Tak Bisa Hadir Bukber? Ini Cara Menolak Tanpa Bikin Canggung

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 17:45 WIB
Ilustrasi. Ada cara yang bisa dilakukan agar penolakan ajakan bukber tetap sopan tanpa merusak hubungan pertemananmu. (iStockphoto/Alex Liew)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menolak ajakan buka puasa bersama (bukber) sering kali terasa canggung, terutama ketika undangan datang dari teman dekat atau rekan kerja. Namun, ada cara-cara yang bisa dilakukan agar penolakan tetap sopan tanpa merusak hubungan.

Agenda bukber menjadi momen penting dan selalu ada selama Ramadhan. Selain untuk berbuka puasa, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat relasi sosial.

Tidak heran jika undangan datang silih berganti, bahkan dalam satu pekan bisa lebih dari satu kali.

Namun, tidak semua orang memiliki waktu, energi, atau kondisi finansial yang memungkinkan untuk selalu hadir. Kesibukan kerja, kebutuhan istirahat, hingga pertimbangan anggaran menjadi alasan yang kerap muncul.

Melansir dari Parade, tidak segera membalas undangan atau menolak dengan cara kasar tentu bukan cara baik yang kamu dan temanmu inginkan.

Berikut beberapa cara menolak ajakan bukber tanpa menyinggung perasaan teman yang mengajakmu.

1. Sampaikan penolakan sejak awal

Memberi kepastian sejak awal menunjukkan sikap menghargai waktu penyelenggara. Kamu dapat menyampaikan alasan secara singkat dan jelas tanpa perlu berlebihan. Misalnya, karena jadwal kerja padat atau sudah memiliki janji lain di tanggal yang sama.

Kalimat sederhana seperti, "Terima kasih sudah mengundang, tapi aku belum bisa bergabung kali ini," sudah cukup mewakili tanpa menimbulkan kesan menghindar.

2. Jujur tanpa harus terlalu detail

Kejujuran penting, tetapi tidak harus disertai penjelasan panjang. Jika alasan terkait kebutuhan pribadi, seperti ingin menghemat pengeluaran atau menjaga kondisi tubuh agar tidak terlalu lelah, cukup sampaikan secara umum.

Menolak dengan alasan yang dibuat-buat justru berisiko menimbulkan ketidaknyamanan di kemudian hari. Kejelasan yang disampaikan dengan nada sopan biasanya lebih mudah diterima.

3. Tawarkan alternatif

Untuk menjaga kedekatan, kamu dapat menawarkan alternatif pertemuan di waktu lain. Misalnya, mengajak bertemu dalam kelompok kecil atau sekadar ngopi setelah Ramadhan berakhir.

Langkah ini menunjukkan bahwa penolakan bukan berarti menolak hubungan, melainkan hanya tidak dapat hadir pada waktu tersebut.

4. Hindari menghilang tanpa jawaban

Tidak merespons undangan atau menghilang dari percakapan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Dalam konteks pertemanan maupun profesional, sikap ini bisa dianggap tidak menghargai.

Memberi respons, meski berupa penolakan tetap lebih baik dibandingkan tidak memberi kabar sama sekali.

5. Sesuaikan dengan hubungan

Cara menolak juga perlu disesuaikan dengan situasi. Untuk bukber bersama rekan kerja atau atasan, gunakan bahasa yang lebih formal dan profesional. Sementara itu, untuk teman dekat, penyampaian bisa lebih santai tapi tetap sopan.

Menjaga batasan pribadi sama pentingnya dengan menjaga hubungan sosial. Menolak ajakan bukber bukan berarti memutus silaturahmi, melainkan bagian dari kemampuan mengatur waktu dan prioritas secara sehat.

Dengan komunikasi yang jelas dan sikap yang menghargai, penolakan dapat diterima tanpa menimbulkan jarak dalam pertemanan.

(nga/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK