Gorengan Boleh Kok Buat Buka Puasa, Asal Penuhi Syarat Ini
Apa boleh gorengan buat menu buka puasa? Sebagian menganggapnya tidak sehat, sedangkan yang lain menganggapnya aman saja. Dokter mengingatkan ada syarat yang perlu dipenuhi agar gorengan tetap aman dikonsumsi selama buka puasa.
Deret takjil begitu menggoda buat menu buka puasa. Di antara banyak menu, ada satu menu yang jadi favorit banyak orang yakni, gorengan. Rasa gurih dan renyah tekstur gorengan membuatnya jadi menu berbuka yang pas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, sebagian orang menganggap gorengan 'haram' dikonsumsi apalagi buat buka puasa. Dokter spesialis penyakit dalam, Waluyo Dwi Cahyono mengatakan gorengan sebenarnya boleh dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Bukan berarti berbuka nggak boleh pakai gorengan, boleh aja," kata Waluyo saat ditemui dalam acara Halodoc Talks di Jakarta, Selasa (10/3).
Dia pun mengingatkan konsumsi gorengan untuk buka puasa sebaiknya jumlahnya dibatasi. Gorengan umumnya mengandung karbohidrat serta minyak yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan.
Konsumsi karbohidrat berlebihan dapat memicu kenaikan kadar gula darah. Kemudian minyak yang digunakan dalam gorengan juga berpotensi mengandung lemak yang tidak sehat jika dikonsumsi terlalu banyak.
Di sisi lain, mengatur porsi makanan saat buka puasa juga penting. Menurutnya, cara makan yang terlalu banyak sekaligus dapat memicu gangguan lampung seperti refluks asam lambung atau GERD.
"Prinsipnya tidak boleh mengenyangkan langsung. Hanya untuk membatalkan saja," ujarnya.
Lambung, kata dia, idealnya tidak diisi penuh oleh makanan. Dalam konsep sederhana, kapasitas lambung sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian. Sepertiga lambung berisi makanan, sepertiga berisi air, dan sisanya udara.
Oleh karena itu, ia menyarankan proses makan saat berbuka dilakukan secara bertahap.
"Karena lambung tadinya kosong, kita nggak boleh langsung diisi mendadak gitu, jadi bertahap. Bertahap mungkin minum manis dulu, terus kurma, setelah salat maghrib baru makan yang pokok," ujarnya.
Selain membatasi gorengan, Waluyo juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan gizi selama puasa, terutama jika mengonsumsi makanan bersantan atau tinggi lemak.
Ia menyarankan agar makanan tersebut diimbangi dengan sayur dan buah agar sistem pencernaan tetap sehat.
Ilustrasi. Dokter menyebut tak masalah mengonsumsi gorengan untuk buka puasa. Yang perlu diingat adalah batasi porsinya. (Natasha Riyandani) |
"Kalau memang itu banyak lemak dan santan, kita harus mengimbangi dengan memakan sayur dan buah-buahan untuk membantu pencernaan kita supaya nggak sembelit," kata Waluyo.
Menurutnya, gangguan kesehatan yang paling sering muncul setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan sistem pencernaan akibat pola makan yang tidak terkontrol.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga porsi makan serta komposisi makanan selama Ramadhan agar tubuh tetap sehat hingga setelah hari raya.
(nga/els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Dokter menyebut tak masalah mengonsumsi gorengan untuk buka puasa. Yang perlu diingat adalah batasi porsinya. (Natasha Riyandani)