9 Buah Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Usai Pesta Lebaran
5. Kiwi
Kiwi mengandung berbagai nutrisi penting seperti serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Serat larut dalam kiwi dapat membantu mengikat kolesterol dalam darah dan membantu tubuh membuangnya melalui sistem pencernaan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kiwi dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6. Pir
Pir merupakan buah yang juga dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pir secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan kolesterol total.
Bahkan, beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa kulit pir memiliki kandungan senyawa yang lebih tinggi dalam membantu menurunkan kolesterol dibandingkan bagian daging buahnya.
7. Beri
Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry kaya akan serat larut serta antioksidan yang penting untuk kesehatan jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah beri secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol LDL. Para peneliti juga menemukan bahwa komponen tertentu dalam buah beri dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik.
8. Anggur
Anggur mengandung senyawa polifenol yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi anggur dapat membantu memperbaiki profil lemak dalam darah dengan menurunkan kolesterol total serta meningkatkan kadar kolesterol HDL.
9. Alpukat
Berbeda dengan sebagian besar buah lainnya, alpukat mengandung lemak sehat yang baik untuk tubuh.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alpukat secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL serta menurunkan kadar kolesterol LDL. Alpukat juga mengandung sterol, yaitu senyawa tanaman yang dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus.
Kadar kolesterol yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga konsumsi alkohol.
Selain itu, faktor genetik, usia, kondisi kesehatan tertentu, serta penggunaan beberapa jenis obat juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk memantau kadar kolesterol dan menentukan langkah penanganan yang tepat jika kadarnya terlalu tinggi.
(nga/asr) Add
as a preferred source on Google

