Pengidap Diabetes Boleh Puasa, Tapi Ikuti 5 Saran Dokter Berikut

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 18:37 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa cara aman berpuasa untuk pengidap diabetes. (iStockphoto/Michail_Petrov-96)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diabetes seyogianya tak menjadi halangan bagi siapa pun yang ingin berpuasa. Puasa sebenarnya justru bermanfaat untuk pengidap diabetes. Kuncinya, ikuti beberapa cara aman berpuasa untuk pengidap diabetes berikut ini.

Diabetes sendiri merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan cukup insulin. Menjaga kadar gula darah tetap seimbang merupakan salah satu tantangan bagi pengidap diabetes saat berpuasa.

Jika tak dikontrol dengan baik, pengidap diabetes bisa saja mengalami hipoglikemia (penurunan gula darah drastis) atau hiperglikemia (lonjakan gula darah drastis). Namun, bukan berarti pengidap diabetes dilarang berpuasa.

"Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa," ujar dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik Eka Hospital BSD, Profesor Hari Hendarto, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (4/3).

Hanya saja, keputusan berpuasa atau tidak harus berdasarkan pengawasan dokter. Pasien dengan risiko tinggi memerlukan penilaian khusus dari dokter.

"Pastikan Anda telah melakukan check-up setidaknya 2-4 minggu sebelum Ramadan dimulai," tambah Hari.

Manfaat puasa bagi pengidap diabetes

Jika dijalankan dengan pola yang benar, puasa dapat memberikan dampak positif bagi pengidap diabetes. Berikut di antaranya.

1. Meningkatkan sensitivitas insulin

Puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin. Hal ini membuat gula darah lebih mudah dikelola.

2. Kontrol berat badan dan lemak

Penurunan berat badan yang sehat selama puasa akan mengurangi lemak visceral. Penumpukan lemak sendiri menjadi musuh utama diabetes.

3. Menjaga kesehatan jantung

Puasa membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol. Bersama dengan diabetes, keduanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Dengan berpuasa, risikonya akan semakin menurun.

Cara aman berpuasa buat pengidap diabetes

Hari juga memberikan beberapa saran untuk pengidap diabetes yang ingin berpuasa.

1. Rajin pantau gula darah

Hari menyarankan untuk rajin memantau gula darah secara mandiri. Lakukan pengecekan secara rutin pada pagi, siang, dan sore hari.

"Melakukan tes darah jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis dan agama," ujar Hari.

2. Pastikan kebutuhan cairan cukup

Selain itu, sama dengan orang sehat lainnya, pengidap diabetes juga dianjurkan untuk mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Gunakan pola 2-4-2 alias dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas sepanjang malam.

3. Kenali tanda kapan puasa harus batal

Hari juga mengingatkan untuk mengenali tanda kapan harus membatalkan puasa. Segera batalkan puasa jika gula darah berada di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL.

"Nyawa dan kesehatan adalah prioritas utama dalam beribadah," ujar dia.

4. Ikuti dosis obat yang diresepkan dokter

Selalu juga ikuti dosis obat yang ditetapkan oleh dokter. Menurut Hari, biasanya dokter akan menyarankan pengurangan dosis obat saat sahur dan penyesuaian dosis saat berbuka.

5. Perhatikan menu sahur dan berbuka

Ilustrasi. Ada beberapa cara aman berpuasa untuk pengidap diabetes. (iStockphoto/snjewelry)

Perhatikan juga menu sahur dan berbuka. Asupan sangat menentukan keberhasilan dan keamanan puasa bagi pengidap diabetes.

Saat sahur, Hari menyarankan untuk fokus pada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan sayuran. Kesemuanya melepaskan gula secara perlahan.

"Ditambah protein berkualitas agar kenyang lebih lama," ujar Hari.

Sementara saat berbuka, mulailah dengan air putih dan maksimal 1-3 butir kurma. Hindari gorengan dan kolak manis secara berlebihan.

"Makanlah secara bertahap agar pankreas tidak kaget," ujarnya.

Puasa sebenarnya bisa menjadi momen transisi yang hebat untuk memperbaiki pola hidup dan kesehatan metabolisme. Namun, pendampingan atau konsultasi ahli tetap menjadi kunci keamanan bagi pengidap diabetes.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK