sup.
6. Kentang rebus
Kentang rebus tanpa kulit merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan dapat membantu mengikat cairan di usus. Kentang juga mengandung kalium untuk membantu menggantikan elektrolit yang hilang.
Pastikan kentang dikonsumsi tanpa tambahan mentega, santan, atau bumbu tajam agar tidak memperparah gejala diare.
7. Yogurt
Yogurt tawar yang mengandung probiotik dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus yang terganggu akibat diare. Probiotik berperan penting dalam mempercepat pemulihan pencernaan.
Pilih yogurt tanpa gula dengan kultur hidup aktif. Bagi orang yang sensitif terhadap laktosa, yogurt umumnya lebih mudah ditoleransi dibandingkan susu cair.
8. Telur rebus
Telur rebus merupakan sumber protein yang mudah dicerna dan membantu memperbaiki jaringan tubuh, termasuk saluran cerna. Cara memasak yang sederhana membuat telur tidak membebani pencernaan.
Protein dalam telur membantu menjaga asupan nutrisi saat tubuh kehilangan banyak energi. Hindari telur goreng atau telur dengan tambahan minyak dan bumbu berlebihan.
9. Oatmeal
Oatmeal yang dimasak dengan baik mengandung serat larut yang dapat membantu menyerap kelebihan air di usus. Oatmeal juga mengandung beta-glukan, serat larut yang membentuk gel di saluran pencernaan.
Agar lebih mudah dicerna, masak oat dengan air, bukan susu, dan masak hingga teksturnya sangat lunak selama diare.
(nga/tis)[Gambas:Video CNN]


