Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 12:45 WIB
Masjid Pintu Seribu di Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di sudut Tangerang, berdiri sebuah rumah ibadah yang bentuk bangunannya tak biasa. Masjid Pintu Seribu atau Masjid Sewu, itu julukannya. Selain bentuknya yang unik, banyak pula cerita menarik di balik kehadiran masjid ini.

Kalau Semarang memiliki Lawang Sewu, di Tangerang punya Masjid Sewu. Sama-sama unik dari segi bangunan dan sama-sama memiliki cerita hingga mitos yang diyakini oleh penduduk setempat.

Bernama asli Masjid Agung Nurul Yakin, lokasinya ada di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Kota Tangerang, Banten. Untuk sampai ke masjid ini bisa menggunakan motor, jaraknya sekitar 12 kilometer dari pusat kota.

Arsitektur masjid ini tidak seperti masjid pada umumnya yang areanya terbuka di tengah. Di dalam Masjid Pintu Seribu terdapat banyak pintu dan ruangan, dengan bentuk yang berbeda-beda. Terlihat aneh, bahkan di masa lalu masjid ini sampai dituduh sebagai tempat penyebaran aliran sesat.

Meskipun demikian, sebenarnya masjid ini memiliki makna yang indah. Nama "Masjid Seribu Pintu" tersebut bahkan terinspirasi dari Asmaul Husna, 99 nama indah milik Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh pengurus Masjid Agung Nurul Yakin, Mahpudin.

"Asal nama seribu pintu dari dari Asmaul Husna, nama-nama Allah. Bisa dilihat di tiang-tiang masjid terdapat angka 999, kemudian dilengkapi seribu dengan pintu. Kenapa bisa seribu, karena tidak bisa dihitung pintu yang berada di masjid ini karena saking banyaknya," tutur Mahpudi, seperti dikutip Detik.

Bentuk masjid yang terlihat tidak berkonsep ini, bisa jadi karena selama pembangunannya Masjid Pintu Seribu tidak memiliki rancangan gambar sebagai acuan.

Dibangun secara bertahap, pelan-pelan menambah bangunan baru lagi dan lagi, hingga akhirnya seperti itu bentuk yang terlihat hari ini.

Masjid Sewu ini didirikan oleh Syekh Ami Al Faqir, yang merupakan salah satu ulama di Banten. Di bangun di atas tanah pribadi dengan lahan yang cukup luas.

Dulunya, hamparan tanah ini hanyalah sawah dan tanah kosong yang tergenang air. Kemudian dibangun Masjid Agung Nurul Yakin, lalu mulai bermunculan rumah warga di sekitarnya.

Masjid Agung Nurul Yakin dibangun menggunakan dana sumbangan dari para peziarah, sedekah dari masyarakat, serta kucuran dana pribadi dari Syekh Ami Al Faqir. Hingga hari ini, sebenarnya bangunan masjid masih belum utuh, sehingga membutuhkan pembangunan lanjutan lagi hingga dinyatakan rampung.

Berdirinya Masjid Agung Nurul Yakin tak lepas dari tantangan. Dana dan wilayah pembangunan masjid terbilang tantangan yang sulit saat itu. Namun ada yang lebih sulit lagi, yaitu menyebarkan syiar Islam di kalangan masyarakat.

Waktu itu, karena melihat bentuk masjid yang tak lumrah, masyarakat menuduh bahwa masjid ini adalah tempat menyebarkan aliran sesat. "Karena bentuk masjidnya yang enggak biasa, beda dari masjid pada umumnya," ungkap Mahpudin.

Baca halaman selanjutnya...

Ada Makam Syekh Ami Al Faqir di Masjid Agung Nurul Yakin


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :