Kebiasaan Minum Teh Setelah Makan, Aman atau Bikin Masalah?

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 05:00 WIB
Minum teh setelah makan memang menyegarkan, tapi kebiasaan ini bisa memengaruhi penyerapan nutrisi. Ini penjelasan peneliti BRIN.
Ilustrasi. Meski enak dan segar, minum teh setelah makan tetap tidak dianjurkan untuk tubuh. (iStockphoto/master1305)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Minum teh setelah makan sudah menjadi kebiasaan banyak orang Indonesia. Baik teh tawar hangat maupun es teh manis, minuman ini hampir selalu hadir di meja makan karena rasanya segar dan mudah ditemukan.

Namun, muncul pertanyaan, apakah kebiasaan habis makan langsung minum teh aman buat kesehatan?

Kepala PR Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung tanin dan kafein. Dua senyawa ini dapat memengaruhi cara tubuh menyerap nutrisi dari makanan, terutama jika teh diminum tepat setelah makan dan dikonsumsi setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teh yang diminum bersamaan dengan makanan bisa berdampak pada penyerapan zat gizi tertentu," ujar Sofa.

Dampak minum teh setelah makan

Beberapa efek yang dapat muncul akibat kebiasaan minum teh setelah makan antara lain:

• Menghambat penyerapan zat besi dari makanan seperti sayur, tahu, dan tempe

• Mengganggu penyerapan kalsium dan zinc

• Menambah asupan gula tanpa disadari, terutama dari teh manis

• Berpotensi memengaruhi berat badan dan kadar gula darah

• Memicu gangguan lambung seperti kembung atau nyeri ulu hati

• Jika berlangsung lama, dapat meningkatkan risiko anemia dan gangguan kesehatan lainnya

Risiko tersebut lebih besar pada orang yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi, seperti perempuan usia produktif, ibu hamil, dan remaja.

Lantas, kapan sebaiknya minum teh?

Sejumlah riset menyarankan agar memberi jeda sekitar satu jam setelah makan sebelum minum teh. Tanin dalam teh diketahui dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga sekitar 37 persen jika diminum bersamaan dengan makanan.

Sementara itu, minum teh sebelum makan sebaiknya diberi jeda sekitar 30 menit. Cara ini dapat membantu menjaga hidrasi dan mengontrol porsi makan. Konsumsi teh juga dianjurkan tidak berlebihan, maksimal dua hingga tiga gelas per hari.

Sebagai alternatif yang lebih aman setelah makan, air putih atau jus buah segar tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan.

Teh tetap punya manfaat

Meski demikian, teh bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Teh tetap memiliki manfaat kesehatan berkat kandungan katekin dan flavonoid yang baik untuk metabolisme dan kesehatan jantung.

Menurut Sofa, jika diminum dengan bijak, teh justru dapat membantu mengatur metabolisme lemak setelah makan, mengurangi stres oksidatif, serta menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.

"Kesadaran akan kondisi tubuh kita sangatlah penting. Dengan memahami tubuh sendiri, kita dapat lebih bijak dalam memilih makanan yang layak dikonsumsi maupun dihindari, menentukan takaran yang sesuai, serta memperhatikan cara mengonsumsinya. Sikap ini bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk hidup lebih seimbang dan berkualitas," kata Sofa, dikutip dari laman Instagram BRIN, Senin (2/1) mengutip Detik.

Jadi, sah-sah saja menikmati teh favorit, asalkan tahu waktu dan porsinya. Sedikit jeda setelah makan bisa membuat manfaat teh tetap terasa tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]