Primaya Hospital Tambah RS Baru, Targetkan 30 Cabang dalam 5 Tahun

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 12:27 WIB
Primaya Hospital menambah cabang baru dan menargetkan 30 rumah sakit dalam 4-5 tahun, sekaligus memperkuat layanan dan fasilitas kesehatan.
Ilustrasi. Primaya Hospital terus kembangakan rumah sakit untuk layani masyarakat di berbagai kalangan dan wilayah. (Arsip Primaya Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekspansi rumah sakit masih menjadi strategi utama bagi Primaya Hospital Group untuk memperkuat kinerja bisnis sekaligus memperluas akses layanan kesehatan. Tahun ini, jaringan rumah sakit tersebut kembali menambah cabang baru dan menyiapkan sejumlah proyek pengembangan di berbagai kota.

Direktur Utama Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali mengatakan, perseroan telah meresmikan rumah sakit terbaru di Kelapa Gading pada Januari 2026. Kehadiran fasilitas kesehatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan, khususnya di wilayah perkotaan yang terus berkembang.

Selain itu, Primaya juga tengah menyiapkan pembangunan cabang ke-21 yang berlokasi di BSD, Tangerang. Proyek tersebut direncanakan memiliki skala pembangunan cukup besar dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pasti, kami juga akan menambah rumah sakit di BSD. Kira-kira akhir tahun ini, dengan skala pembangunan yang cukup besar," kata Leona saat ditemui usia menggelar jumpa media di Jakarta, Kamis (5/3).

Ekspansi tidak berhenti di sana. Primaya juga telah menyiapkan sejumlah proyek rumah sakit baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Beberapa kota besar yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Jakarta, Bandung, hingga Surabaya. Di luar Pulau Jawa, Primaya juga menyiapkan ekspansi ke Medan dan Makassar yang saat ini masih berada dalam tahap pengembangan.

"Jadi kami tidak melulu di Jawa. Primaya sendiri dimulai dari pinggiran Jakarta. Kami justru baru mulai masuk ke Jakarta," ujar Leona.

Saat ini Primaya memiliki empat cabang rumah sakit di Jakarta. Sebelum rumah sakit terbaru di Kelapa Gading, jaringan ini telah mengoperasikan RS PGI Cikini dan Evasari di Jakarta Pusat, serta RS Ukrida di Jakarta Barat.

Ke depan, jumlah rumah sakit Primaya di Jakarta direncanakan bertambah menjadi enam cabang, dengan pengembangan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

Secara keseluruhan, jaringan Primaya kini memiliki 20 rumah sakit. Dalam peta jalan perusahaan, manajemen menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 30 rumah sakit dalam empat hingga lima tahun mendatang.

Tak hanya menambah jumlah cabang, Primaya juga fokus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas kesehatan. Salah satunya melalui revitalisasi gedung RS PGI Cikini yang saat ini tengah berlangsung.

"Di Cikini, kami sedang membangun agar menjadi gedung tinggi. Bukan bangun rumah sakit baru, tapi perubahannya nanti akan jadi seperti baru. Namun, butuh waktu yang lebih lama untuk realisasinya," jelas Leona.

Dari sisi layanan medis, Primaya juga memperluas kerja sama internasional. Salah satunya dengan institusi kesehatan di Singapura untuk penyediaan layanan kemoterapi di cabang Kelapa Gading.

Penguatan bisnis ini juga didukung masuknya investasi dari Government of Singapore Investment Corporation (GIC), lembaga investasi milik pemerintah Singapura, ke dalam Primaya.

Leona menjelaskan, GIC memiliki kebijakan untuk memilih satu perusahaan di setiap negara pada satu sektor industri. Untuk sektor kesehatan di Indonesia, pilihan tersebut jatuh kepada Primaya.

"Untuk industri kesehatan di Indonesia, GIC memilih Primaya. Jadi kami sangat bangga karena dipercaya. Kami berharap bisa meningkatkan daya saing kami," ujarnya.

Untuk mendukung ekspansi dan penguatan layanan, Primaya menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun pada tahun ini.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit baru, revitalisasi gedung, serta pembaruan peralatan medis di berbagai cabang.

Menurut Leona, besarnya kebutuhan belanja modal sejalan dengan persaingan industri kesehatan yang semakin ketat. Banyak rumah sakit kini berlomba menghadirkan fasilitas medis yang lebih modern dan lengkap.

"Semakin kompetitif sebuah industri, maka membutuhkan belanja modal yang lebih tinggi," katanya.

Dengan berbagai strategi ekspansi dan peningkatan layanan tersebut, Primaya optimistis dapat mencatat pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Perusahaan menargetkan pendapatan tumbuh sekitar 20 persen dan laba meningkat hingga 25 persen.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]