Sering Menangis Tanpa Alasan? 7 Kondisi Ini Mungkin Jadi Pemicunya

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa penyebab menangis tanpa alasan. (iStock/PonyWang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menangis tanpa alasan yang jelas sering membuat seseorang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Air mata bisa tiba-tiba keluar padahal tidak sedang menghadapi masalah besar. Kondisi ini wajar membuat khawatir, apalagi jika terjadi berulang kali.

Emosi tidak selalu muncul karena satu peristiwa tertentu. Ada banyak faktor di dalam tubuh dan pikiran yang bekerja tanpa kita sadari. Perubahan hormon, kelelahan, hingga stres yang menumpuk bisa memengaruhi suasana hati secara perlahan.

Dalam banyak kasus, menangis tanpa alasan bukan berarti seseorang lemah. Justru, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan mental sedang membutuhkan perhatian lebih. Berikut beberapa penyebab yang mungkin mendasarinya.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah alasan yang mungkin menjadi penyebab seseorang menangis tanpa alasan.

1. Depresi

Melansir dari PsychCentral, depresi ditandai dengan suasana hati yang rendah dan hilangnya minat pada aktivitas yang biasanya disukai, setidaknya selama dua minggu.

Kondisi ini tidak selalu dipicu oleh satu peristiwa besar. Seseorang bisa merasa sedih terus-menerus tanpa tahu penyebab pastinya. Gejala lain dapat berupa gangguan tidur, mudah lelah, sulit konsentrasi, perubahan nafsu makan, hingga rasa putus asa.

2. Perubahan hormon

Ilustrasi. Perubahan hormon reproduksi jadi salah satu penyebab menangis tanpa alasan. (iStock/somethingway)

Perubahan hormon reproduksi dapat memengaruhi suasana hati. Misalnya menjelang menstruasi, selama kehamilan, setelah melahirkan, atau menjelang menopause.

Fluktuasi hormon sering terjadi tanpa disadari, tetapi dampaknya bisa membuat seseorang merasa murung atau mudah menangis.

Dalam beberapa kasus, kondisi seperti premenstrual syndrome (PMS) atau depresi pascamelahirkan dapat memicu kesedihan yang lebih intens.

Ketika hormon kembali stabil, suasana hati biasanya ikut membaik. Namun, pada sebagian orang, gejalanya bisa bertahan lebih lama.

3. Trauma masa lalu

Pengalaman traumatis, baik fisik maupun emosional, dapat meninggalkan jejak jangka panjang pada sistem saraf. Meski peristiwa tersebut sudah lama berlalu, dampaknya bisa muncul dalam bentuk perubahan suasana hati yang tiba-tiba.

Trauma dapat menyebabkan disregulasi emosi, yaitu kondisi ketika seseorang sulit mengendalikan perasaan.

Akibatnya, muncul tangisan atau rasa sedih tanpa pemicu yang jelas. Dalam beberapa kasus, kondisi ini berkaitan dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Simak penyebab menangis tanpa alasan lainnya di halaman berikutnya..

Penyebab Menangis Tanpa Alasan


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :