Meniti Manhajillah: Mengikuti Perintah & Menjauhi Larangan-Nya
Jika manusia hendak meniti manhajillah atau jalan hidup menuju jalan Allah SWT, syaratnya sederhana, yakni mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Perintah Allah pun memang hanya ada dua, yakni kerjakan dan jangan kerjakan.
"Jadi kita itu hanya mengikuti apa yang Allah bilang kerjakan, dan tidak melakukan sesuatu yang kata Allah jangan mengerjakan," ucap ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia.
Lihat Juga :Kultum Kemuliaan Ramadan Sabar dan Mampu Menguasai Diri Menjadi Kunci Menuju Kesuksesan |
Ma'ruf melanjutkan, sesuatu yang diperintahkan oleh Allah pasti akan membawa maslahat. Adapun sesuatu yang dilarang oleh-Nya, jika dilakukan pasti akan membawa mafsadah atau kerusakan dan kemudaratan.
Apa yang diperintahkan oleh Allah pun sederhana, yakni berbuat baik, berlaku baik, dan berkata baik. Termasuk menolong orang dan beribadah hanya kepada Allah SWT.
"Yang dilarang itu menyakiti orang. Seperti yang pernah dulu saya katakan, bahwa Allah itu memang tidak pernah punya kepentingan," ucap Ma'ruf.
Apa pun yang diajarkan oleh Allah, kata Ma'ruf, hanya untuk kepentingan hamba-Nya agar meniti jalan yang lurus dan benar.
Adapun mengutip Ibnul Qayyim, syariat itu dibangun di atas hikmah-hikmah yang membawa manfaat bagi kemanusiaan dan kemaslahatan hamba-hamba Allah.
Jadi, segala sesuatu yang berasal dari Allah SWT bersifat adil, rahmat, maslahat. Itulah dasar dari syariat.
Oleh karena itu, tindakan yang keluar dari keadilan, yang menimbulkan permusuhan, kebencian, atau tidak membawa manfaat, bukanlah bagian dari syariat yang benar.
Bahkan jika sesuatu diklaim sebagai syariat, tetapi isinya membawa kerusakan dan ketidakadilan, maka hal itu bukanlah perintah Allah.
Syariat adalah wujud keadilan Allah untuk hamba-Nya, kasih sayang-Nya kepada seluruh makhluk, serta menunjukkan kebenaran Allah dan Rasul-Nya.
Itulah mengapa kita diperintahkan untuk selalu taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar terhindar dari keburukan dan kerusakan.
Jadi, jalan hidup yang sejati adalah manhajillah, yaitu jalan Allah, bukan sekadar mencari cara hidup atau "way of life" menurut pandangan duniawi.
"Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada kita bimbingan, tuntunan, dan selalu memberikan inayah-Nya dan menjaganya himayah-Nya dari sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang Allah katakan," ucap Ma'ruf mengakhiri kultum.
(rti)