93 Persen Warga Jakarta Mageran, 4 Penyakit Berbahaya Ini Mengintai
Sebanyak 93 persen warga Jakarta ditemukan kurang aktivitas fisik alias mageran. Hal ini ditemukan dalam hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025-2026.
"Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen)," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Senin (16/2), mengutip Antara.
Sebanyak 74 persen warga yang melakukan CKG juga ditemukan mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah.
Mager alias minim aktivitas fisik menjadi faktor risiko bagi banyak penyakit kronis, terutama jantung.
Gaya hidup tidak aktif atau sedentary lifestyle sendiri didefinisikan sebagai perilaku menghabiskan waktu berjam-jam duduk atau berbaring di luar jadwal tidur dengan sedikit aktivitas fisik.
Mengutip laman Cleveland Clinic, beberapa ahli mengkategorikan, hanya menghabiskan waktu duduk selama 4-6 jam per hari sudah tergolong gaya hidup tidak aktif. Biasanya, waktu itu digunakan untuk duduk di depan komputer/laptop, bermain gim video, menonton TV, dan duduk selama perjalanan pulang-pergi.
Penelitian telah menunjukkan, tubuh tidak aktif lebih dari 10 jam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Penyakit akibat terlalu mager
Beberapa penyakit bisa muncul akibat tubuh terlalu mager. Berikut di antaranya.
1. Obesitas
Duduk dalam waktu lama membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori. Hal ini berisiko meningkatkan berat badan.
Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan penimbunan lemak dengan mengganggu keseimbangan hormon sehingga memengaruhi pengaturan nafsu makan dan metabolisme.
2. Penyakit jantung
Jantung akan melemah jika tubuh tidak aktif.
Duduk terlalu lama dapat memberi tekanan pada sistem tubuh di tingkat seluler. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).
Penelitian juga menunjukkan, risiko penyakit kardiovaskular akan tetap sama bahkan untuk orang dengan skor indeks massa tubuh (BMI) sehat tapi jarang beraktivitas fisik.
3. Depresi
Tak cuma secara fisik, minim aktivitas fisik juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Sebuah analisis menemukan hubungan antara kebiasaan mager dan depresi.
4. Kanker jenis tertentu
Bergerak aktif jadi salah satu cara alami mencegah kanker. Penelitian menunjukkan, gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti:
- kanker usus besar,
- kanker paru-paru,
- kanker rahim.