Minum Kopi Bikin Kolesterol Naik, Memang Benar?

CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 08:30 WIB
Ilustrasi. Tak sedikit orang yang bertanya-tanya apa benar kopi menyebabkan kolesterol naik. (Edan Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang-orang beranggapan bahwa meminum kopi bisa meningkatkan kolesterol pada tubuh. Namun, apakah kopi menyebabkan kolesterol?

Kopi adalah minuman yang sering dikonsumsi banyak orang karena manfaatnya yang bisa membuat lebih fokus dan tidak gampang mengantuk. Kopi juga bisa menyehatkan seseorang jika dikonsumsi secara cukup dan tidak berlebihan.

Namun, ada pula yang mengatakan bahwa kopi sebenarnya kurang baik bagi tubuh karena bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap berbagai penyakit. Salah satunya adalah kolesterol.

Benarkah meminum kopi bisa membuat seseorang menjadi kolesterol? Simak jawaban lengkapnya di sini.

Kopi dan kolesterol

Merangkum dari Healthline dan WebMD, ini jawaban dari pertanyaan apakah kopi menyebabkan kolesterol.

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia dan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, banyak orang bertanya apakah kopi dapat memengaruhi kadar kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kolesterol adalah zat berlemak yang diproduksi oleh hati dan diperoleh dari makanan tertentu. Tubuh membutuhkan kolesterol, tetapi kadar LDL atau kolesterol jahat yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Menariknya, kopi hitam tanpa tambahan tidak mengandung kolesterol. Meski begitu, kopi dapat memengaruhi cara tubuh memproses kolesterol.

Pengaruh kopi pada tingkat kolesterol tubuh

Biji kopi mengandung senyawa alami bernama cafestol dan kahweol. Cafestol diketahui dapat meningkatkan kadar LDL dengan memengaruhi metabolisme kolesterol di dalam tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari dapat meningkatkan kadar LDL pada sebagian orang.

Faktor genetik juga berperan. Orang yang memetabolisme kafein lebih lambat mungkin memiliki risiko lebih tinggi jika mengonsumsi kopi dalam jumlah besar setiap hari.

Cara menyeduh kopi juga berpengaruh. Metode tanpa filter kertas seperti French press, kopi tubruk, atau kopi rebus cenderung mengandung lebih banyak cafestol.

Sementara itu, kopi yang diseduh dengan kertas saring memiliki kadar cafestol lebih rendah karena sebagian senyawa tersebut tertahan di filter.

Ilustrasi. Tak sedikit orang yang bertanya-tanya apakah benar kopi menyebabkan kolesterol naik. (snapwiresnaps/sam ciurdar)

Meski ada potensi peningkatan kolesterol, banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat, sekitar tiga sampai empat cangkir per hari, justru berkaitan dengan manfaat kesehatan.

Beberapa studi besar menemukan bahwa peminum kopi harian memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung, gangguan irama jantung, dan stroke dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Konsumsi moderat juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit hati.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya kopinya, tetapi juga bahan tambahan di dalamnya. Krim, susu full cream, mentega, dan minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan LDL. Minuman kopi manis dengan banyak gula dan lemak juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Secara keseluruhan, kopi tidak terlalu memengaruhi tingkat kolesterol tubuh dan tidak perlu dihindari sepenuhnya. Dalam jumlah moderat dan dengan cara seduh yang tepat, kopi umumnya aman bagi kebanyakan orang.

Jika kamu memiliki kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung, sebaiknya perhatikan jumlah konsumsi, pilih metode seduh dengan filter, dan batasi tambahan lemak serta gula. Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga dapat membantu menentukan batas aman sesuai kondisi pribadi.

Demikian jawaban dari pertanyaan apakah kopi menyebabkan kolesterol. Semoga bermanfaat.

(sac/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK