8 Kebiasaan Makan Bikin Cepat Tua yang Sering Tak Disadari
Kebiasaan makan bikin cepat tua kerap dilakukan tanpa sadar dalam rutinitas harian. Padahal, siapa yang tak ingin terlihat dan merasa awet muda?
Hampir semua orang mendambakan tubuh yang sehat, bugar, dan tampilan yang tetap segar seiring bertambahnya usia.
Solusi untuk memperlambat proses penuaan ternyata bisa dimulai dari hal paling sederhana, isi piring Anda. Makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan hingga usia lanjut, atau sebaliknya justru mempercepat kerusakan sel dan fungsi tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut penjelasan ahli diet tentang kebiasaan makan yang diam-diam membuat Anda cepat tua:
1. Kurang makan buah dan sayuran
Menurut Harvard Health Publishing, kurang konsumsi buah dan sayuran berkaitan dengan meningkatnya risiko kekurangan nutrisi, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker tertentu.
Ahli diet dari The State University of New Jersey, Phyllis Famularo, menyarankan agar porsi sayur dan buah diperbanyak dalam menu harian.
"Dari serat yang menyehatkan jantung hingga vitamin, mineral anti-inflamasi, dan antioksidan penangkal radikal bebas, manfaat buah dan sayuran hampir tak terbatas," ujarnya seperti dikutip LiveStrong.
2. Terlalu banyak konsumsi makanan asin
Asupan natrium berlebih dapat memicu hipertensi dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke. Famularo menyebut sekitar 70-75 persen orang dewasa lanjut usia mengalami tekanan darah tinggi.
Ia menyarankan untuk mengurangi makanan olahan, kemasan, dan makanan restoran yang umumnya tinggi garam.
"Jika harus mengonsumsi makanan tinggi natrium, padukan dengan makanan tinggi kalium seperti pisang, ubi jalar, atau bayam untuk membantu menetralkan efeknya," kata Famularo.
3. Terlalu banyak gula tambahan
Konsumsi gula tambahan berlebih, dari kue hingga minuman kemasan, berdampak serius bagi kesehatan jantung. Harvard Health Publishing menyebut gula tambahan dapat memicu peradangan kronis, kenaikan berat badan, diabetes, penyakit hati berlemak, hingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Membaca label makanan dan memilih produk tanpa tambahan gula menjadi langkah penting untuk memperlambat penuaan.
4. Menghindari semua lemak
Membatasi lemak jenuh memang dianjurkan, namun menghindari semua lemak justru keliru. Lemak berperan penting dalam memberi energi, mendukung pertumbuhan sel, melindungi organ, serta membantu penyerapan nutrisi, menurut American Heart Association (AHA).
"Lemak juga melindungi persendian. Lemak tak jenuh ganda, terutama omega-3, terbukti meningkatkan kesehatan jantung," kata Famularo.
Cleveland Clinic menambahkan, omega-3 juga berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif, kanker tertentu, dan penyakit mata.
5. Minum soda
Minuman bersoda manis bukan hanya merugikan jantung, tetapi juga tulang. Studi Februari 2020 dalam jurnal Nutrients menemukan konsumsi minuman ringan berlebih berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko patah tulang.
Famularo menyarankan membatasi soda dan memilih minuman yang mendukung kesehatan tulang, seperti susu atau jus yang diperkaya kalsium dan vitamin D.
6. Tidak cukup protein
Memasuki usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan sekitar 5 persen massa otot tiap dekade, menurut Harvard Health Publishing. Kondisi ini dikenal sebagai sarcopenia dan dapat meningkatkan risiko jatuh serta patah tulang.
Asupan protein memegang peran penting untuk menjaga massa otot. Studi menunjukkan konsumsi sekitar 1,3 gram protein per 2,2 pon berat badan dapat meningkatkan massa otot tanpa lemak dan fungsi fisik pada pria lanjut usia.Famularo menyarankan memilih sumber protein yang mudah dikonsumsi, seperti susu dan telur.
7. Lupa dengan serat
"Serat yang cukup adalah kunci agar saluran pencernaan bekerja optimal, memelihara bakteri baik, dan mencegah penumpukan racun," ujar Famularo.
USDA menambahkan, serat juga membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian setiap hari dapat membantu memenuhi kebutuhan serat.
8. Minum banyak alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mempercepat penuaan dan memicu berbagai penyakit, mulai dari kanker, kerusakan hati, gangguan sistem imun, hingga penurunan fungsi otak, menurut National Institute on Aging.
"Penyalahgunaan alkohol meningkat pada orang dewasa yang lebih tua dan berdampak buruk pada kesehatan," kata Famularo. Ia menambahkan, orang lanjut usia lebih sensitif terhadap alkohol karena perubahan komposisi tubuh dan interaksi dengan obat-obatan.
Kebiasaan makan bikin cepat tua bukan soal satu atau dua makanan saja, melainkan pola konsumsi harian secara keseluruhan. Dengan memilih asupan yang lebih seimbang, kaya nutrisi, dan sadar gizi, proses penuaan bisa diperlambat, dan kualitas hidup pun tetap terjaga hingga usia lanjut.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]


