Minum Air Es Saat Demam, Aman atau Justru Bikin Tak Nyaman?

CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 13:15 WIB
Minum air es saat demam tidak selalu berbahaya, tapi air suhu ruang atau hangat dinilai lebih aman dan nyaman untuk membantu pemulihan.
Ilustrasi. Minum air es saat demam, sebenarnya boleh saja tapi tidak terlalu disarankan. (iStock/Moyo Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat demam, banyak orang spontan mencari air es untuk meredakan sensasi panas di tubuh. Namun, muncul pertanyaan, apakah minum air es benar-benar aman saat demam, atau justru sebaiknya dihindari?

Menjaga asupan cairan merupakan hal paling krusial ketika demam. Tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Meski demikian, suhu minuman ternyata juga berpengaruh pada kenyamanan tubuh selama proses pemulihan.

Mengutip Welly, demam merupakan mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi. Saat suhu tubuh meningkat, cairan lebih cepat keluar dari tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan menjadi fondasi utama pemulihan, terlepas dari dingin atau hangatnya minuman yang dikonsumsi.

Melansir Biology Insights, kehilangan cairan akibat demam bisa mencapai 17 hingga 35 ons per hari. Kondisi ini dapat semakin berat bila demam disertai muntah atau diare, sehingga kebutuhan cairan dan elektrolit pun meningkat.

Air dingin memang dapat memberikan sensasi sejuk sesaat, terutama saat tubuh terasa sangat panas. Namun, efek ini tidak signifikan dalam menurunkan suhu inti tubuh. Tubuh memiliki sistem pengatur suhu yang akan segera menyesuaikan kondisi internalnya.

Bahkan, pada sebagian orang, air yang terlalu dingin justru dapat memicu reaksi menggigil. Kondisi ini membuat tubuh menghasilkan panas tambahan dan berpotensi menambah rasa tidak nyaman.

Minum air es terlalu cepat atau saat demam tinggi juga dapat memicu sejumlah keluhan, seperti:

• Mual dan muntah

• Iritasi tenggorokan

• Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah

• Pengalihan energi tubuh

Menukil Science Insights, minuman yang sangat dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sementara di area tenggorokan. Efek ini memang bersifat singkat, tetapi pada sebagian orang dapat memperparah rasa tidak nyaman, terutama jika disertai sakit tenggorokan atau gangguan pencernaan.

Lalu, kapan minuman dingin masih bisa dipertimbangkan?

Pada kondisi tertentu, seperti nyeri tenggorokan, minuman dingin atau es batu dapat memberikan efek kebas sementara yang membantu meredakan rasa sakit. Namun, perlu diingat bahwa efek ini tidak mempercepat proses penyembuhan, melainkan hanya meredakan gejala sesaat.

Sebaliknya, untuk keluhan seperti hidung tersumbat dan lendir kental, para ahli justru menilai minuman hangat lebih efektif. Minuman hangat dapat membantu mengencerkan lendir sekaligus meredakan iritasi saluran napas.

Beberapa jenis minuman yang lebih dianjurkan saat demam antara lain:

• Air putih suhu ruang

• Air hangat

• Teh herbal

• Minuman elektrolit, terutama bila terjadi kehilangan cairan berat

Minuman dengan suhu tersebut dinilai lebih mudah diterima tubuh, tidak memicu reaksi refleks, dan tetap efektif mencegah dehidrasi.

Minum air es saat demam pada dasarnya tidak berbahaya selama tubuh masih bisa menerimanya. Namun, air es bukan pilihan paling ideal untuk menunjang pemulihan.

Fokus utama saat demam tetap pada kecukupan cairan, bukan suhu minuman. Untuk kenyamanan dan pemulihan yang lebih optimal, air bersuhu ruang atau hangat dinilai lebih aman dan dianjurkan, terutama jika demam disertai mual, sakit tenggorokan, atau gangguan pencernaan.

(nga/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]