6 Bahaya Kopi Sachet yang Perlu Kamu Waspadai

CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 23:30 WIB
Kenali bahaya kopi sachet, dari akrilamida hingga iritasi lambung, sebelum menjadikannya minuman harian.
Ilustrasi. Kopi sachet ternyata cukup berbahaya untuk kesehatan. (iStockphoto/Oki Hirwanti)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sering minum kopi instan setiap pagi? Praktis dan murah memang, tapi ada sejumlah bahaya kopi sachet yang jarang disadari.

Kopi sachet atau kopi instan merupakan jenis kopi yang telah melalui proses pengolahan sehingga bisa langsung diseduh dengan air panas, tanpa alat khusus seperti mesin espresso atau alat saring. Kepraktisan inilah yang membuatnya digemari, terutama bagi mereka yang punya waktu terbatas.

Namun, di balik kemudahannya, ada beberapa hal yang patut dicermati. Melansir dari Healthline, berikut sejumlah bahaya kopi sachet yang perlu Anda ketahui:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kandungan nutrisi terbatas

Seperti kopi pada umumnya, kopi instan tetap mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan proses pengolahan kopi instan dapat meningkatkan kadar antioksidan tertentu.

Meski begitu, dari sisi nutrisi, satu cangkir kopi instan umumnya hanya mengandung sekitar 7 kalori serta sedikit kalium, magnesium, dan vitamin B3 (niasin). Artinya, kontribusi gizinya relatif kecil.

2. Kandungan kafein bisa menimbulkan efek samping

Dalam satu cangkir kopi instan (sekitar satu sendok teh bubuk), terkandung 30-90 mg kafein. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan kopi seduh biasa yang bisa mencapai 70-140 mg per cangkir.

Meski demikian, konsumsi kafein berlebihan tetap berisiko menyebabkan jantung berdebar, rasa cemas, sulit tidur, hingga gangguan lambung. Bagi individu yang sensitif, bahkan jumlah kecil kafein pun bisa memicu keluhan.

3. Mengandung lebih banyak akrilamida

Salah satu bahaya kopi sachet yang sering dibahas adalah kandungan akrilamida. Zat kimia ini terbentuk saat biji kopi dipanggang. Pada kopi instan, kadarnya bisa dua kali lebih tinggi dibandingkan kopi seduh biasa karena proses pengolahannya.

Paparan akrilamida dalam jumlah tinggi pada hewan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan gangguan sistem saraf. Meski asupan harian dari kopi umumnya masih di bawah batas berbahaya, paparan jangka panjang tetap menjadi perhatian para peneliti.

4. Berpotensi mengiritasi lambung

Kopi instan cenderung memiliki tingkat keasaman lebih tinggi. Pada orang dengan masalah asam lambung atau GERD, kondisi ini dapat memicu rasa perih, mual, atau sensasi terbakar di dada.

Beberapa studi juga menemukan gejala refluks asam bisa lebih mudah kambuh setelah mengonsumsi kopi instan dibandingkan kopi saring atau cold brew.

5. Efek pada jantung dan sistem saraf

Kombinasi kafein dan senyawa bioaktif dalam kopi instan dapat meningkatkan detak jantung dan menimbulkan rasa gelisah, terutama pada individu yang sensitif.

Selain itu, kopi instan umumnya mengandung lebih sedikit cafestol dan kahweol dibandingkan kopi seduh. Kedua senyawa ini diketahui memiliki potensi efek perlindungan terhadap kesehatan jantung. Artinya, manfaat perlindungan kardiovaskularnya bisa sedikit lebih rendah.

6. Kapasitas antioksidan bisa berkurang

Meski tetap mengandung antioksidan, proses pengolahan kopi instan dapat menurunkan kapasitas antioksidannya hingga sekitar 40 persen. Penurunan ini berpotensi mengurangi efek perlindungan terhadap stres oksidatif yang berkaitan dengan penuaan dan berbagai penyakit degeneratif.

Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, kopi instan tetap dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan fungsi otak, mempercepat metabolisme, serta dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit hati, hingga gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Beberapa studi observasional juga menunjukkan konsumsi kopi berhubungan dengan risiko depresi yang lebih rendah dan peluang hidup lebih panjang. Namun, perlu diingat bahwa studi observasional tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Secara umum, konsumsi sekitar 3-5 cangkir kopi per hari sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan optimal, selama tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Itulah sejumlah bahaya kopi sachet yang perlu dipahami sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas harian. Bijak mengonsumsi adalah kunci agar manfaat tetap didapat tanpa mengorbankan kesehatan.

(sac/tis)


[Gambas:Video CNN]