Anti Gloomy, 10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Redakan Depresi
Daftar Isi
Depresi bukan sekadar merasa sedih atau lelah sesaat. Kondisi ini dapat memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski begitu, ada sejumlah kebiasaan redakan depresi yang bisa mulai diterapkan secara bertahap untuk membantu memperbaiki kondisi emosional dan mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan redakan depresi
Banyak orang dengan depresi tidak menyadari gejala yang dialami sehingga kondisinya memburuk dari hari ke hari. Sebagian lainnya merasa bingung harus memulai dari mana untuk bangkit.
Padahal, perubahan kecil dalam keseharian dapat menjadi langkah awal yang berarti. Berikut beberapa cara yang dapat dicoba, melansir berbagai sumber:
1. Membuat rutinitas harian
Depresi kerap membuat hidup terasa kosong dan tanpa arah. Rutinitas membantu menciptakan struktur yang stabil sehingga hari tidak terasa berantakan.
Psikiater Ian Cook menyebut depresi dapat merusak struktur hidup seseorang. Karena itu, jadwal sederhana seperti bangun dan tidur di jam yang sama, menyiapkan sarapan, atau berjalan pagi bisa menjadi pijakan awal untuk kembali merasa terkontrol.
2. Menetapkan tujuan kecil
Orang dengan depresi sering merasa tidak mampu menyelesaikan tugas, bahkan yang sederhana. Akibatnya, mereka mudah menyerah sebelum mencoba.
Mulailah dari target kecil dan realistis, misalnya merapikan tempat tidur atau mencuci piring setiap hari. Rasa pencapaian dari hal sederhana dapat memicu motivasi untuk melangkah lebih jauh.
3. Rutin berolahraga
Olahraga membantu tubuh melepaskan endorfin, zat kimia alami yang berperan meningkatkan suasana hati. Tak perlu aktivitas berat. Jalan santai selama 20-30 menit beberapa kali seminggu sudah cukup membantu mengurangi stres dan meningkatkan energi.
Di sinilah olahraga menjadi salah satu kebiasaan redakan depresi yang paling mudah dan murah untuk dilakukan, asalkan konsisten.
4. Mengatur pola makan
Sebagian penderita depresi makan terlalu sedikit, sementara yang lain justru berlebihan. Pola makan yang tidak seimbang dapat memperburuk kondisi fisik dan mental.
Nutrisi tertentu seperti omega-3 dari salmon dan tuna, serta asam folat dari alpukat dan bayam, diketahui dapat membantu meringankan gejala depresi. Makan secara teratur dan bergizi membantu menjaga stabilitas suasana hati dalam jangka panjang.
5. Tidur yang cukup
Gangguan tidur sering menyertai depresi, baik berupa sulit tidur maupun tidur berlebihan. Kurang tidur dapat memperparah suasana hati dan membuat konsentrasi menurun.
Cobalah membatasi penggunaan gawai sebelum tidur dan terapkan jadwal tidur yang konsisten. Tubuh yang cukup istirahat lebih siap menghadapi tekanan emosional.
6. Mengambil tanggung jawab
Menarik diri dari lingkungan sering menjadi respons spontan saat depresi datang. Namun, menghindari tanggung jawab justru dapat memperkuat rasa tidak berdaya.
Menyelesaikan tugas-tugas kecil di rumah atau kantor membantu membangun kembali rasa percaya diri dan kontrol terhadap hidup.
7. Melatih pola pikir positif
Depresi kerap diiringi pikiran negatif yang terus berulang. Mengubahnya memang tidak instan, tetapi bisa dilatih secara bertahap.
Mulailah dengan menantang pikiran yang terlalu keras pada diri sendiri. Dukungan keluarga, teman, atau tenaga profesional dapat membantu mengganti sudut pandang menjadi lebih realistis dan sehat.
8. Berkonsultasi dengan profesional
Jika gejala terasa berat atau tak kunjung membaik, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah penting. Terapi bicara, konseling, atau obat-obatan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Pendampingan profesional membantu proses pemulihan berjalan lebih terarah dan aman.
9. Mencoba hal baru
Aktivitas baru dapat merangsang otak melepaskan dopamin, zat yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi.
Belajar memasak, mengikuti kelas seni, atau sekadar mengunjungi tempat baru bisa menjadi pengalaman positif yang membantu mengalihkan pikiran dari kesedihan berkepanjangan.
10. Menghindari penyalahgunaan zat
Sebagian orang mencoba meredakan emosi dengan alkohol atau obat terlarang. Sayangnya, cara ini hanya memberi kelegaan sementara dan justru memperburuk kondisi mental.
Menghindari penyalahgunaan zat adalah bagian penting dari kebiasaan redakan depresi yang sehat dan berkelanjutan. Dukungan orang terdekat serta bantuan profesional sangat dibutuhkan untuk menghentikan kebiasaan ini.
Depresi memang tidak mudah dilalui, tetapi perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberi dampak besar. Membangun kebiasaan redakan depresi dari rutinitas sederhana hingga mencari bantuan profesional bisa menjadi langkah awal menuju kondisi mental yang lebih stabil dan sehat.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]


