Proses Autofagi Aktif saat Puasa, Benarkah Bikin Tubuh Sehat?
Puasa disebut bisa memicu proses alami tubuh bernama autofagi. Proses ini menjadi sorotan karena dikaitkan dengan penuaan sehat hingga pencegahan penyakit.
Autofagi sendiri pada dasarnya merupakan mekanisme bersih-bersih sel yang membantu mendaur ulang bagian sel yang rusak agar kembali optimal.
Lihat Juga : |
Mengutip laman Cleveland Clinic, sel merupakan unit dasar penyusun organ dan jaringan. Seiring waktu, komponen di dalam sel bisa mengalami kerusakan dan menumpuk layaknya sampah. Jika dibiarkan, tumpukan ini dapat mengganggu kinerja sel. Pada saat inilah autofagi berperan.
Proses autofagi memungkinkan sel membungkus bagian yang rusak, mengirimkannya ke bagian khusus untuk dihancurkan, lalu menggunakan kembali komponen yang masih bisa dimanfaatkan sehingga tubuh memiliki sistem daur ulang internal agar sel tetap bekerja optimal.
Menukil dari Very Well Health, autofagi memiliki manfaat yang terjadi, baik di dalam maupun di luar sel. Berikut di antaranya:
- mengurangi stres oksidatif,
- menjaga agar DNA dan gen tetap stabil,
- membantu menghindari kerusakan dan penuaan sel yang terjadi sebelum waktunya,
- meningkatkan konversi nutrisi menjadi energi,
- meningkatkan pembuangan limbah,
- menghilangkan patogen dan bahan asing di dalam sel,
- mencegah pembentukan tumor dan zat beracun,
- mengurangi peradangan,
- meningkatkan sinyal saraf di otak,
- menjaga agar sistem kekebalan tubuh berfungsi normal.
Mengapa puasa bisa memicu autofagi?
Autofagi sebenarnya terjadi secara alami setiap saat. Namun, proses ini dapat meningkat ketika tubuh berada dalam kondisi stres ringan, seperti kekurangan nutrisi.
Menukil Healthline, saat seseorang berpuasa, kadar gula darah dan insulin menurun. Tubuh kemudian beralih ke mode bertahan hidup dengan memanfaatkan kembali komponen di dalam sel sebagai sumber energi dan bahan perbaikan. Kondisi inilah yang memicu peningkatan autofagi.
Penelitian pada hewan menunjukkan, autofagi bisa mulai meningkat setelah 24 hingga 48 jam puasa. Meski begitu, pada manusia durasi pastinya belum dapat dipastikan karena penelitian masih terbatas.
Selain puasa, pembatasan kalori, diet rendah karbohidrat seperti diet ketogenik, serta olahraga intensitas tertentu juga disebut dapat merangsang proses ini.
Lihat Juga : |
Autofagi berfungsi sebagai kontrol kualitas sel. Dengan membersihkan komponen yang rusak, sel dapat bekerja lebih efisien. Proses ini juga dikaitkan dengan penuaan yang lebih sehat.
Meski terdengar menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa autofagi bukanlah solusi ajaib. Puasa atau perubahan pola makan ekstrem sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, penderita diabetes, atau mereka yang memiliki penyakit kronis.
Autofagi adalah mekanisme alami tubuh untuk beradaptasi dan memperbaiki diri. Dengan mengenalnya, kita bisa memahami bahwa saat melakukan puasa, tubuh sebenarnya sedang bekerja diam-diam menjaga kualitas sel dan keseimbangan kesehatan secara keseluruhan.
(nga/asr)