Gizi Seimbang Saat Puasa, Kunci Tubuh Tetap Bertenaga
Ramadhan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci menjadi waktu untuk memperbaiki kualitas diri, termasuk dalam hal kesehatan.
Perubahan pola makan dan istirahat selama puasa membuat tubuh membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam pemenuhan gizi seimbang.
Hal ini menjadi sorotan dalam bincang-bincang Ramadan bertajuk 'Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan' yang digelar oleh Frisian Flag Indonesia. Dokter dan edukator kesehatan, Gia Pratama, menegaskan bahwa Ramadan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus kesehatan.
Kata dia, selama berpuasa dan melaksanakan aktivitas yang padat di bulan Ramadan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat.
"Karena itu, pemenuhan zat gizi yang seimbang dan berkualitas, serta pengaturan waktu antara aktivitas dan ibadah menjadi semakin penting. Termasuk meluangkan waktu berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang terdekat agar tujuan Ramadan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dapat tercapai," jelas Gia dalam keterangannya, Senin (2/3).
Menurut Gia, perhatian terhadap asupan sahur dan berbuka menjadi kunci agar puasa dapat dijalankan optimal. Konsumsi sumber protein dan zat gizi yang cukup membantu menjaga vitalitas tubuh sepanjang hari.
Ia menjelaskan, saat berpuasa tubuh memasuki fase autofagi, yaitu proses alami ketika sel-sel rusak dibersihkan dan tubuh membangun sel baru yang lebih sehat.
"Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. Saat sahur dan berbuka, penting memberikan asupan protein yang tepat untuk mendukung kembali pertumbuhan sel-sel baik dalam tubuh," ujarnya.
Selain protein, kalsium dibutuhkan untuk menjaga fungsi otot dan tulang, sedangkan vitamin D membantu penyerapan kalsium sekaligus mendukung sistem imun. Kombinasi nutrisi ini berperan penting agar tubuh tidak mudah lemas dan tetap bertenaga menjalani aktivitas.
Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur membantu menjaga energi, fokus, dan daya tahan tubuh. Aktivitas fisik ringan tetap dianjurkan selama puasa agar metabolisme terjaga dan stamina tidak menurun drastis.
Senior Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia, Claudya Delliawan, mengatakan bahwa susu dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga selama Ramadan.
Melalui kampanye FRISIAN FLAG Susu UHT "Andalan Ramadan untuk Keluarga Kuat", perusahaan mengimbau masyarakat melengkapi sahur dengan susu UHT Full Cream. Konsumsi susu saat sahur disebut dapat membantu meningkatkan asupan kalsium hingga empat kali lipat dan vitamin D hingga 15 kali lipat sebagai kombinasi nutrisi untuk menjaga tubuh tetap bertenaga selama berpuasa.
"Melalui rangkaian kampanye dan inovasi produk Ramadan tahun ini, kami ingin menghadirkan pilihan susu yang tidak hanya bernutrisi, tetapi juga mendukung kehangatan keluarga di setiap momen sahur dan berbuka," kata dia.
Lihat Juga : |
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menambahkan bahwa lebih dari 100 tahun hadir di Indonesia, FRISIAN FLAG terus berkomitmen mendukung keluarga melalui produk dan edukasi nutrisi.
"Kami percaya konsumsi susu secara rutin membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian, termasuk saat menjalani puasa. Dengan mengangkat nilai-nilai keluarga, kami ingin terus hadir dan mendukung keluarga Indonesia hidup lebih sehat dan kuat, serta hangat sejalan dengan visi kami, Nourishing Indonesia," tutup Andrew.
(tis/tis)